Inspektur Padang Pariaman: Kapabilitas APIP Padang Pariaman Harus Ditingkatkan

Rabu, 14 Apr 2021 | 18:11:15 WIB, Dilihat 249 Kali

Oleh ari

Inspektur Padang Pariaman: Kapabilitas APIP Padang Pariaman Harus Ditingkatkan

Sitinjausumbar.com - Inspektur Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan untuk mewujudkan pengelolaan pemerintahan yang bersih dan berkualitas maka pengawasan sangat diperlukan. Untuk itulah, kapabilitas Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) di Kabupaten Padang Pariaman harus terus ditingkatkan.

Saat ini, kata Hendra, kapabilitas APIP di Padangpariaman sudah berada pada level 2. Ditargetkan pada tahun depan, kapabilitas APIP Padangpariaman sudah pada level 3 (Integrated), dari skor level 1-5 sesuai kriteria penilaian internasional.

"Insya Allah kita akan bisa mencapai pada level 3. Jika bisa mencapai level ini, berarti kita berada pada level tertinggi sesuai dengan target nasional" kata Hendra Aswara saat menerima supervisi BPKP Perwakilan Sumbar di Ruang Rapat Inspektorat, Parit Malintang, Rabu (14/4).

Pada penilaian kapabilitas APIP Inspektorat Padang Pariaman oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 2018 lalu, dari 6 elemen yang ada semua berada di level 2. Adapun elemen tersebut yaitu peran dan layanan, pengelolaan sumber daya manusia, praktik profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya dan hubungan organisasi, dan struktur tata kelola.
“Semua elemen harus ditingkatkan dan tentunya membutuhkan kebersamaan, perjuangan, pengorbanan tenaga dan pikiran” kata Peraih Penghargaan Peringkat 1 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Sumbar Tahun 2018 itu.

Dalam RPJMD Kabupaten Padang Pariaman, saat ini menargetkan untuk APIP Padangpariaman pada tahun 2022 sudah berada di level III. Artinya, level ini APIP mampu menilai efisiensi, efektivitas, ekonomis suatu kegiatan dan mampu memberikan konsultasi pada tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal.Mantan Kabag Humas itu mengungkapkan agar pengawasan internal semakin baik maka peningkatan SDM inspektorat juga terus dilakukan terutama di bidang pembinaan dan pengawasan. Oleh karenanya, perlu dilaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) substantif dan pengembangan profesi berkelanjutan, serta pelatihan mandiri sebagai bentuk transfer pengetahuan kepada seluruh APIP.“Pengawasan internal yang baik buktinya kita meraih laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak tujuh kali. Yaitu pada 2008, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2019” kata Hendra mengakhiri.(02)