Waka PWNU Sumbar: Warga NU Melayani, Bukan Menguasai Umat

Rabu, 30 Des 2020 | 13:51:55 WIB, Dilihat 1251 Kali

Oleh ari

Waka PWNU Sumbar: Warga NU Melayani, Bukan Menguasai Umat

Baca Juga : Tari Luak Limo Puluah Koto tampil d TMII Jakarta


Sitinjausumbar.com – Wakil Ketua PWNU Sumatera Barat Dr. Asyari Hasan, SHI, M.Ag, CM mengingatkan warga NU di Kabupaten Pasaman agar melayani umat, bukan menguasai umat. Hal ini sangat penting menjadi perhatian warga NU agar tidak menjadi masalah di tengah umat.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PWNU Sumatera Barat Asyari Hasan, Selasa (29/12) malam pada kegiatan Lailatul Ijtima’ PCNU Kabupaten Pasaman, di Durian Kadap II, Kecamatan Padang Gelugur, Pasaman. Hadir Rais Syuriah PCNU Pasaman Ahmad Nawawi, Ketua Tanfidziyah Asrial Arfandi Hasan dan warga NU lainnya.

Menurut Asyari, melayani umat maksudnya bagaimana NU mampu menjawab kebutuhan dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di tengah umat. Melalui gerakan dan semangatnya, NU terus berupaya hadir di tengah umat.

“Sedangkan menguasai umat, itu berarti warga NU dan umat hanya dijadikan untuk komoditas politik, kekuatan politik, termasuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah. Ini jelas   bertentangan dengan NU. Karena itu, warga NU jangan sampai menguasai umat,” kata Asyari yang baru saja terpilih sebagai Anggota Bidang pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat 2020-2025 ini.

Asyari juga  menyayangkan masih ada warga yang mengaku NU, tapi dalam kesehariannya tidak mencerminkan sikap seorang warga NU.  Sedikit-sedikit langsung marah.  Contohnya, pemikirannya NU, tapi gerakannya bukan NU. Begitu juga ada yang gerakannya NU, tapi pemikiran tidak NU. Bisa jadi berpikiran seperti ISIS.

“Bahkan tidak sedikit yang mengaku NU, tapi semangatnya juga menyudutkan ulama-ulama NU. Mereka juga terbawa arus informasi melalui media sosial yang sengaja disebarkan untuk membunuh karakter ulama NU. Sebaliknya, juga bersimpati dengan tokoh agama yang semangatnya anti dengan ulama-ulama NU,” tutur Asyari dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Selain itu, kata Asyari, warga NU haruslah tetap berpegang teguh kepada  konsep  pemahaman Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). Selalu bersikap tawasuth, tasamuh, tawazun dan adil. Tawasuth bersikap moderat yakni sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam.

Tawazun (seimbang), sebuah keseimbangan sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia memperhitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang dan proporsional. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan santun,” kata Asyari.

Asyari juga menyentil soal ucapan Natal yang pro dan kontra. Kenapa mengucapkan selamat Natal saja dikatakan ikut agama lain. Ucapan Natal kepada sesama anak bangsa yang berbeda keyakinan bukan berarti dia otomatis menjadi pemeluk agama Kristen.

”Ibarat seseorang menirukan suara kambing, membebek. Apakah  orang yang meniru suara kambing jadi kambing, kan tidak. Begitu juga seseorang yang meniru bunyi burung peliharaannya, apakah si empunya langsung juga jadi burung, kan tidak. Harus ada cara pandang lain agar bisa memahami satu sama lain, ” kata Asyari mengakhiri. (02)    

 



Tari Luak Limo Puluah Koto tampil d TMII Jakarta
  • Tari Luak Limo Puluah Koto tampil d TMII Jakarta

    Minggu, | 06:02:16 | 942 Kali


  • Penerima Beasiswa Bantuan dari Rumah Peradaban Brebes Adakan Silaturahmi
  • Penerima Beasiswa Bantuan dari Rumah Peradaban Brebes Adakan Silaturahmi

    Selasa, | 13:16:36 | 886 Kali


  • Ketua PW Fatayat NU Lampung: Fatayat NU Harus Mandiri Secara Ekonomi
  • Ketua PW Fatayat NU Lampung: Fatayat NU Harus Mandiri Secara Ekonomi

    Senin, | 06:18:51 | 1126 Kali


  • Program Smart Village Penunjang Kemajuan Kampung Tanggulangin Lampung Tengah
  • Program Smart Village Penunjang Kemajuan Kampung Tanggulangin Lampung Tengah

    Jumat, | 17:38:59 | 937 Kali


  • Walikota Sawahlunto Ajak PWI Sawahlunto Berkontribusi Positif Membangun Masyarakat
  • Walikota Sawahlunto Ajak PWI Sawahlunto Berkontribusi Positif Membangun Masyarakat

    Minggu, | 19:02:32 | 809 Kali