Totalitas Dalam Ibadah
Oleh: Sidi  Tasrif

Selasa, 28 Mei 2019 | 07:55:36 WIB, Dilihat 211 Kali

Oleh ari

Totalitas Dalam Ibadah

Baca Juga : Dua-Dua Mei


“Dan sebutlah  Nama  RabbMu dan  beribadahlah kepadanya  dengan sepenuh  hati.” (QS.  Al-Muzzammil :  8 )

Beribadah  dengan   bersungguh-sungguh  merupakan harapan  kita  bersama, sehingga   kita  dapat  memberikan  keberkahan akan apa  yang  diperbuat  selama  ini. Dengan  ketulusan dan keikhlasan  karena  Allah  secara  penuh  dapat  memberikan  kebaikan  akan  apa  yang  kita  lakukan.

Di dalam hadis  Nabi,  yang Diriwayatkan   dari  Anas  ra.  Bahwa  Nabi  SAW   dalam hadits  Qudsi  bersabda: “Jika  seorang  hamba  mendekat  kepadaku  sejengkel, niscaya Aku  akan  mendekat kepadanya  sehasta. Jika  dia  mendekat  kepadaku sehasta, niscaya  aku  akan mendekat  kepadanya  satu depa.  Jika  dia   mendatangiku  dengan  berjalan niscaya  Aku  akan  mendatanginya   dengan berlari.”  (HR. Bukhari).

Sungguh sangat  luar biasa  sekali  apabila  kita  selalu   melaksanakan  ibadah dengan  bersungguh-sungguh  sehingga  dapat  memberikan  pengaruh  yang  sangat  besar  bagi  diri manusia  itu  sendiri.

Apalagi dibulan  suci  Ramadhan ini,  bulan yang  senantiasa  melakukan amal kebaikan  sebanyak  mungkin.  Menjaga  hati   dari sifat sombong, riya  dan sum’ah  ketika  mendengar    pujian  manusia.  Sebab, sifat –sifat  tersebut  dapat  meruntuhkan   amal-amal  yang  telah  kita  kerjakan.

Ibnu Mas’ud  mengatakan “  Sebaiknya  seorang  penghafal  Al-Qur’an  itu  terbangun  ketika  manusia   terlelap dalam  tidurny,  bersedih  ketika  manusia   bergembira  ria, menangis  ketika  manusia  tertawa,  diam  ketika   manusia  banyak  bicara  da  khusyuk  ketika  manusia    lalai  dalam  kesibukannya.”

Alangkah  baiknya  kita  melakukan amal  sholeh  diantaranya  menghafal  Al-Qur’an .

“Barangsiapa membaca  satu huruf  dari  Kitabullah (Al-Qur’an),  maka   baginya  satu  pahala   kebaikan   dan satu  pahala  kebaikan  akan dilipatgandakan  menjadi  sepuluh  kali  lipat. Aku  tidak  mengatakan   ‘alif laam miim ‘  itu satu  huruf,  tetapi  ‘alif’  satu  huruf,  ‘laam’ satu huruf dan miim  satu  huruf.”  (HR. Tirmidzi).

Di dalam  hadis  lain dikatakan:

“Bacalah Al-Qur’an,  karena  ia  akan    datang    dengan memberi  syafa’at  kepada  para  pembacanya  pada   hari  kiamat  nanti.  Bacalah  Zahrawain,  yakni  surat  Al-Baqarah  dan  Ali  Imran,  karena  keduanya   akan datang  pada  hari  kiamat  nanti  seperti  dua tumpuk  awan    menaungi  pembacanya   atau  seperti  dua  kelompok  burung  yang sedang  terbang   dalam  formasi  hendak  membela   pembacanya .  Bacalah  Al-Baqarah,  karena  dengan membacanya   akan memperoleh   barokah, dan   dengan tidak  membacanya   akan menyebabkan  penyeselan, dan  pembacanya  tidak  dapat  dikuasai  (  dikalahkan )   oleh  tukang-tukang  sihir. “ (HR. Muslim)

Kesempatan  yang  tidak  kita  sia-siakan,  selalu    melakukan  amal sholeh    dan    mengingatNya  dalam  kondisi  apapun.  Karena  dengan  mengingatnya  hati  kita  semakin  tenang  dan  bersih.

Allah  SWT  berfirman:

“Maka  ingatlah  kepadaku,   Aku pun  ingat  kepada  kalian. Bersyukurlah  kepadaku,  dan janganlah   kalian  ingkar  kepadaku.”  (QS.  Al-Baqarah  ayat  152).

Perbuatan  yang  kita  lakukan  dengan selalu  penuh  ketulusan, Allah  berikan  pahala  yang besar.  Hal  ini  diawali  dengan  niat  yang  ikhlas  karena  Allah  SWT,  dengan keikhlasan  yang   kita  lakukan  akan  mendapatkan balasan  yang  setimpal  dari  apa  yang  kita  perbuat.

Banyak  diantara   kita  lalai  bahkan ingkar  kepadaNya.  Mereka  lebih  mementingkan  duniawi  dan  lupa  kepada  akhirat.  Padahal,  harapan    kita  terhindar  dari  azab  Allah  dengan  mendapatkan  keselamatan  di dunia  dan  di akhirat  kelak.

Didalam  Al-Qur’an  telah  digambarkan  oleh  Allah,  orang-orang    yang  membersihkan diri  dengan selalu   ingat  kepadaNya  dan sholat.  Namun, ada  pula  yang    lebih  memiliki   dunia  semata.

“Sesungguhnya    beruntunglah  orang-orang  yang  membersihkan  diri  (  dengan  beriman),  dan dia  ingat  nama  Tuhannya,  lalu  dia  sholat. Tetapi  kamu  (orang-orang  kafir)  memilih  kehidupan  duniawi.  Sedang  kehidupan akhirat  adalah  lebih  baik    dan lebih kekal.”  (QS.  Al-A’la ayat  14-  17  )

Supaya  azab  Allah  tidak menimpa  seorang  hamba   yang  lalai  dan jauh kepadanya,  tentu  berusaha  sebaik  mungkin meningkatkan  ibadah  yang  kita  laksanakan.   Dan mempertebal  keimanan  kita  dengan   melakukan /menebar  kebaikan serta   memperbanyak  hafalan  Al-Qur’an.

Sebab,  penghafal  Al-Qur’an    tetap  memperoleh   keistimewaan  dan  keutamaan  dibandingkan dengan  yang  lainnya,  sebagaimana  disebutkan  dalam hadis:

“Barangsiapa  membaca  Al-Qur’an  dan  menghafalkannya,  maka   Allah  akan memasukkannya    ke  dalam  surga   dan  ia  bisa  memberi syafa’at  kepada    sepuluh  dari  keluarganya  yang  seharusnya  masuk  neraka.” (HR.  Ibnu  Majah).

Betapa sangat  luar  biasa  sekali,  orang  yang  selalu  mengamalkan  ayat-ayat  Allah   akan  dibimbing   menuju  taman-taman sorga.

Apa  yang disampaikan  oleh  Abu Musa  Al-Asya’ari  sebagai renungan bagi  manusia,  dalam  ungkapannya  mengatakan: “ Al-Qur’an  bisa  menentukan  pahala  bagimu,   dan bisa  juga  menentukan dosa  bagimu,  maka  ikutilah dia  dan   janganlah  kamu  jadikan Al-Qur’an   sebagai  musuhmu,  karena    barang siapa   mengikuti ajaran  Al-Qur’an   yakni  dengan mengamalkannya,  maka  ia  akan   dibimbing   menuju taman-taman  surga   dan  barangsiapa  tidak  mengikuti  ajaran   Al-Qur’an ,  yakni  tidak  mengamalkan  ajaran  yang  terkandung  di dalamnya,   maka  ia  akan digiring  menuju  neraka.”

Untuk itu  jadikan  Al-Qur’an  sebagai  petunjuk  bagi   manusia    untuk   menjalankan  kehidupan  yang  fana  ini.   Orang  yang  selalu  membaca,  menghafal,  memahami,  mengamalkan  serta  mengajarkan  kepada  orang  lain,  menjadi  orang  yang  terbaik   dibandingkaan  dengan yang  lain.

Tentu,  kembali   kepada  diri kita  sendiri.  Sesuatu  yang  kita  lakukan  sesuai  dengan  nawaitu kita  sendiri.  Peran  niat  sebagai  motor  penggerak    dalam    mencapai  sebuah  tujuan.  Niat   menjadi  perisai  dan  pengaman  dari  penyimpangan-penyimpangan  saat  berusaha  mencapai  cita-cita.  Niat  yang ikhlas  semata-mata  mengharap   ridha-Nya     akan   menjadi  kesenangan dan  kebutuhan   bukan dijadikan beban  hidup.

Di dalam hadis  dinyatakan:

“Semua  perbuatan  tergantung  pada  niatnya, dan  (balasan)  bagi  tiap-tiap  orang  (tergantung)  apa  yang diniatkan.  Barangsiapa  niat  hijrahnya  karena  dunia  yang ingin  digapainya  atau  karena  seorang    perempuan  yang ingin dinikahinya,  maka  hijrahnya  adalah kepada  apa  dia diniatkan.”  (HR. Bukhari).

Ketulusan  dan  keikhlasan  itulah  yang  menjadikan  kita  orang  yang selalu  istiqamah  dalam menjalankan segala  aktifitas  hidup,  sehingga  dapat  membawa  keberkahan  di  dunia  dan  di akhirat  kelak.

Wallahu a’lam bisshowwab

Pariaman,  27  Mei  2019/  22  Ramadhan 1440 H



Dua-Dua Mei
  • Dua-Dua Mei

    Selasa, | 07:48:07 | 279 Kali


  • Polres Payakumbuh Libatkan Polcil Mengatur Lalin
  • Polres Payakumbuh Libatkan Polcil Mengatur Lalin

    Selasa, | 07:38:01 | 171 Kali


  • Mahasiswa Bidikmisi IAIN Bengkulu Susun Tiga Buku
  • Mahasiswa Bidikmisi IAIN Bengkulu Susun Tiga Buku

    Selasa, | 07:33:44 | 248 Kali


  • Khatam Alquran, Bupati Padang Pariaman Langsung Berikan Uang
  • Khatam Alquran, Bupati Padang Pariaman Langsung Berikan Uang

    Selasa, | 07:10:56 | 170 Kali


  • Kuatkan Bengkulu Kota Religi dan Pendidikan, IAIN Bengkulu Bertransformasi Menjadi UIN
  • Kuatkan Bengkulu Kota Religi dan Pendidikan, IAIN Bengkulu Bertransformasi Menjadi UIN

    Selasa, | 07:00:09 | 212 Kali