Tarik Menarik Siapa Presiden Terpilih 2019
Oleh : Awaluddin Awe, wartawan senior

Rabu, 13 Mar 2019 | 13:54:03 WIB, Dilihat 93 Kali

Oleh ari

Tarik Menarik Siapa Presiden Terpilih 2019

Baca Juga : Klub Renang Nan Tongga Gelar Kejuaraan Renang Kelompok Umur


Sampai hari ini kita masih belum bisa memastikan siapa diantara dua capres yang bersaing di pilpres 2019 yang akan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden sampai 2024.

Sampai hari ini kita baru sampai pada tahap merasarasakan atau memperkirakan atau juga measumsikan berdasarkan fakta lapangan, fakta gambar, video, berita dan kata katanya. Dan satu lagi kata survey.

Dan sampai hari ini belum ada satu sumber pun yang dapat kita pakai untuk mengukur peta pemenangan kedua capres ini. Sebab apa setiap kali diajukan satu statistik dianggap tidak benar dan berpihak.

Kini orang menilai kemenangan itu dilihat dari jumlah massa yang hadir dalam pertemuan dengan capres dan cawapres. Kedua duanya juga punya posisi yang sama. Ada di satu tempat dihadiri puluhan ribu massa tetapi ada juga yang ditolak hadir.

Tetapi satu hal yang dapat kita pegang adalah fakta survey. Dari sepuluh survey dalam negeri dan satu lagi dari luar negeri yakni Roy Morgan, Mereka meramal Jokowi Makruf Amin sebagai pemenang. Prabowo sangat tercecer jauh, salah satunya oleh pemilih pedesaan.

Artinya magnitudo Prabowo yang heroik dan Sandi Uno yang supel tidak mampu merangsang selera wong ndeso untuk memilih mereka. Ada apa dan kenapa, salah satunya adalah karena program kerja Jokowi sebagai petahana sudah dirasakan rakyat pedesaan.

Kekalahan Jokowi di pemilih kota adalah karena faktor penampilan dan berkata katanya yang dianggap dibawah Prabowo. Pemilih Prabowo memang lebih mengkedepan faktor kecerdasan yang terlihat dalam pidato Prabowo.

Dan memang dalam urusan bercakap cakap dan berpidato Prabowo kesannya lebih menjual dibandingkan Jokowi yang selalu berkata main skak habis saja.

Lalu bagaimana melihat posisi kemenangan kedua capres ini?Saya punya satu pandangan saja. Yakni kemana arah dukungan pemilih NU, Muhammadiyah dan pemeluk agama lainnya?

Kenapa parameter ini yang saya pakai. Sebab hanya parameter ini yang lebih jujur dan terbukti mumpuni.

Di atas kertas seharusnya Jokowi Makruf Amin lebih diuntungkan dengan hubungannya dengan NU dan Muhamaddiyah serta pemeluk agama lain.

Alasannya, saat ojtima para ulama, Muhamadiyah tidak memberikan dukungan. Begitu juga dengan NU. belakangan diketahui ijtima ulama difasilitasi oleh ormas Islam yang pernah dilarang pemerintah.

Jika dukungan NU dan Muhamadiyah masif sampai hari H pemilihan maka Jokowi Makruf Amin jadi presiden dan wapres. Jika kedua kubu ini terbelah maka Prabowo Sandi yang akan jadi presiden dan wakil presiden.

NU adalah ormas Islam yang sudah mengakar ke tengah masyarakat. Pendukung ormas ini sangat fanatik. Jemaahnya rela mati demi agama dan pemimpin mereka. Secara SDM jemaah NU sangat terlatih baik secara fisik dan rohani. Keyakinan mereka sangat sulit digoyahkan.

Muhamadiyah sebagai ormas Islam modern dengan pandangan kritis dan tajam juga tak gampang ditaklukan oleh Amien Rais maupun oleh Din Syamsuddin yang keduanya pernah memimpin DPP Muhammadiyah. Terbukti sampai hari ini sikap Muhamaddiyah terhadap ijtima para ulama tidak berubah yakni tidak bersama kelompok itu di dalam pilpres.

Malahan Muhamaddiyah memberikan garis pemahaman yang jauh lebih bijak melihat dinamika pilpres yakni tidak perlu mengambil langkah seperti dilakukan ulama ijtima. Bahwa proses pemilihan itu ada di tangan umat. Umat diberikan keleluasaan dalam menentukan pilihan dalam bentuk istiqomahnya calon pemimpin itu.

NU dan Muhammadiyah harus diakui memberikan refresentasi atas sikap umat Islam di Indonesia. Kelompok yang berada di dalam barisan ijtima ulama belum bisa dikatakan mewakili kepentingan umat Islam. Sebab dinamika yang dibangun FPI, HTI dan Wahabi lebih dominan kepada kepentingan ideologisnya bukan nilai nilai Islamiah secara keseluruhan yang hidup dan mekar di hati umat.

Islam dalam pemahaman umat adalah bukan Islam melawan pemerintah dan hanya menjelek jelekan pemerintah. Secara fungsional ormas Islam yang didukung umat itu adalah yang menjaga dan memelihara kerukunan umat. Hubungan ormas Islam yang terbangun itu adalah saling menjaga dan memahami fungsi sosial dan politik masing masing.

Umat Islam Indonesia tidak berpikir radikal tentang negara dan situasi pemimpinnya. Jika ada sesuatu yang tidak disukai dari seorang presiden mereka lawan dengan dengan silaturahmi dalam rangka membicarakan kedudukan masing masing.

Alhamdulillah selama ini tidak terjadi masalah yang besar antara pemerintah dengan NU dan Muhamadiyah. Jika pun pernah terjadi sengketa dapat diselesaikan dengan cara bijak.

Pemeluk agama lain pun lebih melihat kepada gerak gerik NU dan Muhamaddiyah dalam melihat masalah kebangsaan, termasuk pilpres. Sebab apa karena mereka lebih nyaman bersama NU dan Muhamaddiyah dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Umat Islam Indonesia tidak terbiasa dengan pandangan skeptis dan radikal dalam melihat persoalan bangsa. Dalam tataran debat ya tapi tidak dalam bentuk menghasut memfitnah dan menghujat. Bagi kaum tradisional dan modern di Indonesia penyelesaian masalah kebangsaan sangat dipercaya bisa diselesaikan di tingkat termasuk oleh NU, Muhamadiyah dan agama lainnya. Masalah kebangsaan tidak bisa selesai dengan cara mengadu domba rakyat. Sebab rakyat Indonesia sudah puas dijajah oleh Belanda dan mereka tidak mau lagi di adu domba apalagi dengan dalih agama.

Tindakan dan tata cara membawa kelompok ulama dalam forum pemenangan pilres secara terbuka untuk capres tertentu hanya satu bentuk jual murah agama dalam persaingan politik.

Dan itu tidak diminati oleh umat Islam dominan di negeri ini.



Klub Renang Nan Tongga Gelar Kejuaraan Renang Kelompok Umur
  • Klub Renang Nan Tongga Gelar Kejuaraan Renang Kelompok Umur

    Rabu, | 09:57:20 | 17 Kali


  • KPUD Padang Pariaman Akui Peran Penting Media Sukseskan Pemilu 2019
  • KPUD Padang Pariaman Akui Peran Penting Media Sukseskan Pemilu 2019

    Rabu, | 09:50:33 | 21 Kali


  • Rektor IAIN Parepare, Racana Pramuka Harus Kembangkan Semangat Kebangsaan
  • Rektor IAIN Parepare, Racana Pramuka Harus Kembangkan Semangat Kebangsaan

    Rabu, | 09:48:34 | 20 Kali


  • Meski Baru, Prestasi SMK Maarif 5 Kotagajah Lampung Tengah Membanggakan
  • Meski Baru, Prestasi SMK Maarif 5 Kotagajah Lampung Tengah Membanggakan

    Selasa, | 20:20:35 | 26 Kali


  • Kuatkan Kapasitas Kader Fatayat NU Lampung Tengah Dengan Public Speaking dan MC
  • Kuatkan Kapasitas Kader Fatayat NU Lampung Tengah Dengan Public Speaking dan MC

    Selasa, | 20:11:53 | 20 Kali