Suka Duka Mahasiwa dalam Mengikuti Perkuliahan Daring
Oleh: Rahmi Janur (Mahasiswa dan dosen pembimbing KKN FIB Unand di  Nagari Sintuk)

Selasa, 28 Jul 2020 | 07:15:19 WIB, Dilihat 103 Kali

Oleh ari

Suka Duka Mahasiwa dalam Mengikuti Perkuliahan Daring

Baca Juga : Nilai, Prinsip dan Kriteria Teman Yang Baik Dalam Perspektif Islam


Krisis yang terjadi di dunia saat ini akibat munculnya Covid-19 telah memberikan berbagai perubahan mendasar pada kehidupan sosial masyarakat. Salah satu yang patut disoroti adalah dalam bidang pembelajaran pada tingkat mahasiswa, dimana telah nampak terjadi perubahan secara mendasar. Mahasiswa merupakan salah satu status sosial yang disandang oleh orang-orang yang menempuh pendidikan tingkat tinggi, yang juga sarat dengan keilmuan maupun sisi intelektualnya. Pemikiran mahasiswa yang cenderung maju dan kerapnya melakukan aksi sosial, menjadikan mahasiswa sebagai jembatan penghubung bagi perkembangan kehidupan masyarakat luas.

Eksistensi mahasiswa menjadi dikhawatirkan, sehingga hal ini mengancam terbentuknya generasi intelektual yang berkualitas. Mengingat saat ini pola interaksi dan pembelajaran pada mahasiswa menjadi berbeda, serta mereka juga berada dalam tahap penyesuaian. Hal ini dapat disimpulkan sebagai suatu permasalahan kompleks, tentang realitas sosial yang telah terjadi dan diprediksi pada kalangan mahasiswa. Maka dari itu, pola pembelajaran online merupakan sesuatu yang tak boleh habis untuk dikaji. Penerapan kuliah daring ini memiliki suka duka tersendiri yang dialami oleh mahasiswa . Duka yang bisa dialami mahasiswa yaitu bisa berupa susahnya jaringan. Hal ini membuat mahasiswa sulit untuk mengikuti kuliah online.Penulis sebagai mahasiswa KKN tematik 2020 Fakultas Ilmu budaya turut langsung mendengarkan suka duka mahasiwa dalam mengikutik kuliah daring.

Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menutup perkuliahan tatap muka, dan menggantinya dengan kuliah daring atau kuliah online, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).Tidak semua senang dengan kebijakan tersebut. Beberapa mahasiswa menceritakan suka duka pembelajaran online.

Amirah (21) mahasiswi IAIN Bukittinggi ikut merasakan suka duka kuliah online. Sukanya adalah ia tidak perlu tatap muka langsung dengan dosen tetapi tetap bisa mengikuti perkuliahan. Contohnya ia tidak perlu menemui dosen ke kelas. Duka yang ia rasakan yaitu gaptek (gagap teknologi). Dia mengaku, awalnya gagap teknologi (gaptek) saat akan memulai kuliah online. Gaptek ini dirasakannya sebagai mahasiwa yang biasanya tidak pernah mengikuti kuliah daring seperti saat sekarang ini, serta teman-temannya. Ia sendiri kemudian seharian belajar menggunakan aplikasi e-learning yang disiapkan oleh kampus.Berkali-kali Amirahmembaca modul panduan penggunaan dan mempraktikkannya. Kedua, Terkendala koneksi internet. Internet adalah tiang kuliah daring, dimana kuliah melalui media online yang memakai sarana internet yang membutuhkan jaringan yang harus bagus (tidak terkendala). Namun hal ini sering sekali dirasakan oleh para mahasiswa yang tinggal diperkampungan. Kampung mereka kebetulan juga diperdalaman atau terpencil masalah atau kendala yang sering dialami adalah masalah koneksi internet (jaringan). Apalagi di awal-awal terkendala server internet, sehingga sering tidak connect.“Koneksi server kurang memadai, kadang-kadang tidak connect. Ini kendala juga. Sekarang ini sudah lancar saja, mungkin karena sudah pandai cara menggunakannya,” sebut Amirah. Ketiga, kurangnya biaya. Maksudnya disini ialah untuk mengikuti kuliah online memerlukan kuota internet. Kuota internet yang biasanya tidak terlalu banyak memakan kuota dengan adanya kuliah online menambah biaya pengeluaran yang cukup besar untuk membeli kuota internet. Tentu saja pada saat pandemi ini penghasilan relatif menurun dan pengeluaran semakin meningkat.

Selanjutnya yang ikut merasakan suka duka kuliah online adalah Lidya (20)  mahasiswa Universitas Negeri Padang mengatakan suka duka dalam kuliah online. Sukanya yaitu ia bisa meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabatnya serta bisa beristirahat tidak terlalu sibuk mengikuti perkuliahan yang semakin padat karena sudah menjadi mahasiswa akhir. Ia termasuk jarang berkumpul dengan keluarga karna sibuk dengan kegiatan masing-masing di luar rumah. Akan tetapi ia juga merasakan dukanya kuliah online, sama seperti amirah. Kendala yang dihadapi Lidya juga masalah Koneksi Internet. Namun Lidya tidak tinggal diperkampungan atau dipedalaman sekali. Askes internet cukup mudah didapatkan. Yang menjadi kendala dalam perkuliahan daring bagi Lidya adalah Kouta Internet. Lidya salah satu orang yang suka bermain sosial media. Adanya kuliah daring menambah biaya pembelian kouta internet dimana kouta saat ini sangat dibutuhkan dalam kuliah online.Kendala selanjutnya adalah pembagian waktu dan tugas yang bertubi-tubi. Kurangnya pemahaman saat pengerjaan tugas adalah salah satu kendala yang dirasakan seluruh mahasiswa terutama mahasiswa tingkat akhir. Kuliah online sebenarnya tidak menjamin perkembangan mahasiswa, dimana mahasiswa yang malas akan tambah malas dengan adanya kuliah online tersebut. Sebagian mahasiswa mempergunakan waktu libur ini untuk bermain dan bermalas malasan. Lidya salah satu mahasiwa yang termasuk mahasiwa yang sedikit pemalas dan tidak ingin ribet. Ia lelah dengan tugas-tugas yang banyak diberikan oleh dosen. Contohnya ia harus mengerjakan tugas 3 mata kuliah dalam sehari.

Berdasarkan yang disampaikan Lidya ada suka dan duka yang ia rasakan. Jadi disini dapat dilihat kuliah online tidak hanya memberikan efek negatif pada mahasiswa namun ada juga efek positifnya. Lidya masih merasakan syukur atas efek positif yang diberikan seperti ia dapat berkumpul dengan keluarganya karena selama ini ia dan keluarganya sering sibuk dengan urusan masing-masing dan hanya sekali seminggu dapat berkumpul bersama keluarganya sebelum wabah Covid 19 menyerang.

Selanjutnya ada Iqbal (19) mahasiswa Universitas Bung Hatta juga mengutarakan suka dan dukanya pada perkuliahan online . Sukanya terhadap kuliah online yaitu ia tidak perlu datang jauh-jauh ke kampus yang  berada di Padang yang mana ia tetap bisa mengikuti pelajaran melalui di rumahnya di Sintuk . Lalu, duka yang ia rasakan yaitu ia juga kurang paham dengan materi yang di berikan dosennya karena penjelasan dengan waktu yang terbatas. Contohnya ia belajar tentang menghitung, karna dosen menjelaskan terlalu cepat sehingga ia kesulitan memahaminya.

Pembelajaran daring memang merupakan soslusi yang baik untuk menghentikan penyebaran Covid-19 karena disini mahasiwa tidak perlu keluar rumah untuk melaksanakan kuliahnya. Akan tetapi keputusan tersebut juga menimbulkan suka dan duka yang dirasakan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa menyampaikan keluh kesahnya atas kuliah online. Semua suka duka yang disampaikan oleh beberapa mahasiswa tersebut  perlu menjadi pertimbangan oleh pemerintah untuk memberikan solusi yang tepat atas kebijakan perkuliahan daring guna menghindarkan mahasiwa  stress di masa pandemi Covid-19 ini.

Mulai dari keluhan-keluhan tadi pemerintah perlu memberikan peraturan-peraturan untuk instansi-instansi pendidikan agar lebih memerhatikan mahasiswanya agar tidak stress dalam mengahadapi masa pandemik ini, seperti memberikan bantuan dana untuk biaya kuota mahasiswa dalam mengikuti kuliah online atau daring karena dengan bantuan tersebut mahasiswa tidak akan terlalu terbebani oleh biaya yang cukup mahal untuk pembeliah kuota, lalu mengingatkan pada dosen-dosen instansi- instansi perguruan tinggi agar tidak memberatkan mahasiswa dengan tugas-tugas yang sulit dan banyak karena dengan banyaknya tugas akan membuat mahasiswa kelelahan bahkan bisa membuat mahasiswa stress yang akan membuat stamina dan daya tahan tubuhnya turun, selanjutnya lebih dominan memberikan penjelasan materi, maksudnya disini yaitu dosen menjelaskan langsung kepada mahasiswa melalui media atau perangkat dengan cara video call dimana zaman ini sudah banyak aplikasi-aplikasi pendukung dalam melaksanakan kuliah daring. Sebaiknya para dosen memberikan tenggat waktu yang longgar dan sesuai jadwal yang telah disepakati pada mahasiswanya dalam mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan sehingga mahasiswa-mahasiwa tidak keteteran dalam mengerjakannya.

Sehingga apabila solusi itu diterapkan akan dapat membantu mahasiswa menenangkan pikiran dan tenaganya dari perkuliahan online atau daring di masa pandemi Covid-19 ini. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga seluruh masyarakat dan mahasiswa dapat menjalankan aktivitasnya seperti semula.



Nilai, Prinsip dan Kriteria Teman Yang Baik Dalam Perspektif Islam
  • Nilai, Prinsip dan Kriteria Teman Yang Baik Dalam Perspektif Islam

    Selasa, | 07:09:40 | 144 Kali


  • Yuni Chandra: Pertama di Sumbar, AMPI Kota Pariaman Gelar Musda
  • Yuni Chandra: Pertama di Sumbar, AMPI Kota Pariaman Gelar Musda

    Selasa, | 06:56:31 | 191 Kali


  • Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Sharing Session Online BPK Sumbar
  • Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Sharing Session Online BPK Sumbar

    Selasa, | 06:40:53 | 160 Kali


  • Tokoh Masyarakat Sikabau Laporkan KPU Dharmasraya
  • Tokoh Masyarakat Sikabau Laporkan KPU Dharmasraya

    Selasa, | 06:28:55 | 100 Kali


  • Wako Pariaman: Sampaikan Penyelamatan Keuangan dan Aset Perlu Penertiban
  • Wako Pariaman: Sampaikan Penyelamatan Keuangan dan Aset Perlu Penertiban

    Senin, | 19:22:18 | 42 Kali