Sembelih Sapi Betina Produktif Bisa Dipidana

Jumat, 15 Mar 2019 | 06:00:24 WIB, Dilihat 110 Kali

Oleh ari

Sembelih Sapi Betina Produktif Bisa Dipidana

Baca Juga : Dinas Pendidikan Payakumbuh Adakan Pelatihan Pola Asuh Orang Tua Siswa SD dan SMP


Payakumbuh, Sitinjausumbar.com –  Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pertanian Kota Payakumbuh menghimbau dan memperingati para peternak sapi di Kota Payakumbuh untuk tidak melakukan penyembelihan sapi betina Ruminansia Produktif. 

Saat ini sudah ada aturan yang menjerat peternak ke ranah pidana jika tetap menyembelih sapi Ruminansia Betina Produktif. 

Untuk pengawasannya, pihak kepolisian akan ditempatkan di Rumah Potong Hewan, Pasar Ternak dan Peternakan Swasta. Ini langkah untuk menjaga dan mengembangkan populasi sapi di Sumbar yang setiap tahun terus menurun. 

“Ini langkah pemerintah untuk mempertahankan dan menambah populasi sapi. Jika terjadi penurunan populasi, maka potensi import daging akan semakin besar,” kata Kabid Keswan dan Kesmavet Pemprov Sumbar, M Kamil saat Sosialisasi dan Advokasi Pengawasan Pemotongan Ruminansia Betina Produktif di Bakinco Resto, Kota Payakumbuh, Kamis (14/03/2019). 

Dijelaskannya, bagi masyarakat dan peternak yang menyembelih sapi Ruminansia betina Produktif telah melanggar UU no 18 tahun 2009 jo UU 41 tahun 2014 tentang larangan menyembelih sapi/kerbau betina produktif. Para pelaku penyembelih bisa dikenakan 1 sampai 3 tahun penjara dan denda antara Rp 100 sampai Rp 300 juta. 

Sedangkan yang menganiaya atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan sapi betina tersebut cacat atau mandul, akan dipidana 1 sampai 6 bulan penjara dan denda Rp 1-5 juta. 

“Aturan ini sengaja dimunculkan kembali ke permukaan karena saat ini Sumatera Barat sedang krisis sapi karena masih banyaknya peternak yang menyembelih sapi Betina Produktif,” kata M Kamil.

Dari data Dinas Peternakan Sumbar, per tahun sekitar 120 ribu ekor sapi dipotong untuk kebutuhan masyarakat Sumbar. Dari angka ini, 30 persen dipotong saat hari raya idul Fitri. Sedangkan yang lainnya dipotong di rumah potong hewan dan pasar ternak. Sedangkan pertahun sapi betina produktif yang dipotong secara sengaja sekitar 25-30 ribu ekor. 

“Jadi setiap tahun Sumbar kehilangan 50-60 ribu ekor sapi. Karena sapi betina produktif setiap tahun bisa melahir. Jika dipotong induknya, yang akan lahir di tahun itu juga akan hilang,” katanya.

Menanggulangi hal ini, Pemprov Sumbar sudah bekerja sama dengan Polda Sumbar untuk menempatkan anggota kepolisian di 13 RPH yang tersebar di Sumbar. Termasuk pasar ternak dan peternakan swasta. Disana dilakukan pengawasan kepada setiap sapi yang akan dipotong. Termasuk saat hari raya korban. Dengan hal ini, diharapkan bisa menurunkan angka penyembelihan sapi betina produktif. 

“Sudah ada kerjasama antara Pemprov dengan Polda Sumbar untuk menempatkan anggota kepolisian untuk mengawasi RPH. Termasuk di beberapa peternakan swasta dan pasar ternak,” katanya lagi. 

Ia juga mengatakan jika tidak ditanggulangi dari sekarang, Sumbar akan menjadi daerah tujuan impor daging dan hal ini akan membuat harga daging bisa melambung tinggi. 

“Jika sudah langka dan daerah tidak bisa lagi menghasilkan daging, alternatifnya adalah import untuk sementara waktu. Jika hal ini terjadi siap-siap harga daging melambung tinggi,” sebutnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Depi Sastra mengatakan dalam target tahun 2019 dinas pertanian Kota Payakumbuh harus menghasilkan populasi sapi sebanyak 7 ribu ekor. 

“Target kami 7 ribu ekor tahun ini. bagaimana bisa sapi betina produktif bisa melahirkan 7 ribu anak sapi. Karena itulah saat ini kami sedang membuat kandang sapi yang cukup luas di beberapa titik di Kota Payakumbuh,” Ucap Depi. 

Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan daging di Sumbar. Pasalnya, kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sudah dijadikan sentral peternakan sapi oleh Pemprov Sumbar. Karena itulah diberikan target untuk bisa meningkatkan populasi sapi,katanya. (Yus)



Dinas Pendidikan Payakumbuh Adakan Pelatihan Pola Asuh Orang Tua Siswa SD dan SMP
  • Dinas Pendidikan Payakumbuh Adakan Pelatihan Pola Asuh Orang Tua Siswa SD dan SMP

    Kamis, | 09:40:50 | 117 Kali


  • Belum Maksimal, Pemko Payakumbuh Revisi Perda Pengelolaan Sampah
  • Belum Maksimal, Pemko Payakumbuh Revisi Perda Pengelolaan Sampah

    Selasa, | 09:14:41 | 107 Kali


  • 270 Unit Rumah di Payakumbuh Dibedah
  • 270 Unit Rumah di Payakumbuh Dibedah

    Selasa, | 08:59:02 | 133 Kali


  • SDN 04 Payakumbuh Gelar Khatam Alquran
  • SDN 04 Payakumbuh Gelar Khatam Alquran

    Selasa, | 08:59:45 | 108 Kali


  • 9 Kali Kota Sehat, Wako Payakumbuh Jadi Pembicara di Tangerang
  • 9 Kali Kota Sehat, Wako Payakumbuh Jadi Pembicara di Tangerang

    Selasa, | 08:51:27 | 126 Kali