Selamat Hari Guru
Oleh : Mustari, M.Pd (Guru MTsN 6 Padang Alai Padang Pariaman)

Selasa, 24 Nov 2020 | 09:04:12 WIB, Dilihat 1650 Kali

Oleh ari

Selamat Hari Guru

Baca Juga : Sudah Zona Kuning, Rabu Depan Siswa Di Payakumbuh Sudah Boleh Masuk Sekolah


Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Sebagai pengajar atau pendidik, guru merupakan salah satu factor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Itulah sebabnya setiap adanya inovasi pendidikan, khususnya dalam kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan, selalu bermuara pada guru. Hal ini menunjukkan bahwa betapa eksisnya peran guru dalam dunia

pendidikan.

Guru mempunyai peran dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan. Guru merupakan tenaga pendidik yang akan menghasilkan anak didik berkualitas dengan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Selain itu, guru mempunyai tugas ganda seperti mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasi peserta didik untuk menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas di masa depan.

Peran guru sebagai seorang pendidik sangatlah penting, terlebih objek yang menjadi sasaran pekerjaannya adalah anak didik yang diibaratkan seperti kertas putih. Gurulah yang akan menentukan apa yang hendak dituangkan dalam kertas tersebut, berkualitas ataupun tidaknya tergantung sejauh mana guru bisa menempatkan dirinya sebagai pendidik yang memiliki kapasitas dan kompetensi professional dalam mengarahkan individu-individu menjadi sosok yang memiliki karakter dan mentalitas yang bisa diandalkan dalam proses pembangunan bangsa.

Hari guru mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi penerus bangsa.

Hari guru adalah hari dimana kita memperingati jasa yang selama ini telah diberikan oleh sang pahlawan tanpa tanda jasa itu. Mereka dengan ikhlas menyampaikan ilmu yang telah mereka peroleh semasa menuntut ilmu.

Tujuan diperingatinya hari  guru ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para guru  dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi di masa depan ditentukan oleh guru.

Sejarah Hari Guru diawali dengan lahirnya PGRI pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya. Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ketangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran.

Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak  “Merdeka”.Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah  guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945  persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :

(1). Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.

(2). Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar

kerakyatan.

(3). Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru  pada khususnya. Sejak Kongres

Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia.

Dalam  dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenaga kerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkanharilahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dandiperingatisetiaptahun.

Penetapan inipun ditegaskan lewat UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan Dosen. Penetapan hari guru Nasional tujuannya adalah untuk mengapresiasi, mendukung dan mendorong kualitas guru Indonesia supaya pendidikan di Indonesia terus maju.

Sepatutnya, pada peringatan hari guru ini kita dapat memetik hikmah yang terkandung dibaliknya, yaitu:

1) Janganlah kita memandang sebelah mata kepada guru. Karena, pada hakikatnya ilmu

yang kita peroleh wajib untuk diamalkan kepada sesama, mereka menyalurkan tenaga dan pikiran mereka kepada anak didiknya, berharap anak didik itu dapat menjadi penerus yang lebih berpengetahuan luas. Betapa mulianya mereka.

2)  Hormatilah, hargailah guru kita.

3)  Amalkan ilmu yang telah kita dapat dari mereka dalam kehidupan sehari-hari .

Semoga PGRI, guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terima kasih guruku

Guruku engkau cahaya yang selalu menerangi setiap kegelapan.

Hanya do’a dan harapan kami semoga ilmu yang kalian ajarkan mendapatkan berlipat  pahala dari Tuhan Yang Maha Esa

Terima Kasih bapak ibu guru, semoga kabaikan hidup menyertai guru semua.

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2020 untuk guru yang mulia, jasa kalian akan kami kenang, tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa. ***



Sudah Zona Kuning, Rabu Depan Siswa Di Payakumbuh Sudah Boleh Masuk Sekolah
  • Sudah Zona Kuning, Rabu Depan Siswa Di Payakumbuh Sudah Boleh Masuk Sekolah

    Selasa, | 09:01:09 | 854 Kali


  • Walikota Payakumbuh Buka Musda DPD LPM Kota Payakumbuh Tahun 2020
  • Walikota Payakumbuh Buka Musda DPD LPM Kota Payakumbuh Tahun 2020

    Selasa, | 08:58:15 | 950 Kali


  • 20 Juru Masak Di Payakumbuh Belajar Dari Akademisi UNP
  • 20 Juru Masak Di Payakumbuh Belajar Dari Akademisi UNP

    Selasa, | 08:56:19 | 825 Kali


  • 52 Pelaku UMKM Kota Pariaman Dapatkan Bantuan Zakat dari Baznas
  • 52 Pelaku UMKM Kota Pariaman Dapatkan Bantuan Zakat dari Baznas

    Selasa, | 08:53:29 | 797 Kali


  • Kemenag Kuatkan Akademik Mahasiswa dengan Riset
  • Kemenag Kuatkan Akademik Mahasiswa dengan Riset

    Selasa, | 08:36:39 | 966 Kali