Revitalisasi Semangat Kepahlawanan Pemuda Indonesia
Oleh : Indah Oktaviani (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas)

Senin, 16 Nov 2020 | 12:48:26 WIB, Dilihat 913 Kali

Oleh ari

Revitalisasi Semangat Kepahlawanan Pemuda Indonesia

Baca Juga : Ketua Panwascam Sintoga Ingatkan PNS Agar Netral Dalam Pilkada 2020


Tanggal 10 November 2020 ini merupakan momentum peringatan hari pahlawan.. Hal itu dilandasi oleh peristiwa pemberontakan arek-arek suroboyo terhadap bangsa kolonial Belanda, yang bersikeras mempertahankan berkibarnya bendera merah putih atas dikibarkannya bendera merah putih biru saat Indonesia sudah dalam keadaan merdeka. Dari peristiwa tersebut membuat para pemuda di Surabaya berinisiasi untuk melakukan melakukan pertempuran terhadap pemerintah belanda. Oleh karena itulah pertempuran besar yang terjadi di Kota Surabaya pada tanggal 10 November  itu ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Momentum peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya bukanlah hanya sekedar momen peringatan hari di mana kita hanya mengingat jasa pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk bangsa ini. Namun, keteladanan para pahlawan ini bisa dijadikan sosok figur bagi generasi penerus bangsa ini. Hal tersebut menjadi sangat penting dalam konteks untuk membangkitkan spirit kebangsaaan yang luntur, maka sosok figur pahlawan dapat dijadikan rujukan untuk terus membangun bangsa ini.

Mengenang, menghargai perjuangan dan pengorbanan serta kesetiaan para pahlawan merupakan salah satu cara bentuk kebanggan kita atas jasa pahlawan. Ada istilah umum yang mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawannya”. Seremonial hari pahlawan ini seharusnya menjadi sebuah fundamental bagi kaum muda untuk melanjutkan perjuangan pahlawan yang terdahulu. Pahlawan tidak harus identik dengan seseorangyang mengangkat senjata,esensi pahlawan yang sebenarnya adalah seseorang yang dapat menjadi panutan dan berwawasan luas dalam menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat jiwa kepahlawanan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pemuda jika ingin Negara kita memiliki martabat nasionalis yang tinggi.Maka sebagaigenerasi penerus bangsa kita harus mampu menghargai dan mengoptimalkan potensi-potensi yang ada didalam bangsa kita ini. Contohnya dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang produktifseperti membuat sebuah karya yang memiliki manfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Pemuda juga harus mampu berada pada garda terdepan menjadi pemersatu bangsa Indonesia di tengah meningkatnya kasus intoleransi antar sesama masyarakat Indonesia pada saat sekarang ini.

Di era Reformasi, refleksi hari pahlawan seakan hanya selesai pada kegiatan seremonial mengibarkan bendera dan kegiatan mengheningkan cipta saja, sehingga substansi menghargai perjuangan para pahlawan terkesan hanya sebagai ajang formalitas belaka saja.Dapat kita amati dalam kehidupan masyarakat saat ini sikap bernegara masyarakat semakin tak mencerminkan perilaku dari seorang pahlawan. Arus westernisasi memang tak pernah lepas dari berbagai sikap kita bernegara, ditambah sikap koruptif, arogansi, dan sentimental semakin memperburuk kondisi kita sebagai bangsa yang merdeka. Kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan terkesanteringat hanya dalam kegiatan seremonial perayaan hari nasional sja, tapi tak pernah diemansipasikan dalam realita fakta yang menunjukkan bahwa kita sedang dijajah secara mental pada saat ini.

Sungguh sangat ironi bila memeringati Hari Pahlawan, tanpa mengambil tauladan dari nilai-nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu sebagai generasi muda, kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan dan kebutuhan zaman. Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan.

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang akan digelar secara daring melalui beragam platform digital. Hal ini sesuai dengan instruksi Menteri Sosial Juliari P. Batubara yang menegaskan agar seluruh kegiatan Hari Pahlawan 2020 berjalan sesuai dengan aturan protokol kesehatan. Kemensos telah menetapkan beberapa nama yang akan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun ini. Mensos mengumumkan ada enam tokoh yang tahun ini akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada perayaan Hari Pahlawan pada 10 November 2020 mendatang.

Pemuda dalam momen Hari Pahlawan haruslah mengingat kembali bahwa kemerdekaan bangsa ini bukanlah hasil dari pemberian negara lain, tetapi hasil dari jerih payah perjuangan hidup dan mati para pahlawan.Peringatan Hari Pahlawan ini sejatinya sebagai refleksidalam membangkitkan kembali semangat kita sebagai pemuda, karena kitalah yang kan mewarisisemangat warisan dari pahlawan kita itu dalam menata segala bidang dalam kehidupan bernegara ini. Dahulu pahlawan melawan penjajah nyata, era kini Indonesia pun masih diajajah namun penjajahan secara tidak langsung dengan dampaknya yang jauh lebih besar yaitu penjajahan lewat platform cyber/digitalisasi, penjajahan produk-produk luar negeri yang secara tidak langsung menjajah dan merusak generasi muda khususnya.

Pemuda Indonesia bisa menjadi pahlawan dengan menorehkan berbagai prestasi, memberikan kemaslahatan untuk orang banyak dan lain sebagainya serta membawa harum nama bangsa hingga ke tingkat internasional. Untuk menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapa saja dengan bentuk aksi-aksi nyata yang dapat memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Aksi nyata tersebut misalnya dengan menolong masyarakat yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi, tidak menyebarkan berita hoaks maupun tindakan anarkis.

Adapun aksi nyata yang telah pemuda Indonesia saat ini yaitu dengan  ikut serta dalam aksi penolakan Omnibus Law Ciptaker, perbuatan tersebut juga mencerminkan sikap seorang pahlawan.Alasan penolakan undang-undang Omnibus Law  Ciptaker antara lain yaitu diciptakannya tidak untuk rakyat kecil melainkan secara terang-terangan justru membuat aturan yang menguntungkan kepentingan para pemilik modal. Sehingga akan merugikan kalangan pekerja atau buruh dan berdampak buruk ke lingkungan. Peran pemuda sangat diperlukan untukberjuang dalam melawan kezaliman negara dan menyelamatkan demokrasi serta melawan oligarki.Sikap pemuda yang kritis dan peduli terhadap kondisi negara seperti inilah yang harus tetap konsisten untuk terus dilakukan. Karena sangat mencerminkan sekali dengan sikap seorang pahlawan yang berjuang dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat

Oleh karena itu,penulis mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjadikan momen hari pahlawan ini sebagai momen untuk merevitalisasi semangat kepahlawanan untuk memperbaiki dan membantu bangsa ini terus bangkit. Supaya peringatan hari pahlawan ini tidak hanya sebagai kegiatan ajang seremonial saja. Jadikanlah momentum ini sebagai api pemicu semangat jiwa kepahlawanan bagi para pemuda agar dapat bersama-sama melanjutkan perjuangan para pahlawan kita dalam menjaga kemerdekaan dan keutuhan NKRI.???***



Ketua Panwascam Sintoga Ingatkan PNS Agar Netral Dalam Pilkada 2020
  • Ketua Panwascam Sintoga Ingatkan PNS Agar Netral Dalam Pilkada 2020

    Senin, | 12:21:53 | 554 Kali


  • Jembatan Rajang Desa Rambai Siap Dukung Sektor Pariwisata Desa di Pariaman
  • Jembatan Rajang Desa Rambai Siap Dukung Sektor Pariwisata Desa di Pariaman

    Senin, | 08:03:12 | 444 Kali


  • Ali Mukhni Tinjau Pembangunan NICU di RSUD Padang Pariaman
  • Ali Mukhni Tinjau Pembangunan NICU di RSUD Padang Pariaman

    Senin, | 07:59:11 | 462 Kali


  • Plt. Wako Pariaman Canangkan BBGRM Desa Rambai Kota Pariaman
  • Plt. Wako Pariaman Canangkan BBGRM Desa Rambai Kota Pariaman

    Senin, | 07:56:26 | 451 Kali


  • Anggota DPD RI Leonardy Siap Fasilitasi Terwujudnya Embung Talao Toboh Ketek
  • Anggota DPD RI Leonardy Siap Fasilitasi Terwujudnya Embung Talao Toboh Ketek

    Senin, | 07:50:35 | 506 Kali