RESENSI BUKU: Mewujudkan Dakwah Islam Damai di Tengah Umat
Peresensi : Rabiah Al-Adawiyah Arni Putri (Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung)

Rabu, 30 Des 2020 | 13:47:55 WIB, Dilihat 1617 Kali

Oleh ari

RESENSI BUKU: Mewujudkan Dakwah Islam Damai di Tengah Umat

Baca Juga : Sukseskan Pilkada, PPK dan PPS Sintoga Sumbangkan Al-Quran ke TPA Surau Diaur


Setelah berdirinya Islam di Madinah, organisasi dakwah Rasulullah SAW terus berkembang karena pada saat itu, Rasulullah bukan saja seorang juru dakwah akan tetapi juga seorang administrator satu negara baru yang ikut berperan menjaga dan menyebarkan dakwah.

Menurut (Siddiqui, 1993:53), pendirian Negara Madinah bukan tujuan akhir dakwah Rasulullah SAW. Madinah diperkuat untuk dijadikan sebagai basis mencapai tujuan dakwah yang lebih besar yaitu penyebaran Islam keseluruh dunia. Selanjutnya (Majdalawiyy, 1991:52) memperkatakan bahwa usaha yang diutamakan oleh Rasulullah adalah program perbaikan dan penyusunan kembali umat Islam, Negara dan pemerintah di Madinah adalah membenahi dan mengokohkan akidah para pengikutnya, membangun masjid, mempersaudarakan antara Anshar dan Muhajirin, serta mewujudkan perjanjian damai antara umat Islam dan orang Yahudi. Sebagai bentuk pengokohan dalam dakwah Islamiyah. (hal.17-18)

Cara penyampaian ajaran Islam kepada umat manusia, adakalanya dilakukan dengan cara personal (dakwah fardiyah) di samping dapat dilakukan dengan cara kolektif (dakwah Jama’iy). Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalahnya, kadang-kadang dengan menggunakan pendekatan personal terutama pada awal Islam, tegasnya sewaktu beliau berada di Mekah. Cara penyampaian dakwah secara kolektif dan transparan dilakukan sewaktu beliau telah hijrah ke Madinah. Dua cara yang berbeda ini diaktualisasikan karena terkait dengan kondisi objektif pada waktu itu. Sasaran yang ingin dicapai dalam pembinaan ini, adalah wujudnya masyarakat yang baldatun tayyibahtun warabbun ghafur yaitu masyarakat sejahtera dengan sifat konsisten dalam berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariat Islam (Yacub, 1997:24).

Strategi lain dalam mengaktualisasikan ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW senantiasa berorientasi pada prinsip kemudahan dan kesederhanaan. Berkaitan dengan ini, beliau menyatakan: permudahlah dan jangan mempersulit, berilah motivasi yang dapat menyenangkan hati dan jangan membuat orang lari dari ajaran Islam (al-Hasyimiy, t.th:34). Dengan konsep ini, pelaksanaan dakwah di tengah-tengah masyarakat harus senantiasa dilakukan dengan cara damai dan tidak mempersulit seseorang.

Banyak data yang dapat dikemukakan bahwa strategi yang dilakukan Nabi bersifat toleran dan humanis. Antara lain, berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dinyatakan bahwa Khalid bin Walid masuk bersama Nabi SAW ke rumah Maimunah. Pada waktu itu telah tersedia hidangan berupa daging dab (biawak) yang dipanggang sebagai hadiah dari Huzaifah binti Al-Haris dari Najed. Seperti biasanya Nabi tidak mengulurkan tangan sebelum dipersilahkan untuk menikmati suatu hidangan. Sesudah dipersilahkan, lalu Nabi mengulurkan tangan untuk mengambilnya. Namun demikian, ada seseorang wanita berkata berikanlah kepada Nabi apa yang telah kamu hidangkan dan Nabi diberi tahu bahwa hidangan tersebut adalah daging dab (biawak). Setelah itu, Nabi segera menarik tangannya dari daging dab tersebut. Kemudian Khalid bin Walid bertanya. Apakah haram daging dab tersebut wahai Rasulullah ? Rasulullah menjawab tidak, tetapi tidak ada didaerahku, oleh karena itu aku tidak suka. Khalid berkata: maka aku tarik dan aku makan daging dab tersebut sedang Nabi melihat aku (Abdul Baqiy, t.th:750). (hal. 67-68).

Dengan kasus tersebut, Nabi tidak menunjukkan kemarahannya dan tidak pula bersifat konfrontatif. Beliau justeru sangat menghargai sikap dan perilaku sahabatnya yang memang suka memakan daging dab atau biawak. Ini merupakan bukti otentik betapa Nabi Muhammad SAW senantiasa berlaku sopan dan tidak arogan dalam mengajak umat untuk mematuhi ajaran Islam. Dengan pendekatan yang humanistik ini, masyarakat tidak pernah merasa  terintimidasi dan terzalimi. Bahkan di Madinah, masyarakat yang multi etnis dan multi kepercayaan, mampu membangun komitmen hidup berdampingan secara baik. Keharmonisan hidup baik secara interen maupun eksteren umat beragama, teraplikasi secara realistik. (hal.68).

Tulisan dalam buku ini  merupakan kumpulan si penulis yang membahas manajemen, strategi dan persoalan dakwah terkini. Buku ditujukan khususnya untuk mahasiswa dakwah di STAI, IAIN, UIN, PTAIS maupun perguruan tinggi umum lainnya yang berkaitan dengan ilmu dakwah. Selain itu, buku ini juga ditujukan kepada para pendakwah, da’i, dan pembaca umum untuk mengetahui berbagai hal terkait dengan dakwah. 

Dakwah agama Islam tentu saja dimulai dan dipelopori oleh Nabi Muhammad Saw.  Sampai sekarang dan nanti, dakwah ini akan terus berlangsung dari zaman ke zaman. Perkembangan dakwah juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan dan kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kehadiran buku patut menjadi kajian bagi mahasiswa yang tengah menekuni disiplin ilmu dakwah di perguruan  tinggi Islam, maupun di perguruan tinggi umum lainnya.

Judul buku :  BUNGA RAMPAI DAKWAH

(Untuk UIN, IAIN, STAIN, PTAIS dan Umum)

Penulis        : Sabiruddin, M.A, Ph.D

Penerbit      : Pustaka Artaz

Cetakan I   : Nopember 2020

ISBN              : 978-979-8833-47-2

Halaman     :  v + 224

Harga         : Rp 70.000



Sukseskan Pilkada, PPK dan PPS Sintoga Sumbangkan Al-Quran ke TPA Surau Diaur
  • Sukseskan Pilkada, PPK dan PPS Sintoga Sumbangkan Al-Quran ke TPA Surau Diaur

    Rabu, | 12:10:39 | 1251 Kali


  • Waka PWNU Sumbar: Warga NU Melayani, Bukan Menguasai Umat
  • Waka PWNU Sumbar: Warga NU Melayani, Bukan Menguasai Umat

    Rabu, | 13:51:55 | 1220 Kali


  • Pesan Sekjen Kemenag Kepada Mahasiswa: Banyaklah Berteman dan Bacalah Peluang
  • Pesan Sekjen Kemenag Kepada Mahasiswa: Banyaklah Berteman dan Bacalah Peluang

    Rabu, | 09:35:06 | 1335 Kali


  • Bupati Padang Pariaman: Pejabat Fungsional Harus Lahirkan Inovasi Demi Efektifkan Pekerjaan
  • Bupati Padang Pariaman: Pejabat Fungsional Harus Lahirkan Inovasi Demi Efektifkan Pekerjaan

    Rabu, | 09:31:16 | 1047 Kali


  • Wako Pariaman Lantik Pengurus KPPI Kota Pariaman
  • Wako Pariaman Lantik Pengurus KPPI Kota Pariaman

    Rabu, | 09:19:27 | 838 Kali