RESENSI BUKU: Menulis Buku, Gampang Kok! Ada 22 Alasannya
Peresensi: Rabiah Al-Adawiyah Arni Putri (Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung)

Jumat, 16 Okt 2020 | 14:43:02 WIB, Dilihat 315 Kali

Oleh ari

RESENSI BUKU: Menulis Buku, Gampang Kok! Ada 22 Alasannya

Baca Juga : Pencanangan PKK KKBPK Kesehatan 2020, Wawako Payakumbuh: Momentum Tingkatkan Kualitas Keluarga


Banyak orang yang ingin menulis, namun akhirnya gagal sebelum mampu menghasilkan tulisan yang layak dibaca orang lain. Selain kurangnya motivasi dan minimnya budaya membaca, kesulitan lain yang dirasakan adalah tidak adanya pengetahuan yang praktis bagaimana memulai menulis. Terutama menulis buku.

Aktifitas menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan.  

Ada empat keterampilan berbahasa, yakni mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan menulis yang tidak bisa dimiliki semua orang, sehingga orang yang menulis menempati posisi  istimewa. Menulis buku tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan dari penulis kepada pembacanya, namun banyak dimensi dalam menulis. Dalam buku ini, Penulisnya menyampaikan 22 alasan mengapa harus menulis buku.

Dari pengalaman Penulisnya pertama kali menerbitkan buku tahun 1995 hingga sekarang, menceritakan tidak hanya alasan menulis semata. Tapi juga bagaimana proses menerbitkan naskah tulissan menjadi buku. Termasuk  tahapan, kunci sukses menulis dan kriteria penulis yang baik. Buku ini ditutup dengan 200 lebih ungkapan inspiratif dari  tokoh, penulis, penyair, pengarang serta publik figur di panggung sejarah yang memberikan pengalaman, pikiran, ide, ungkapan, motivasi, ungkapan inspiratif seputar buku, membaca dan menulis. Siapa pun yang ingin menulis (buku), buku ini setidaknya memberikan jawabannya.     

Buku ini ternyata berbagi pengalaman dan “resep” menulis buku. Katanya, menulis buku itu gampang kok! Dari apa yang diuraikan,  diharapkan semakin memotivasi diri untuk menghasilkan tulisan.  

Meski menulis semakin dirasakan penting dalam kehidupan pada era digital ini, namun masih banyak yang mengemukakan alasan ketidakberdayaan menulis. Padahal menulis akan memberikan banyak manfaat bagi si penulis sendiri, maupun generasi di belakangnya kelak. Melalui buku ini, Penulis menguraikan alasan-alasan kenapa harus menulis. Pada bagian I menguraikan berbagai ragam bentuk tulisan. Pada bagian II motivasi menulis, bagian III alasan menulis,  bagian IV  tahapan sukses menulis, bagian V  kunci sukses menulis, bagian VI kriteria penulis yang baik dan bagian VII bagaimana menerbitkan buku. Bagian IX menyajikan lebih dari 200 ungkapan inspiratif seputar membaca dan menulis dari para tokoh, pemikir, pejabat negara, penulis, pengarang maupun publik figur lainnya.

Mengutip pernyataan Imam Al-Ghazali: Kalau kamu bukan anak ulama besar, bukan pula anak seorang raja, maka menulislah. Begitulah kira-kira apa yang disampaikan Imam Al-Ghazali kepada kita tentang urgensi menulis ilmu. Semua pasti sepakat jika para ilmuan Barat dan Islam dikenal karena karyanya yang fenomenal. Sebut saja, Aristoteles, Plato, Karl Marx, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, dan Al-Ghazali adalah segelintir orang yang membuktikan dirinya layak disebut intelektual dengan buku-buku yang dihasilkannya. (Radar Bangka, 25, Februari 2015).

Ada ungkapan menarik yang bisa kita jadikan motivasi untuk menumbuhkan rasa semangat menulis. Kurang lebih begini isi ungkapan tersebut: “Kalau kamu ingin mengenal dunia maka membacalah, tapi kalau dunia ingin mengenalmu maka menulislah”.

Sesuatu itu dinilai karena niatnya. Jika seseorang melakukan sesuatu, termasuk menulis, untuk memberikan kebaikan kepada kehidupan ini, maka hasilnya juga akan memberikan kebaikan pada dirinya dan orang lain. Jika niatnya sekedar memanfaatkan waktu luang, atau karena keterpaksaan dari orang lain, hasilnya boleh jadi rasa kekecewaan. Karena itu, pastikan niat baik untuk menulis sesuatu.

Dengan membaca buku ini, setidaknya memberikan gambaran bagaimana memulai menulis. Sehingga pikiran, gagasan dan ide yang ada di kepala kita bisa dibaca orang lain. Dari tulisan yang dihasilkan, pemikiran  atau gagasan akan menembus ruang dan waktu. Bisa jadi tulisan yang dihasilkan tersebut dibaca banyak orang. Bisa dibaca ratusan hingga ribuan orang. Pembacanya pun tidak diketahui lagi karena sudah menembus ruang dan waktu. Banyak tulisan yang semula hanya untuk kalangan terbatas, berkirim surat kepada sahabat (kawan) dengan mencurahkan perasaaan dan pikiran terhadap sesuatu, akhirnya menjadi buku yang bersejarah. Ingat surat-surat R.A. Kartini kepada teman-temannya, yang dikemudian hari dijadikan buku.

Judul          : Menulis Buku Gampang Kok! 22 Alasan, 200 Lebih Ungkapan Inspiratif

Penulis        : Armaidi Tanjung, S.Sos, m.a

Penerbit      : Pustaka Artaz (WA-085263749170)

Hal             : vii + 233

Cetakan I   : Maret 2020

ISBN          : 978-979-8833-28-1

 



Pencanangan PKK KKBPK Kesehatan 2020, Wawako Payakumbuh: Momentum Tingkatkan Kualitas Keluarga
  • Pencanangan PKK KKBPK Kesehatan 2020, Wawako Payakumbuh: Momentum Tingkatkan Kualitas Keluarga

    Jumat, | 11:18:26 | 213 Kali


  • Kadis Kominfo Kota Pariaman: Jadikan PPID Utama Lebih Informatif
  • Kadis Kominfo Kota Pariaman: Jadikan PPID Utama Lebih Informatif

    Jumat, | 11:16:05 | 209 Kali


  • Hari Kedua, Satgas Covid-19 Tindak 25 Pelanggar Protokol Kesehatan, 2 Bayar Denda
  • Hari Kedua, Satgas Covid-19 Tindak 25 Pelanggar Protokol Kesehatan, 2 Bayar Denda

    Jumat, | 11:06:43 | 187 Kali


  • Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Maroko, Kuatkan Wasathiyatul Islam
  • Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Maroko, Kuatkan Wasathiyatul Islam

    Jumat, | 11:02:09 | 189 Kali


  • Perda AKB Berlaku, Bupati Limapuluh Kota: Masyarakat Jangan Melanggar
  • Perda AKB Berlaku, Bupati Limapuluh Kota: Masyarakat Jangan Melanggar

    Kamis, | 17:13:29 | 266 Kali