Polemik 22 Mei HUT PKI
Oleh: Ova Musthofa Asrori (Penulis lepas, tinggal di Jakarta)

Rabu, 15 Mei 2019 | 07:13:24 WIB, Dilihat 331 Kali

Oleh ari

Polemik 22 Mei HUT PKI

Baca Juga : TSR I Kota Payakumbuh ke Mesjid Ikhlash Mengantarkan Bantuan


Pengumuman hasil Pemilu serentak 2019 tinggal sepekan. Tetiba muncul narasi yang menyebut 22 Mei sebagai tanggal lahir Partai Komunis Indonesia (PKI). Narasi tersebut kemudian mengkaitkannya dengan tanggal pengumuman hasil Pemilu 2019 yang dijadwalkan pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Ini artinya apa? Tentu jelas bukan suatu kebetulan. Karena semua itu telah direncanakan. Perencananya adalah pemerintah melalui penyelenggara pemilu, yakni KPU,” kata pembuat narasi tersebut tanpa memberi penjelasan memadai.

Ternyata, sang narator keliru besar. Rupanya, ia lupa mengecek sejarah. Ia seolah termakan informasi sumir. Ya, ia sepertinya sengaja mengail di air keruh. Ia mencipta berita bohong alias hoaks untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu dan pemilu itu sendiri. Targetnya jelas: Pemilu diulang lantaran diduga banyak kecurangan.

Jika merunut sejarah, PKI didirikan pada 23 Mei 1920 sebagai perubahan dari Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). Pendiri ISDV adalah Henk Sneevliet, seorang berkebangsaan Belanda pembawa komunisme ke Indonesia. Bersama sekitar 60 orang sosialis demokrat di Hindia Belanda, ia mendirikan partai tersebut.

Perubahan ISDV menjadi PKI karena Sneevliet menganjurkan agar ISDV menjadi anggota Komintern (Komunis Internasional). “Untuk itu harus dipenuhi 21 syarat antara lain memakai nama terang partai komunis dan menyebut nama negaranya,” tulis Soe Hok Gie dalam buku bertajuk Di Bawah Lentera Merah sebagaimana dikutip portal historia.id, Senin (13/5).

Awalnya, perubahan pertama menggunakan nomenklatur Perserikatan Komunis Hindia. Ia menjadi partai komunis pertama di Asia dan organisasi komunis terbesar di luar blok Cina-Uni Soviet. Kongres II Juni 1924 memutuskan mengubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia, sehingga menjadi partai pertama yang menggunakan nama “Indonesia”.

Pertanyaan kemudian, mengapa isu PKI terus digoreng? Padahal PKI telah diputuskan sebagai parpol terlarang. Anehnya, PKI terus ditakuti dan diyakini masih hidup. Buktinya muncul narasi yang menyebut ada surat dari pemimpin PKI yang bakal merayakan ulang tahun PKI bertepatan dengan pengumuman hasil Pemilu serentak pada 22 Mei 2019.

Wal hasil, jika ada pihak-pihak yang mengaitkan 22 Mei sebagai ulang tahun PKI dengan tanggal pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019 itu jelas HOAKS sehoaks-hoaksnya. Apalagi jika hoaks tersebut ditanggapi serius oleh masyarakat awam tentu bahaya lantaran bisa memicu konflik horisontal.

Ingat, 22 Mei 2019 itu justru bertepatan dengan 17 Ramadhan 1440 H, tanggal sakral di mana peringatan Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an) sedang digelar. Jangan kotori bulan suci ini demi kepentingan hawa nafsu yang dilandasi motif politik semata. Jakarta, 14 Mei 2019



TSR I Kota Payakumbuh ke Mesjid Ikhlash Mengantarkan Bantuan
  • TSR I Kota Payakumbuh ke Mesjid Ikhlash Mengantarkan Bantuan

    Rabu, | 06:43:30 | 125 Kali


  • Ramadhan, Waktu Pelayanan RSUD Payakumhuh Alami Perubahan
  • Ramadhan, Waktu Pelayanan RSUD Payakumhuh Alami Perubahan

    Rabu, | 06:41:14 | 134 Kali


  • Lulus, Siswa SMA Kota Pariaman Deklarasikan Anti Coret-Coret
  • Lulus, Siswa SMA Kota Pariaman Deklarasikan Anti Coret-Coret

    Rabu, | 12:17:53 | 117 Kali


  • Wabup Padang Pariaman Kunjungi Masjid Nurul Hidayah Toboh Gadang Selatan
  • Wabup Padang Pariaman Kunjungi Masjid Nurul Hidayah Toboh Gadang Selatan

    Rabu, | 06:21:21 | 125 Kali


  • Gubernur Sumbar Apresiasi Kinerja Wako Pariaman Banyak Berinisiatif
  • Gubernur Sumbar Apresiasi Kinerja Wako Pariaman Banyak Berinisiatif

    Rabu, | 06:16:52 | 138 Kali