PIONIR dan Komitmen Moderasi Beragama
Oleh: Ruchman Basori (Kasi Kemahasiswaan Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI)

Kamis, 13 Jun 2019 | 11:21:19 WIB, Dilihat 98 Kali

Oleh ari

PIONIR dan Komitmen Moderasi Beragama

Baca Juga : Kades Kampung Baru Dilantik, Wako dan Wawako Tampil Kompak


Baru-baru ini ada riset yang mengatakan bahwa orang-orang humoris cenderung tidak mudah terpapar radikalisme. Humor telah menjadi cara bagaimana seseorang menghadapi masalah bahkan menyelesaikan pelbagai masalah. Orang-orang humoris cenderung menghadapi masalah dengan cara santai, rileks dan memiliki banyak alternatif. Sementara mereka yang radikal, menghadapi masalah cenderung hitam-putih, benar-salah dan sangat rigid bahkan cenderung terlampau serius dalam memandang sesuatu.

Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) yang akan digelar pada tanggal 15-21 Juli 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hakikatnya adalah ajang olahraga dan seni, yang sudah barang tentu membutuhkan jiwa yang sportif, integritas dan langgam seni yang mendalam. Humor adalah bagian dari olah seni, karenanya PIONIR akan menjadi piranti para mahasiswa untuk tidak terjebak pada paham dan gerakan yang memahami masalah keagamaan secara radikal. Dalam konteks ini mengedepankan paham yang moderat menjadi spirit yang harus diutamakan.

Sebagaimana diketahui Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dibawah binaan Kementerian Agama dalam dasawarsa terakhir ini, sangat konsen untuk mengkounter dan membentengi paham dan gerakan intoleran dan radikal. Pada penyelenggarakaan PIONIR ke VIII di UIN Ar-raniry Aceh para Pimpinan PTKIN melakukan deklarasi anti radikalisme yang disaksikan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim saifuddin dan Pejabat Kementerian/Lembaga lain dan Pemerintah Daerah. Langkah ini mendapat apresiasi positif dari pemikir dan bapak bangsa Buya Syafi’i Maarif dengan tulisannya di harian Republika.

Di level Ditjen Pendidikan Islam dibetuk Kelpompok Kerja (Pokja) Moderasi Beragama yang bertugas memberikan rekomendasi dan langkah-langkah kebijakan dan program bagaimana moderasi beragama dapat didesiminasikan di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Diantara program yang dilaksanakan adalah merancang regulasi, review kurikulum pendis, penyusunan buku-buku sampai melakukan riset-riset tentang moderasi beragama.

Program dan kegiatan bidang kemahasiswaan juga diarahkan agar PTKIN menjadi garda terdepan perang melawan radikalimse. Sebut saja misalnya melalui kegiatan ritus penyambutan mahasiswa baru yang dikenal dengan Pengenaan Budaya Akademik dan kemahasiswaan (PBAK), implementasi bantuan lembaga kemahasiswaan untuk membahas moderasi beragama dan kegiatan-kegiatan terkait yang bermuara agar mahasiswa PTKIN menjadi profil yang komitmen beragama dan loyal terhadap negaranya. Bukan menjadi pribadi yang terbelah, mencintai Islam tapi tidak mencintai negaranya atau bahkan sebaliknya. Antara Islam dan Negara, antara agama dan kebangsaan adalah dua hal yang tidak perlu dipertentangkan harus menjadi satu tarikan nafas.

Momen PIONIR IX sejatinya untuk memperkuat basis moderasi beragama dikalangan mahasiswa PTKIN. Sejak awal telah berusaha dibentengi melalui Pedoman dan Juknis PIONIR dan diperkuat melalui hasil rapat-rapat untuk menjamin siapapun yang berlaga adalah mahasiswa PTKIN yang moderat, bukan yang anti Pancasila dan anti NKRI.

Terkait dengan soal penutup wajah atau cadar, kita telah bersepakat bahwa atlit dan seniman yang bertanding dalam PIONIR harus menampakan wajahnya, untuk menjamin keaslian atlit yang bertanding dan menjaga objektifitas penjurian dan penilian. Olahragawan dan seniman saya kira bagian dari actor moderasi. Kita semua yang terlibat dari mulai panitia pelaksana, penyelenggara, Kementerian Agama hingga pimpinan PTKIN harus menjaga marwah PIONIR untuk memperkuat moderasi beragama. Wallahu a’lam bi al-sahawab.

Jakarta, 12 Juni 2019



Kades Kampung Baru Dilantik, Wako dan Wawako Tampil Kompak
  • Kades Kampung Baru Dilantik, Wako dan Wawako Tampil Kompak

    Kamis, | 11:15:35 | 66 Kali


  • 176 Pejabat Eselon III dan IV Lantik, Wako Pariaman Ingatkan Harus Bisa Jadi Problem Solver
  • 176 Pejabat Eselon III dan IV Lantik, Wako Pariaman Ingatkan Harus Bisa Jadi Problem Solver

    Kamis, | 11:04:39 | 166 Kali


  • Bupati Padang Pariaman Tinjau Korban Longsor dan Banjir Bandang di Sungai Geringging
  • Bupati Padang Pariaman Tinjau Korban Longsor dan Banjir Bandang di Sungai Geringging

    Kamis, | 10:55:55 | 115 Kali


  • Wisatawan Dievakuasi, Panitia Pesta Pantai Pariaman Lakukan Rapat Evaluasi
  • Wisatawan Dievakuasi, Panitia Pesta Pantai Pariaman Lakukan Rapat Evaluasi

    Kamis, | 10:50:56 | 62 Kali


  • Selama Lebaran Volume Sampah di Kota Pariaman Meningkat 300 Persen
  • Selama Lebaran Volume Sampah di Kota Pariaman Meningkat 300 Persen

    Rabu, | 13:51:32 | 81 Kali