Pengurus Baznas Periode 2020-2025 Dilantik, Potensi Zakat di Indonesia Capai 233,8 Triliun

Kamis, 31 Des 2020 | 08:48:54 WIB, Dilihat 1637 Kali

Oleh ari

Pengurus Baznas Periode 2020-2025 Dilantik, Potensi Zakat di Indonesia Capai 233,8 Triliun Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2020-2025 dilantik oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta, Rabu (30/12). (Foto: Kemenag)

Baca Juga : Pesan Sekjen Kemenag Kepada Mahasiswa: Banyaklah Berteman dan Bacalah Peluang


Sitinjausumbar.com - Sebanyak 11 orang Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2020-2025 dilantik oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta, Rabu (30/12). Para pengurus Baznas tersebut terdiri dari dari dua unsur yakni unsur pemerintah dan masyarakat.

Pengurus dari unsur masyarakat berjumlah delapan orang dan tiga orang berasal dari unsur pemerintah. Delapan orang pengurus Baznas dari unsur masyarakat yakni: Noor Achmad (Ketua), Mokhammad Makhdum (Wakil Ketua), Muhammad Nadratuzzaman Hosen (Anggota), Zainulbahar Noor (Anggota), Saidah Sakwan (Anggota), Rizaludin Kurniawan (Anggota), Nur Chamdani (Anggota), dan Achmad Sudrajat (Anggota). Dan tiga orang dari unsur pemerintah yakni Kamaruddin Amin (Anggota), Suminto (Anggota), dan Muhamad Hudori (Anggota).

Saat melantik pengurus Baznas yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2020 ini, Menag berharap Baznas senantiasa memelihara komitmen keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan dan harus memberikan manfaat yang optimal untuk umat. “Semakin besar dana yang dihimpun, semakin besar tanggungjawab untuk menyalurkannya dan tanggungjawab institusional dalam membantu mengatasi permasalahan umat, terutama masalah kemiskinan,” imbuhnya seperti dilansir laman Kemenag.

Menurut Menag, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola Baznas yakni: Pertama, menjaga kepercayaan masyarakat, karena selain diawasi oleh Pemerintah, pengelola zakat juga diawasi oleh masyarakat dan juga pasti diawasi oleh yang maha mengawasi, yaitu Allah SWT.   Kedua, memberi kemudahan kepada setiap orang untuk berzakat sesuai kewajiban dalam syariat agama dan kemudahan untuk memperoleh zakat bagi para mustahik menurut ketentuan agama. Dan ketiga, mengamankan dana zakat yang dihimpun dan dikelola, baik oleh Baznas maupun semua Lembaga Amil Zakat sesuai prinsip kepatuhan syariah, legalitas, akuntabilitas, keadilan, kemanfaatan, dan kepatutan.

Berdasar data dari Puskas Baznas sendiri, potensi zakat di Indonesia mencapai 233,8 Triliun. Namun penghimpunan zakat infak dan sedekah (ZIS) secara nasional pada 2019 hanya baru mencapai 10 Triliun atau masih 5,2 persen dari potensi zakat yang ada. Padahal berdasarkan Charity Aid Foundation World Giving 2018, Indonesia dinobatkan menjadi negara yang paling dermawan. Penobatan ini didukung dengan kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki sikap budaya senang berbagi dan membantu orang lain yang membutuhkan di sekitarnya. (nuonline/02)



Pesan Sekjen Kemenag Kepada Mahasiswa: Banyaklah Berteman dan Bacalah Peluang
  • Pesan Sekjen Kemenag Kepada Mahasiswa: Banyaklah Berteman dan Bacalah Peluang

    Rabu, | 09:35:06 | 1510 Kali


  • Temuan Enam Naskah Keagamaan dari Sumatera Barat
  • Temuan Enam Naskah Keagamaan dari Sumatera Barat

    Senin, | 17:21:15 | 1650 Kali


  • Evaluasi Akhir Tahun SMSI: Polisi Siber Silakan Diaktifkan
  • Evaluasi Akhir Tahun SMSI: Polisi Siber Silakan Diaktifkan

    Senin, | 06:13:57 | 1513 Kali


  • Direktur Diktis Kemenag: Pemimpin Mahasiswa Harus Bervisi dan Bermimpi Besar
  • Direktur Diktis Kemenag: Pemimpin Mahasiswa Harus Bervisi dan Bermimpi Besar

    Minggu, | 13:46:42 | 1501 Kali


  • Menag Gus Yaqut Sampaikan Presiden Jokowi Perhatikan Nasib Pesantren saat Pandemi Covid-19
  • Menag Gus Yaqut Sampaikan Presiden Jokowi Perhatikan Nasib Pesantren saat Pandemi Covid-19

    Minggu, | 06:37:08 | 1530 Kali