Pengasuh Pesantren, Pemilu Usai Jangan Ikuti Hawa Nafsu

Rabu, 22 Mei 2019 | 13:36:19 WIB, Dilihat 195 Kali

Oleh ari

Pengasuh Pesantren, Pemilu Usai Jangan Ikuti Hawa Nafsu

Baca Juga : Menhub Tinjau Persiapan Mudik di Brekat


Jakarta, Sitinjausumbar.com -  Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri, Jawa Timur, KH Anwar lskandar, meminta kepada masyarakat untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan. Upaya itu harus dilakukan masyarakat Indonesia dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan terbuai dengan suhu politik yang terus memanas. 

"Untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan, kita harus kembali ke ajaran Allah, kembali pada ajaran Rasulullah Saw yang benar jangan mengikuti hawa nafsu. Jangan mengikuti hawa nafsu jangan mengkuti politik hari ini," kata Kiai Anwar, Selasa (21/5) malam. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena telah menyelesaikan berbagai tahapan hingga hampir mencapai puncak tahapan Pemilu. Bangsa Indonesia kata dia, harus banyak bersyukur karena Pemilu berjalan dengan damai tentram dan sesuai dengan konstitusi. 

Kemudian, dalam berbagai persfektif baik agama, politik, negara dan hukum, masyarakat Indonesia harus legowo bahwa hasil yang saat ini disampaikan KPU adalah apa yang menjadi keputusan rakyat. Menurutnya kedaulatan rakyat adalah menjalankan aktifitas Pemilu berdasarkan aturan yang berlaku. Jika ada yang dinilai jangga tidak perlu teriak sana sini, cukup melaporkannya ke lembaga terkait. 

"Ini kedaulatan rakyat sudah sesuai dengan konstitusi yang ada. Kalau misalnya ada sesuatu yang dianggap tidak sesuai silahkan ajukan ke pihak yang memiliki otoritas," ujarnya. 

Selanjutnya sikap agar suasana kebangsaan semakin kuat yakni saling memaafkan terutama bagi pendukung fanatik yang sempat berseteru. Termasuk terus menjaga persatuan dan ukhuwah antar anak bangsa. 

Ia mengatakan, keadaan negara negara Timur Tengah saat ini harus menjadi pelajaran berharga bagi warga Indonesia. Meski banyak sekal perbedaan namunt tidak dibenarkan saling menjatuhkan seperti melakukan makar dan sebagainya. 

"Timur tengah yang berantakan seperti sekarang ini menjadi pelajaran berharga  buat bangsa Indonesia saya kira perbedaan adalah bagian dari sunatullah jangan sampai kemudian kita terjebak pada hal hal begitu. Apalalagi sampai makar, melakukan hal hal yang inskonstitusional," ucapnya.

Soal kinerja KPU, lanjut Kiai Anwar, tentu harus dimaklumi sebab KPU adalah manusia biasa yang tidak lepas dari sifat sifat kemanusiaan. Namun, sebagai lembaga yang diberi amanat oleh UU baginya KPU telah bekerja secara optimal. 

Terkait adanya dugaan kecurangan dan sebagainya semua tidak perlu dipersulit karena konstitusi telah mendesignnya serapih mungkin. Itulah mengapa ada Bawaslu, DKPP dan lembaga lain yang bisa terlibat menyelesaikan persoalan Pemilu. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan/nuonline)
 



Menhub Tinjau Persiapan Mudik di Brekat
  • Menhub Tinjau Persiapan Mudik di Brekat

    Selasa, | 07:18:55 | 175 Kali


  • Hikmah Ramadlon, Empat Ciri Orang Bertakwa Menurut Ali Bin Abi Tholib
  • Hikmah Ramadlon, Empat Ciri Orang Bertakwa Menurut Ali Bin Abi Tholib

    Selasa, | 06:41:25 | 162 Kali


  • Jangan Pakai Jihad Untuk Melawan Hukum
  • Jangan Pakai Jihad Untuk Melawan Hukum

    Minggu, | 17:24:10 | 168 Kali


  • Halaqah Kebangsaan Ansor Kudus, Insya Alloh Indonesia Aman Damai Jika Ada Ansor-Banser
  • Halaqah Kebangsaan Ansor Kudus, Insya Alloh Indonesia Aman Damai Jika Ada Ansor-Banser

    Sabtu, | 18:13:50 | 213 Kali


  • Hikmah Ramadlon, Puasa Kita Harus Naik Kelas
  • Hikmah Ramadlon, Puasa Kita Harus Naik Kelas

    Jumat, | 06:38:55 | 169 Kali