Nilai, Prinsip dan Kriteria Teman Yang Baik Dalam Perspektif Islam
Oleh: Prof.Dr.H.Asasriwarni MH (Guru Besar UIN IB/Musytasyar PWNU Sumbar)

Selasa, 28 Jul 2020 | 07:09:40 WIB, Dilihat 144 Kali

Oleh ari

Nilai, Prinsip dan Kriteria Teman Yang Baik Dalam Perspektif Islam

Baca Juga : Yuni Chandra: Pertama di Sumbar, AMPI Kota Pariaman Gelar Musda


Begitu pentingnya kedudukan seorang teman dalam kehidupan umat manusia sehingga Islam memandang hal ini  sebagai sesuatu yang sangat besar. Oleh karena itu,  agama mengatur tata pergaulan antar sesama dalam kehidupan di dunia.

A. Nilai Seorang Teman :

Untuk menggambarkan betapa pentingnya seorang teman, Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita agar tidak sendirian saat berpergian jauh (safar) termasuk traveling. hendaklah ia mencari seseorang untuk menemaninya. Ini bukti bahwa memiliki teman sangatlah dianjurkan bagi seorang muslim. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW di bawah ini :

“Seandainya orang-orang tahu bahaya sendirian sebagaimana aku mengetahuinya, niscaya mereka enggan pergi sendirian malam-malam.” (HR. Al-Bukhari)

Berdasarkan pada hadits tersebut  di atas dapat disimpulkan bahwa,  adanya bahaya yang selalu  mengintai bila bepergian seorang diri, karena setan senang menggoda manusia yang sendirian. Selain itu dengan bersama-sama, kita bisa shalat berjamaah. Hal ini serupa dengan sabda Rasulullah ? di bawah ini : “Tidaklah ada tiga orang di suatu tempat, kemudian mereka tidak mendirikan shalat jama’ah, malainkan syaithan dapat menguasai mereka. Maka berjama’ahlah, karena serigala senang memangsa kambing yang menyendiri.” (HR. Abu Daud).

Begitu besarnya nilai pertemanan, maka Rasulullah  SAW mengaitkannya dengan shalat dan betapa bahayanya kesendirian itu.

Itulah perlunya memiliki teman yang selalu bersama. Bahkan,  Rasulullah SAW memanggil pengikutnya  untuk hidup bersamanya dengan gelar “sahabat”  bukan murid.  Mengenai para sahabatnya, Rasulullah ? bersabda sbb : “Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku. Demi Allah, seandainya kamu berinfaq dengan emas sebesar gunung Uhud, sedekah itu tidak akan sebanding dengan satu mud (2 genggam tangan) maupun setengahnya pemberian salah seorang dari mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Setelah kita tahu betapa berharga memiliki teman, ada baiknya teman itu dipilah dan dipilih. Karena di hari kiamat ada sekelompok manusia yang hidup dan matinya bersahabat, tapi ketika dibangkitkan mereka bermusuhan. Sebagaimana Allah SWT  berfirman di bawah ini : “Hari itu para sahabat akan saling bermusuhan. Kecuali orang-orang yang bertakwa.”  (QS. Az-Zukhruf Ayat : 67).

Hanya orang bertakwa yang akan berteman sampai surga. Saling membantu dalam kebaikan, bertemu dan berpisah karena. Allah. Pertemanan bukan sebatas hubungan di dunia, namun ia juga akan menentukan posisi kita di akhirat kelak.

B. Prinsip Mencari Teman :

Allah memberikan hidayah kepada manusia agar makan dan minum yang halal serta thoyib saja. Demikian pula ketika berteman,  Islam memiliki cara dan aturan istimewa mengenai itu, yakni :

1. Carilah Teman Yang Seiman :

Islam adalah agama yang mengerti hak asasi manusia (HAM). Bahkan kamanusiaan diposisikan Islam ditempat sangat tinggi. Kita dianjurkan membantu tetangga walaupun kafir.

Misalnya, di tengah malam kita  baru selesai berwudhu untuk menunaikan shalat tahajjud, tetangga nasrani datang minta tolong anaknya sakit perlu kendaraan ke rumah sakit.

Maka agama menganjurkan kepada kita harus tinggalkan shalat tahajjud itu dan segera membantunya,  meskipun sudah 20 tahun tidak pernah meninggalkan qiyamullail.

Seorang muslim boleh berteman dengan siapapun, tapi untuk bersahabat pastikan dia memiliki iman yang sama. Hal ini sesuai dengan firman Allah  SWT  dalam surat Al-Maidah ayat 51, yakni :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin, menjadi ikutanmu dan kamu cintai. (Sebagian mereka menjadi pemimpin bagi sebagian lainnya) karena kesatuan mereka dalam kekafiran. (Siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka dia termasuk di antara mereka) artinya termasuk golongan mereka. (Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang aniaya) karena mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka.”  ( QS. Al Maidah Ayat : 51).

Perintah Allah SWT tersebut di atas dijadikan sebagai rujukan Rasulullah ? dalam sabdanya di bawah ini : “Jangan bersahabat kecuali dengan orang mu’min… (sesama muslim).”  (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

2. Carilah Teman Yang Ikhlas Karena Allah SWT :

Pastikan bahwa jalinan tali pertemanan lahir karena Allah semata, bukan motif keduniaan. Bertemu dan berpisah karena Allah. Karena hanya dengan keikhlasan ini, kita dapat menuai manfaat maksimal. Sebab, jika segalanya sudah kerena mengharap ridho Allah, kemungkinan bertikai akan berkurang. Kalaupun terjadi selisih dan beda pendapat, akan dengan mudah  kembali akrab.

Berkaitan dengan prinsip  No. 1, jika tidak beriman kepada Allah bagaimana mungkin  bisa berteman karena Allah.

Hal tetsebut mengacu kepada sabda Rasulullah ? berikut ini :

“Tujuh golongan yang Allah beri naungan di hari kiamat.., orang yang mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah pun karena Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

C. Kriteria Teman  Yang Baik Berdasarkan Quotes Para Tokoh :

Mencari teman secara fisik sangatlah mudah, tapi sulit jika yang di cari adalah teman yang baik. Karena teman yang baik haruslah memiliki kriteria  khusus yang tidak dimiliki oleh para teman kebanyakan. Kriteria tersebut dapat di ketahui melaui berbagai pendapat yang disampaikan oleh para tokoh di bawah ini :

1. Rasulullah  Muhammad SAW :

Orang itu tergantung agama temannya. Maka lihatlah siapa teman kalian (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Sebelum berteman baik dengan seseorang, lihat dulu teman karibnya. Kalau sahabatnya baik, besar kemungkinan dia juga baik dan pantas dijadikan teman akrab.

Bahkan, teman yang baik juga akan baik di hadapan Rabb semesta alam. Hal ini sesuai dengan sabda  Rasulullah SAW  berikut ini :

“Sahabat terbaik di mata Allah adalah yang paling baik kepada sahabatnya, begitu juga tetangga terbaik.” (HR. Ahmad, Darimi, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hubban)

2. Luqman Al-Hakim :

Jika ingin mencari teman, ujilah dia dengan membuatnya marah. Jika dia tidak sabar dengan sikapmu itu, jauhilah ia.

3. Umar Bin Al-Khattab :

Tidak ada nikmat yang lebih besar dari seorang saudara yang shalih yang Allah berikan kepada seorang hamba setelah Agama Islam. Bila salah seorang kalian mendapat kasih sayang dari saudara/kawannya, peganglah erat-erat persahabatan tersebut.

4. Al-Hasan Al-Bashri :

Perbanyaklah sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat.

5. Ali Bin Abi Thalib :

 Beliau pernah ditanya :

“Berapakah jumlah sahabatmu, wahai Ali?.” Beliau menjawab “Nanti akan aku hitung ketika aku dalam kesulitan.”

Beliau juga pernah berkata pada anaknya:

Wahai anakku : jangan sekali-kali memilih orang bodoh sebagai kawan karibmu, sebab ia hanya akan mendatangkan kesulitan bagimu disaat ia ingin menolongmu. Jangan engkau jadikan orang pelit sebagi temanmu, sebab ia akan menjauhkan dirinya darimu saat engkau sangat membutuhkannya. Jangan berkawan dengan orang yang berbudi rendah, sebab ia akan “menjualmu” dengan harga yang murah. Janganlah berteman dengan pendusta, karena ia sama saja dengan fatamorgana, mendekatkan bagimu yang jauh dan menjauhkan yang dekat

6. . Abul Hasan As-Sadzili :

Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik daripada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah.



Yuni Chandra: Pertama di Sumbar, AMPI Kota Pariaman Gelar Musda
  • Yuni Chandra: Pertama di Sumbar, AMPI Kota Pariaman Gelar Musda

    Selasa, | 06:56:31 | 191 Kali


  • Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Sharing Session Online BPK Sumbar
  • Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Sharing Session Online BPK Sumbar

    Selasa, | 06:40:53 | 160 Kali


  • Tokoh Masyarakat Sikabau Laporkan KPU Dharmasraya
  • Tokoh Masyarakat Sikabau Laporkan KPU Dharmasraya

    Selasa, | 06:28:55 | 100 Kali


  • Wako Pariaman: Sampaikan Penyelamatan Keuangan dan Aset Perlu Penertiban
  • Wako Pariaman: Sampaikan Penyelamatan Keuangan dan Aset Perlu Penertiban

    Senin, | 19:22:18 | 42 Kali


  • Wawako Pariaman: Pemuda Adalah Agen Perubahan
  • Wawako Pariaman: Pemuda Adalah Agen Perubahan

    Senin, | 19:14:40 | 57 Kali