MUI Padang Pariaman Nyatakan Kuburan Palsu, Eksekusinya Tak Jelas

Rabu, 07 Apr 2021 | 14:56:15 WIB, Dilihat 4471 Kali

Oleh ari

MUI Padang Pariaman Nyatakan Kuburan Palsu, Eksekusinya Tak Jelas

Sitinjausumbar.com – Kemunculan makam sepanjang kurang lebih 9 meter di Korong Gunung Nagari Gunung Padang Alai Kecamatan V Koto Timur Kabupaten Padang Pariaman yang sudah dilaporkan Pemerintahan Nagari Gunung Padang Alai ke Bupati Padang Pariaman melalui Kesbangpol sejak Februari lalu hingga kini masih belum ada tindak lanjutnya. Makam tersebut sebelumnya meresahkan sebagian masyarakat setempat, karena merasa  ada keanehan.

Walikorong Gunung Nagari Gunung Padang Alai Zeltoni Bakri yang dihubungi Sitinjausumbar.com via selulernya, Rabu (7/4/2021) menjelaskan, hingga kini makam tersebut masih seperti semula. Di tengah masyarakat setempat memang ada yang pro dan kontra terkait kehadiran makam tersebut. Apalagi keluarnya hasil kajian MUI Padang Pariaman tentang Tajshish kubur tertanggal 26 Nopember 2020 yang menyatakan kuburan yang dibangun di Nagari Gunung Padang Alai  (makam Ampaleh) perkuburan panjang adalah kuburan palsu.

“Kami memang menunggu pihak terkait memfasilitasi pertemuan dengan masyarakat sebelum adanya pembongkaran makam tersebut. Karena kami tidak ingin ada gesekan dan kesalahpahaman di kemudian hari di tengah masyarakat terkait makam tersebut. Semakin cepat difasilitasi, maka akan semakin baik dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat,” kata Zeltoni.

Berawal dari laporan masyarakat setempat kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang tertanggal 19 Agustus 2020. Disebutkan, berdirinya makam baru sepanjang kuranglebih 12 meter di pemakaman umum Tampek Ampaleh bernama makam Lailulad Mangkuto Alam. Makam ini meresahkan karena tidak jelas  sejarah, asal usul dan sekitar makam berdiri bangunan aneh.

“Banyak kejadian aneh dan ritual menyimpang dari ajaran Islam terjadi di makam ini. Seperti kegiatan tarak/bersemedi di tengah malam di los/pondok kecil yang berdiri di dekat makam. Di dalam los tersebut terdapat tempat duduk anek menyerupai tempat duduk kerajaan masa lalu,” tulis laporan yang ditandatangani alim ulama H. Moyardi Tuanku Sutan, ninik mamak Bujang Gefni, S.Pd Panungkek Datuk Majolelo, pemuda Afdhal Hidayat, Khairunnas dan Rusdi Hamdani.

Dikatakan, beberapa hari sebelumnya dilakukan peletakan batu pertama pendirian surau di dekat makam. Dekat makam tertulis “Makam M1” yang juga menimbulkan pertanyaan besar.

Ketua MUI Padang Pariaman H. Syofyan Tuanku Bandaro yang dihubungi Sitinjausumbar.com via selulernya, Rabu (7/4/2021), menyebutkan dari laporan masyarakat tersebut, MUI Padang Pariaman melakukan kajian MUI Padang Pariaman tentang Tajshish Kubur tertanggal 26 Nopember 2020. Kesimpulannya, makam yang dibangun di atasnya suatu bangunan dimana makam (perkuburan) tersebut sudah menjadi perkuburan umum haram membangun di atasnya. Kuburan yang dibangun di Nagari Gunung Padang Alai (makam Ampaleh) perkuburan panjang adalah kuburan palsu. MUI Padang Pariaman merekomendasikan kepada Tungku Tigo Sajarangan, Tali Sapilin Tigo untuk menertibkannya.

Menyikapi keberadaan dan laporan masyarakat Walinagari Gunung Padang Alai Kecamatan V Koto Timur nomor 06/NGPA/II/2021 perihal laporan permohonan pembongkaran kuburan palsu tertanggal 8 Februari 2021 yang ditujukan kepada Bupati Padang Pariaman cq. Kepala Kesbangpol. Berdasarkan surat keputusan MUI Padang Pariaman tertanggal 26 Nopember 2020 tentang keputusan kuburan palsu yang berada di pemakaman umum (Tampek Ampaleh) Korong Gunung Nagari Gunung Padang Alai, memohon kepada Bupati untuk melakukan eksekusi atau pembongkaran kuburan ini. Demikian disebutkan dalam surat yang ditandatangani Walinagari Gunung Padang Alai Aidinur yang diketahui Camat V Koto Timur Anasman S.Pd, MM.   (02)