Mewaspadai Antiklimaks Pilpres 2019
Oleh : Awaluddin Awe, wartawan senior

Senin, 18 Mar 2019 | 11:15:23 WIB, Dilihat 216 Kali

Oleh ari

Mewaspadai Antiklimaks Pilpres 2019

Baca Juga : Hadiri Wirid Yasinan di Payakumbuh, Gubernur Irwan Ajak Jamaah Jaga Silaturahmi


Salah satu isu paling sensitif saat ini dan masih terus digodok adalah situasi negara pasca Pilpres 2019 dari dua sudut kemenangan capres yakni Jokowi atau Prabowo.

Isu ini menjadi sangat strategis karena efek kampanye capres saat ini sudah melebar kepada fanatisme berlebihan dan menumbuhkan sikap radikal terutama terhadap pendukung dua kontestasi.

Ada kekuatiran fanatisme dan radikalisme itu bisa berubah menjadi gelombang anarkis pada penentuan siapa menang siapa kalah. Sebab kedua massa pendukung capres sama sama sudah kehilangan akal sehat dalam memperjuangkan capresnya. Hal hal kecil saja bisa memantik sentimen kekerasan di media sosial.

Anasir tindak anarkis itu sudah mulai terlihat sekarang. Salah satunya dari ketidakpercayaan atas hasil survey yang memenangkan Capres 01. Prabowo Subianto sendiri sudah sering menyebut survey dibayar termasuk pemegang akun FB yang menjadi teman akun saya.

Artinya ada rasa tidak siap kalah dari kubu Prabowo. Mereka malah mengklaim kemenangan pilpres ada di tangan kubu 02 sebab hasil survey internal mereka memenangkan capres 02, meski Prof Mahfud MD mencandai hasil survey tersebut kenapa tidak memenangkan Prabowo Sandi 100 persen.

Prabowo juga berkali kali menyebutkan bahwa setiap kali dia turun ke daerah selalu ramai massa yang menghadiri dibandingkan Jokowi miskin massa. Walau tentang jumlah massa membludak ini tidak bisa dijadikan random untuk pemenangan. Sebab kehadiran itu hasil pekerjaan tim aktifis yang memang berinteraksi langsung, tetapi belum dapat dipastikan sebagai pemilih Prabowo.

Belum lagi perang urat syaraf antar kedua kubu tentang pemenangan tetakhir melalui penguasaan data KPU. sentimen ini sudah mulai muncul kepermukaan. Bahwa ada kekuatiran kubu 01 memainkan data KPU untuk memenangkan mereka dengan penguasaan komputer KPU melalui tindakan menghacker sistim data suara KPU.

Dengan cara menguasai komputer KPU maka kubu 01 disebut akan mengubah data kemenangan meski dengan selisih angka yang sangat kecil sekalipun. Untuk ini kubu 02 sejak sekarang sudah mulai mengintip pola permainan yang akan dilakukan kubu 01.

Belum lagi pengaruh perintah Perang Total yang disampaikan Wakil Ketua TKN Jokowi Makruf Amin Moeldoko yang ditafsirkan kubu sebelah sebagai melegalkan segala cara untuk memenangkan capres 01. Jika tafsirnya seperti itu sudah pantas kubu 02 ekstra keras hati hati dalam memonitor aktifitas pemenangan Jokowi MA.

Dari sisi Prabowo sendiri kini sudah mulai  terlihat prontal dan semakin keras menyerang kubu 01. Bahkan Prabowo seperti kehilangan kontrol dalam menyampaikan janji politiknya terutama yang berkaitan dengan beban pembiayaan kehidupan rakyat.

Prabowo juga mulai menyerang para menteri gubernur dan para bupati yang mendukung Jokowi. Dan Prabowo menggunakan idiom uang rakyat pada saat melakukan serangan pidato itu.

Kesemua fakta itu dapat menjadi enzim dan energi yang tak terkendalikan pada saat penghitungan akhir suara. Apalagi sesi penghitungan suara banyak disiarkan Tivi berasal dari tim survey yang diragukan kredibilitasnya oleh Prabowo.

Kesimpulannya anti klimaks Pilpres 2019 April mendatang sangat ditentukan oleh sikap kenegarawanan Prabowo Subianto kembali. Sebab jika mengacu kepada hasil survey tulisan ini membuat testimoni jika Prabowo kalah, maka pengendalian situasi negara bergerak kisruh atau tidak sangat ditentukan oleh sikap Prabowo.

Saya menganalisis daya tahan emosional Prabowo sendiri pada Pilpres 2019 sudah mencapai puncaknya. Jika dicermati dari sejak dirinya memastikan maju jadi capres tampak sekali bahwa Prabowo sudah membuat target menang. Sementara hasil survey terbalik dan Prabowo sudah menuduh survey itu dibayar.

Dengan fakta itu. Sudah dapat disimpulkan. Jika dirinya kalah pasti Prabowo tidak menerima dan itu memicu emosional massa pendukungnya dan akan bertabrakan dengan eforia massa pendukung Jokowi. Dan situasi itu sudah dapat kita ramalkan menjadi sebuah kekacauan besar.

Sebaliknya situasi lebih parah lagi akan terjadi pada saat Jokowi MA kalah maka massa pendukung Jokowi akan melabrak habis massa pendukung Prabowo yang sedang menikmati kemenangan. Sebab para pendukung Jokowi sudah lama menahan diri meski dihantam dengan segala macam permainan medsos.

Antiklimaks Pilpres 2019 hanya akan dapat diatasi apabila semua elit politik pada saat penghitungan siara terakhir bertemu bersama dengan stake holder negara lainnya dan menyatakan komitmen siap menang dan siap kalah. Acara ini bisa difasilitasi oleh KPU bersama dengan elemen masyarakat lainnya.

Semoga



Hadiri Wirid Yasinan di Payakumbuh, Gubernur Irwan Ajak Jamaah Jaga Silaturahmi
  • Hadiri Wirid Yasinan di Payakumbuh, Gubernur Irwan Ajak Jamaah Jaga Silaturahmi

    Senin, | 11:03:42 | 182 Kali


  • SATPOL PP Payakumbuh Kembali Ajukan Tipiring
  • SATPOL PP Payakumbuh Kembali Ajukan Tipiring

    Senin, | 11:06:04 | 165 Kali


  • 18 Orang Remaja Terjaring Pelanggaran Pekat dan Maksiat
  • 18 Orang Remaja Terjaring Pelanggaran Pekat dan Maksiat

    Senin, | 10:47:24 | 204 Kali


  • Wawako Payakumbuh, Prestasi Bangkitkan Gairah Majukan Olahraga
  • Wawako Payakumbuh, Prestasi Bangkitkan Gairah Majukan Olahraga

    Senin, | 10:41:33 | 181 Kali


  • 17 April, Mari Buktikan Hoax vs Hoax!
  • 17 April, Mari Buktikan Hoax vs Hoax!

    Minggu, | 07:12:56 | 259 Kali