Menjadi Guru Profesional
Oleh : Mustari, M.Pd (Guru MTsN 6 Padang Alai Padang Pariaman)

Selasa, 03 Nov 2020 | 18:01:53 WIB, Dilihat 1622 Kali

Oleh ari

Menjadi Guru Profesional

Baca Juga : Menlu Retno, Diplomat Minang dan Isu Global


Dunia pendidikan tidak lepas dari guru karena guru merupakan unsur terpenting dalam dunia pendidikan. Guru seringkali dikatakan atau dianggap orang yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan. Guru juga dianggap ujung tombak pencapaian proses dan lajunya pendidikan. Dengan kata lain maju dan mundurnya proses pendidikan dan pencapaian kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran para guru.

Guru sering disebut sebagai  pendidik. Pendidik memiliki dua arti, yaitu arti dalam sempit dan arti dalam luas. Pendidik dalam arti luas adalah semua orang yang berkewajiban membina anak-anak. Pendidik dalam arti sempit adalah orang-orang yang disiapkan untuk menjadi guru dan dosen. Guru merupakan sebuah profesi dan tidak semua pekerjaan dikatakan profesi. Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Profesi diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mempersyaratkan pengetahuan, keterampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif.

Profesi juga diartikan sebagai suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental, bukan pekerjaan manual. profesi ialah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntun keahlian (expertise) daripada anggotanya. Tujuan seorang guru mendidik dan mengajar adalah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk dapat mencapai tujuan pendidikan nasional, sangat diperlukan guru profesional.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi .Guru yang profesional mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional dengan muridnya. Guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administatif, akademis, dan kepribadian. Guru profesional merupakan orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.

Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan. Sebagai pekerjaan yang profesional, guru harus menunjukkan perilaku yang profesional yang didasarkan adanya keahlian, tanggung jawab, dan kesejawatan. Guru tidak hanya bertanggung jawab akan proses belajar mengajar dalam artian pencapaian tingkat pemahaman atau penguasaan ilmu dan teknologi tertentu yang bisa menjadikan anak didik cerdas dan terampil, tetapi guru juga membawa misi untuk meningkatkan kualitas manusia, yaitu manusia yang beriman, taqwa, berbudi luhur dan berkepribadian .

Guru dikatakan profesional tidak hanya pintar dalam mengajar saja. Namun juga harus dapat memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan tingkah laku yang baik atau norma-norma yang berlaku. Selain itu, guru yang profesional adalah guru yang bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Bertanggung jawab disini berarti bertanggungjawab dalam mengajar, mendidik dan yang lain. Sehingga dapat mencerdasrkan peserta didik guna mewujudkan menciptakan warga negara yang beriman, cerdas, bertanggung jawab, produktif, inovatif, dan kreatif.

Usaha peningkatan kualitas guru yang profesional didasari satu kebenaran fundamental, yakni kunci keberhasilan mempersiapkan dan menciptakan guru-guru yang profesional, yang memiliki kemitmen dan tanggung jawab yang baru untuk merencanakan pendidikan masa depan. Pada dasarnya peningkatan kualitas diri sesorang guru harus menjadi tanggung jawab diri pribadi sang guru. Untuk itu diperlukan adanya kesadaran pada diri guru untuk senantiasa dan secara terus menerus menigkatkan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan guna peningkatan kualitas kerja sebagai pendidik profesional. Kesadaran ini akan timbul dan berkembang sejalan dengan kemungkinan pengembangan karir mereka. Oleh karena itu pengembangan kualitas guru harus dikaitkan dengan perkembangan karir guru sebagai pegawai, baik negeri maupun swasta. Gambaran yang ideal adalah bahwa kepangkatan, pendapatan dan karir, dalam hal ini jenjang jabatan dan kepangkatan merupakan hasil dari peningkatan kualitas seseorang selaku guru. Proses dari timbulnya kesadaran untuk meningkatkan kemampuan profesional dikalangan guru, timbulnya kesempatan dan usaha, meningkatnya kualitas profesional sampai tercapainya jenjang kepangkatan dan jabatan yang tinggi, memerlukan iklim yang memungkinkan berlangsungnya iklim kondusif, objektif dan transparan.

Iklim yang kondusif  akan muncul apabila dikalangan guru memiliki hubungan kesejawatan yang baik, harmonis, dan objektif. Mengajar, hanya dapat dilakukan dengan baik dan benar oleh seseorang yang telah melewati pendidikan tertentu yang memang dirancang untuk mempersiapkan guru. Dengan kata lain, mengajar merupakan suatu profesi. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan  dinamika perubahan masyarakat. Selanjutnya, ada dua kecendrungan muncul berkaitan dengan profesi guru, yaitu: pertama, proses mengajar menjadi sesuatu kegiatan yang semakin bervariasi, komplek, dan rumit. kedua, ada kecendrugan pemegang otoritas sruktural, ingin memaksakan kepada guru untuk memergunakan sesuatu cara mengajar yang kompleks dan sulit, sebagai akibatnya guru dituntut untuk menguasai berbagai metode pembelajaran dan diharuskan menggunakannya.

Guru dapat dikatakan profesional, jika memiliki empat kompetensi. Kompetensi adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. Kompetensi juga diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Kompetensi juga bisa diartikan  penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan,sikap,dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan.

Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Pedagogik adalah ilmu tentang pendidikan anak yang ruang lingkupnya terbatas pada interaksi edukatif antara pendidik dengan siswa.

Dengan kompetensi pedagogik, maka guru harus mempunyai kemampuan-kemampuan, diantaranya, (a) menguasai landasan mengajar, (b) menguasai ilmu mengajar, (c) mengenal siswa, (d) menguasai teori motivasi, (e) mengenal lingkungan masyarakat, (f) menguasai penyusunan kurikulum, (g) menguasai teknik penyusunan RPP, (h) menguasi pengetahuan evaluasi pembelajaran, dan lain-lain. Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan tingkah laku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpantul dalam perilaku sehari-hari. ***



Menlu Retno, Diplomat Minang dan Isu Global
  • Menlu Retno, Diplomat Minang dan Isu Global

    Selasa, | 15:02:37 | 1425 Kali


  • 20 Hari Razia, Satgas Covid-19 Payakumbuh Tindak 573 Orang Pelanggar Prokes
  • 20 Hari Razia, Satgas Covid-19 Payakumbuh Tindak 573 Orang Pelanggar Prokes

    Selasa, | 14:45:09 | 726 Kali


  • PPID Kota Pariaman Masuk 3 Besar Keterbukaan Informasi Publik di Sumbar
  • PPID Kota Pariaman Masuk 3 Besar Keterbukaan Informasi Publik di Sumbar

    Selasa, | 14:05:04 | 608 Kali


  • Rp. 105 Juta,- Zakat Disalurkan ke 50 Orang Mustahik di Pariaman Selatan
  • Rp. 105 Juta,- Zakat Disalurkan ke 50 Orang Mustahik di Pariaman Selatan

    Selasa, | 13:55:49 | 665 Kali


  • 30 Calon Cagar Budaya di Payakumbuh Disidangkan
  • 30 Calon Cagar Budaya di Payakumbuh Disidangkan

    Selasa, | 13:50:25 | 711 Kali