Mengenang Shaimoery, Pemenang Irama Mars PMII
Oleh Satria Efendi Tuanku Kuniang (Tim Kaderisasi PB PMII)

Jumat, 31 Jan 2020 | 06:42:29 WIB, Dilihat 147 Kali

Oleh ari

Mengenang Shaimoery, Pemenang Irama Mars PMII Satria Efendi Tuanku Kuniang bersama Budi Syahbudin.

Baca Juga : 2020, Bupati Padang Pariaman Targetkan Lagi Raih WTP


Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada tahun 1963 di Yogyakarta diadakanlah lomba nyanyian (note) mars PMII yang syairnya telah ditulis Ketua Umum PB PMII Mahbub Djunaidi. Pemenang dari lomba adalah kader PMII Shaimoery. Sehingga pada kongres tersebut, pertama kali mars PMII dinyanyikan dengan irama ciptaan Shaimoery.

Menurut Budi Syahbudin, sewaktu dirinya berkunjung ke Padang Sumatra Barat pertama kali  tahun 1999,  bertemu langsung dengan Shaimoery. Dirinya disuruh menyanyikan mars PMII. Pada kalimat "ilmu dan bakti kuberikan" direvisi langsung Shaimoery dengan irama "ilmuuu dan bakti.... kuuuuuberikan".....

Shaimoery adalah sosok yang santun, cerdas, seniman. Tahun 2005  menghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan di pemakaman umum Tunggul Hitam Kota Padang. Walaupun  sudah tiada, namun namanya tetap menjadi inspirasi bagi seluruh kader PMII .

Suka Bernyanyi

Sejak duduk di bangku SMP, Shaimoery sudah menjabat sebagai Ketua beberapa organisasi pemuda/tingkat kabupaten sampai di perguruan tinggi. Jiwa organisasi yang sudah tertanam sejak muda, sampai nyawa  berpisah dari jasad Shaimoery masih tercatat memimpin organisasi. Keaktifan berorganisasi sangat membantu Shaimoery dalam menjalankan karir, terutama sebagai pamong.

Selain itu, Shaimoery juga gemar bernyanyi. Sejak sekolah dasar masa Jepang sudah sering ikut lomba nyanyi dan suka menghimpun berbagai nyanyian, baik keroncong, pop, baik nyanyian Indonesia, Inggris, Itali dan lainnya.

Ketika mengajar di SMA Sungai Penuh Kerinci sempat menciptakan Mars SMA Negeri Sungai Penuh tahun 1957. Ketika tugas belajar di UGM Yogyakarta, sebagai anggota PMII ikut menyanyikan syair mars PMII yang diciptakan Mahbub Junaidi yang dilombakan. Shaimoery berhasil sebagai juara. Tahun 1988 menciptakan mars Akademi Bahasa Asing Persada Bunda di Pekanbaru.

Sebagai pencipta mars PMII, ini dibuktikan lagi piagam penghargaan dari Pengurus Besar PMII yang diberikan kepada Drs. H. Shaimoery W.S. Piagam itu tertulis diberikan kepada Drs. H. Shaimoery atas karyanya menggubah mars PMII, semoga segenap perjuangannya dicatat sebagai amal ibadah dan diterima disisi Allah SWT dan tetap dikenang sepanjang zaman. Tertanggal 12 Mei 2005 ditandatangani Ketua Umum PMII A.Malik Haramain dan Sekretaris Jenderal Isra D. Pramulyo. Piagam penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ketika peresmian gedung Mahbub Junaidi sebagai kantor PB PMII, diterima isteri Shaimoery Hj. Rosma.

Nama  lengkap Shaimoery adalah Drs. H. Shaimoery Wignjo Soebroto gelar Sutan Indra Kesuma (diberikan ninik mamak Tanah Datar yang berdomilisi di Sungai Penuh Kerinci). Shaimoery lahir di Tuban Jawa Timur, 1 Agustus 1930 dari pasangan Moh. Arief asal Batusangkar dan ibu  Hj. Roliyah dari Kebumen Jawa Tengah. Dari isteri  Hj. Rosma Arief, Shaimoery dikarunia  7 anak. Masing-masing 1). Dra. Sri Widati (suami Ir. Bambang Widyotomo) dikarunia cucu Bobby Ramadhana, Fernandy Widyatmoko dan Savitri Listya Widyanti, 2). Dra. Hariyantina (bersuami H.Erzal Ahmad SE) dikarunia cucu  Dimas Prihartono, Dina Triyana, Diva Salsabila dan Muhammad Dirga, 3). Ir. Muhammad Hidayat, MM (isteri Mardayanti) dengan cucu Gery Ghazian dan Luftia Dhea Salma, 4). Drg. Susi Muhardini (suami Drg. Nurhasrul) dengan cucu Kintan Utari dan Tasya Al Amina, 5). Dra. Eva Yulia (suami Dicky Amir) dengan cucu M. Fikhri Diva Rizqi, 6). Ir. Ahmad Drajat BP (isteri Siti Mustika Sari Amd) dengan cucu Siti Sharhana, 6). M. Henry Sucitra

Pendidikan Shaimoery diawali di Hidayat Islamiyah School (HIS) Tuban dibawah pimpinan K.H. Fatchurrahman Kafrawi (mantan Menteri Agama RI pertama) dengan mata pelajaran bahasa Belanda tahun 1937 – 1942,   S.R VI Kranggan Tuban,  diajarkan bahasa Jepang 1942 – 1943, SMP Swasta Tuban tahun 1944-1948, SMA Perjuangan dan SMA Nasional Madiun Tahun  1953, Universitas Gadjah Mada Fakultas Sosial Politik Yogyakarta 1956-1960. Sebelumnya, menjalani Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) di Sungai Penuh Kerinci tahun 1953 – 1964.

Aktifitas organisasi dimasuki Shaimoery setahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia, yakni menjabat Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia Cabang Tuban 1946 – 1948, Ketua Pelajar Islam Indonesia Cabang Tuban 1945 – 1948, Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Sosial Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1962 – 1964, Pembina PMII Cabang Sumatera Barat di Padang 1964 – 1970, Ketua III Pimpinan Wilayah NU Sumbar 1968 – 1969,  Ketua Dewan Pembina  Golongan Karya Sawahlunto 1971 – 1983, Ketua Dewan Pembinan Legiun Veteran Sawahlunto 1972 – 1983, Ketua Dewan Masjid Indonesia Propinsi Sumatera Barat 1985 – 1999, Wakil Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Propinsi Sumatera Barat 1988 – 1993, Pembina PMII Propinsi Sumatera Barat 1984 – 1994, Ketua Yayasan Al Islam Padang 1984 – 1999, Anggota Dewan Pertimbangan Kosgoro Sumbar 1985 – 1999, Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumbar 1985 – 1987, Ketua Pimpinan Wilayah Nadhlatul Ulama Sumbar 1994 – 1999, Dewan Komisaris Yayasan Al Islam 1999 – 2004.

Di zaman Jepang, Shaimoery menamatkan Latihan Seinin Gakka ditugaskan sebagai Pelatih Seinendan dan Kaibudan di Tuban 1944. Selanjutnya menjabat Komandan Seksi Hisbullah Bat. III Reg. IV Divisi Sunan Ampel Tuban Jawa Timur 1945 – 1947, Staf Bat III di Tuban waktu Agresi I 1947-1948, Staf Pemerintahan Militer Kecamatan Di Manisrenggo dan Klaten Jawa Tengah Angresi Militer II 1948-1950, Staf Mobilisasi Pelajar Tuban Jawa Timur 1950.

Shaimoery mengikuti Program Pengerahan Tenaga Mahasiswa sebagai guru SMA Negeri Sungai Penuh Kerinci Jambi 1956-1960, Direktur SMA Negeri Sungai Penuh Kerinci 1958-1960, Staf Sekretariat Komando Pelaksana Daerah Perbatasan (Kopedasan) 1964-1965, Wakil Sekretaris Badan Koordinasi Pemangunan Daearh (Bakopda) Sumatera Barat di Padang  1965-1966, Kepala Biro Pembangunan Daerah Sumbar di Padang 1966-1968, Kepala Biro Pemerintahan Umum Kantor Gubernur Sumbar 968-1969, Kepala Biro Desentralisasi dan Tata Hukum Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat 1969-1970, Menjabat Walikotamadya Daerah Tingkat II Sawahlunto Sumatera Barat, tiga periode 1970-1983, Kepala Biro Pemerintahan Umum 1983-1986 dan  pensiun dari PNS 1986. Shaimoery menjabat  Ketua Koperasi Wredatama Kota Padang 1988 – 2004.

Selain berkarir di pemerintahan, Shaimoery juga aktif menjadi dosen luar biasa IAIN Imam Bonjol 1965 – 1970, Sekretaris Fakultas Sosial Politik Imam Bonjol 1988 – 1989, dosen Fakultas Sosial Politik Imam Bonjol 1985 – 1993, dosen Akademi Koperasi Padang 1985 -1995, dosen STIA Adabiah Padang 1985 – 1994. Ia juga tercatat Penatar BP7 Propinsi Sumatera Barat  1985 – 1998.  (*)



2020, Bupati Padang Pariaman Targetkan Lagi Raih WTP
  • 2020, Bupati Padang Pariaman Targetkan Lagi Raih WTP

    Kamis, | 13:19:50 | 102 Kali


  • Rp 170 M KUR BRI Pariaman Tahun 2020 Siap Disalurkan
  • Rp 170 M KUR BRI Pariaman Tahun 2020 Siap Disalurkan

    Kamis, | 12:51:18 | 97 Kali


  • Bakti Sosial Penanaman Seribu Bibit Pohon
  • Bakti Sosial Penanaman Seribu Bibit Pohon

    Kamis, | 06:57:57 | 60 Kali


  • Tuanku, Ulama Pesantren Khas Padangpariaman
  • Tuanku, Ulama Pesantren Khas Padangpariaman

    Kamis, | 06:48:48 | 135 Kali


  • Dorong Siswa Menulis, SMPN 2 Brebes Adakan Pelatihan Jurnalistik
  • Dorong Siswa Menulis, SMPN 2 Brebes Adakan Pelatihan Jurnalistik

    Rabu, | 16:14:34 | 38 Kali