Kesempatan dan Peluang Yang Disepelekan Desa/Nagari
Oleh: Zeki Aliwardana,S.Pd.I.MM (Tokoh Muda NU Sumbar)

Kamis, 30 Jul 2020 | 13:50:47 WIB, Dilihat 254 Kali

Oleh ari

Kesempatan dan Peluang Yang Disepelekan Desa/Nagari

Baca Juga : Ketua KPID Sumbar Ajak KPU Sosialisasi Pilkada Melalui Lembaga Penyiaran di Daerah


Berangkat dengan gerakan membangun dari pinggir oleh Pemerintah Pusat untuk daerah tingkat desa dan nagari,dan ini dijadikan primadona dalam membangun masyarakat menggali sumber daya manusia, sumber daya alam didesa dan nagari guna meningkatkan taraf hidup masyarakat kecil. Hal ini tentu tertuang harapan bagi kepala desa dan wali nagari bersama perangkatnya selaku eksekutor dalam melaksanakan program tersebut. Dimana  Pemerintah pusat dan daerah telah bersinergisivitas dalam memberikan alokasi anggran desa dan nagari, agar semua yang menjadi gagasan dan kreativitas serta inovasi masyarkat desa dapat diwujudkan.

Dengan lahirnya Undang Undang Desa No. 6 tahun 2014 sebagai payung hukum serta acuan bagi pemrintah daerah untuk nagari dan desa masing-masing,hal ini telah memberikan kesempatan dan peluang seluas luasnya bagi desa dan nagari  berinovasi untuk masyarakatnya. Baik dalam bidangPenyelenggaraan. Pemerintahan,pemberdayaan ,pembinaan serta pembangunan infrastruktur didesa dan nagari. Harapan ini tentu kepala desa dan wali nagari mampu menterjemahkan lebih luas,agar apa yang menjadi tujuan dari misi pemerintah pusat bisa tercapai.

Tetapi menurut pantauan penulis, kepala desa dan nagari seolah olah gagap dalam menjalankan misi tersebut ,nsehingga perjalanan dalam membangun serta memberdayakan misi tersebut terlihat biasa biasa saja. Sangat disayangkan lagi dimana sebuah program desa dan nagari yang telah diberikan kewenangan untuk membuat  apabila dilaksanakan sesuai dengan petunjuk ,munkin sudah tercipta desa/nagari mandiri karena program ini sudah berjalan beberapa tahun yang lalu,dengan program Bumdes/Bumnagnya dimana ini merupakan sebuah peluang dan kesempatan bagi desa/nagari untuk tumbuh dan majuserta menggali potensi yang ada di desa/nagari.

Namun momentum ini hilang, kegagapan dalam mengelolanya  terkesan ada egosntris bagi kepala desa/wali nagari, tidak proposional menunjuk dan menempatkan pengurus bumdes/bumnag tersebut. Maka bnyak yang mandul , tidak berfungsi,rendahnya managemen dan gagasan dalam membangun usaha melalui lembaga tersebut. Dimana dengan sudah disiapkannya modal awal 20%-30% dari anggaran dana desa itu sendiri, bisa dipakai dannditempatkan sebagai modal setiap tahun anggran bagi bumdes/bumnag.

Hari ini apa yang terjadi dana itu mengendap tidak terpakai, kebingungan mau usaha apa. Maka disini dapat dilihat bahwa kemampuan entrepreneurship serta mengurus dan berwirasuhaanya sangat rendah. Pada hakikatnya kalau ini dikelola dengan baik dan proposinal,dan diberikan kesempatan pada ankatan muda tampa interpensi tentua anak muda didesa lebih bisa berinovasi , berkretivitas dan produktif, sehingga bisa menjawab apa yang menjadi kelemahan dan kekurangan bagi pemrintah desa/nagari bisa diatasi.

Bumdes/Bumnag merupakan badan usaha yang diakui oleh pemerintah pusat dan daerah, bahkan bisa di kerjasamakan dengan   Badan Usaha Milik Negara ,jika pengurus bumdes/bumnagnya punya talenta dibidang tersebut. Tetapi kenapa lembaga ini tidak digarap secara serius ,ada apa dibalik semua ini ,apa karena tidak paham dan mengerti cara pengelolanya atau memang pemerintah desa/nagari tidak mampu memberikan amanah ini kepada warganya yang lebih punya wawwasan tentang dunia usaha. Atau tidak punya kemampuan membaca peluang ini serta tidak siapnya bersaing didunia bisnis/usaha , sehingga muncul keragu raguan untuk berbuat. Kalau hal ini yang terjadi maka sebuah momentun yang dilewatkan begitu saja serta peluang dan kesempatan yang disepelekan bagi kepala desa/wali nagari. Sehingga masyarakat menjadi korban atas sikap tersebut.(*)



Ketua KPID Sumbar Ajak KPU Sosialisasi Pilkada Melalui Lembaga Penyiaran di Daerah
  • Ketua KPID Sumbar Ajak KPU Sosialisasi Pilkada Melalui Lembaga Penyiaran di Daerah

    Rabu, | 15:28:53 | 63 Kali


  • Ternyata Revilla Oulina, Perempuan Pertama di Dunia asal Indonesia Menjabat Chief U9 Tim Unamid PBB
  • Ternyata Revilla Oulina, Perempuan Pertama di Dunia asal Indonesia Menjabat Chief U9 Tim Unamid PBB

    Rabu, | 14:26:15 | 120 Kali


  • Palangkahan, Tradisi Minang Tentukan Hari Baik
  • Palangkahan, Tradisi Minang Tentukan Hari Baik

    Rabu, | 14:07:10 | 69 Kali


  • Bupati Brebes Salurkan Bansos Covid-19 Tahab II
  • Bupati Brebes Salurkan Bansos Covid-19 Tahab II

    Rabu, | 14:00:11 | 42 Kali


  • Jelang Pendaftaran ke KPU, Revila Oulina Mulai Disebut Maju di Pilkada Padang Pariaman
  • Jelang Pendaftaran ke KPU, Revila Oulina Mulai Disebut Maju di Pilkada Padang Pariaman

    Rabu, | 13:46:05 | 517 Kali