Kawasan Hutan Mangrove Pariaman akan Dijadikan Botanic Garden

Selasa, 15 Okt 2019 | 03:18:08 WIB, Dilihat 69 Kali

Oleh ari

Kawasan Hutan Mangrove Pariaman akan Dijadikan Botanic Garden

Baca Juga : Amir Azli Mengaku Salut dengan Komitmen Warga VII Koto Lamo


Pariaman, Sitinjausumbar.com --- Walikota Pariaman Genius Umar terima kunjungan tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lembaga Pemerintah Non Kementerian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KMNRT) di Kawasan Hutan Mangrove Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara, Senin (14/10). Pemko Pariaman bekerjasama dengan LIPI untuk melakukan riset tentang hutan mangrove.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan kawasan hutan mangrove yang berada di Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Karena hutan mangrove akan dijadikan kebun raya (botanic garden) ditengah kota dengan basis hutan mangrove.

“Hasil riset dari hutan mangrove akan diserahkan ke Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Untuk mendapatkan program bagaimana bisa botani di Kota Pariaman bisa dijadikan seperti konsep kebun raya Bogor yang ada di daerah Bogor, Jawa Barat. Sehingga ini menjadi tempat wisata edukasi, anak-anak bisa belajar  tentang mangrove, flora maupun fauna yang ada di dalamnya,” sambungnya.

Tahap awal, memang luas kawasannya masih sedikit tetapi nantinya Pemko Pariaman akan melakukan perluasan dan melakukan pembebasan atau pembelian tanah masyarakat yang masuk dalam kawasan hutan mangrove tersebut.

“Akan dilakukan penetapan aturan hukum bahwa ini adalah kawasan hutan mangrove yang juga berfungsi sebagai botanic garden di Kota Pariaman. Tergantung hasil riset, mana yang kurang atau mana yang mau ditambah flora maupun faunanya untuk kawasan tersebut,”  tandasnya.

Lemabaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mustaid Siregar  juga menyampaikan bahwa terkait dengan keinginan dan usulan Pemko Pariaman untuk membangun kebun raya mangrove di Kota Pariaman.

“Kami melakukan kajian tentang mangrove dengan melihat dari sisi administrasi dan kajian pendukung lainnya baik sisi ekorijen, karena ekorijen mangrove di Sumatera belum ada dan nantinya akan dilanjutkan dengan studi kelayakan, apakah layak atau tidak dijadikan kebun raya. Ekorijen adalah suatu batasan daerah ekologi suatu tumbuhan atau hewan yang terkait dengan budaya,”  ujarnya.

Sekarang dengan melihat kondisi infrastuktur, fisik tidak ada masalah  namun yang terpenting yang harus dikaji adalah status lahannya bagaimana. Karena membangun kebun raya harus dalam jangka panjang dan tidak boleh di alih fungsikan. Dengan kategori yang dilihat bagaimana status lahannya, batas luasnya, serta pengelolaannya.

“Di Indonesia kebun raya mangrove yang pertama berada di Surabaya. Kalau kajian ini berjalan dengan baik dan semua berjalan lancar nantinya kami akan melakukan MOU antara LIPI dengan Pemko Pariaman dan disusul dengan master plan. Sehingga di Indonesia kebun raya mangrove yang ada di Kota Pariaman menjadi kebun raya mangrove kedua setelah Surabaya,”  pungkasnya. (rika/02)



Amir Azli Mengaku Salut dengan Komitmen Warga VII Koto Lamo
  • Amir Azli Mengaku Salut dengan Komitmen Warga VII Koto Lamo

    Selasa, | 02:21:34 | 88 Kali


  • Bupati dan Ketua KPU Padang Pariaman Tandatangani NPHD Anggaran Pilkada 2020
  • Bupati dan Ketua KPU Padang Pariaman Tandatangani NPHD Anggaran Pilkada 2020

    Selasa, | 02:17:40 | 88 Kali


  • Bupati Padang Pariaman Apresiasi Prestasi Khairul Rizki Juara 1 Lomba Tahfiz Tingkat ASEAN
  • Bupati Padang Pariaman Apresiasi Prestasi Khairul Rizki Juara 1 Lomba Tahfiz Tingkat ASEAN

    Minggu, | 21:46:05 | 69 Kali


  • Pemkab Padang Pariaman Rumuskan Anggaran Pilkada 2020
  • Pemkab Padang Pariaman Rumuskan Anggaran Pilkada 2020

    Minggu, | 21:36:10 | 52 Kali


  • Program Edureliji, Manasik Haji TK Unggul Terpadu Berlimpah Voucher Umrah
  • Program Edureliji, Manasik Haji TK Unggul Terpadu Berlimpah Voucher Umrah

    Minggu, | 21:02:53 | 79 Kali