Kabupaten Brebes Naik Tingkat Pada Anugerah KLA 2019

Rabu, 24 Jul 2019 | 11:55:56 WIB, Dilihat 207 Kali

Oleh ari

Kabupaten Brebes Naik Tingkat Pada Anugerah KLA 2019

Baca Juga : Antisipasi Radikalisme, GP Ansor dan Darul Ifta Mesir Jajaki Kerja Sama


Makasar, Sitinjausumbar.com - Anugerah Kabupaten Layak Anak ( KLA) 2019, untuk Kabupaten Brebes naik tingkat. Sebelumnya Brebes berada pada level Madya kini naik ke tingkat Nindya.

Penghargaan bergengsi di bidang  Perlindungan Anak dari Presiden RI tersebut diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) Profesor Yohana Susana Yembise kepada Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional di Hotel Four Points, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7) malam.

Idza Priyanti dinilai telah berkomitmen terhadap pemenuhan hak-hak anak.

Berdasarkan urutan penghargaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) yang tiap tahun diberikan pada event KLA yakni dari rendah ke tinggi,  dimulai dari pratama, madya, nindya, utama dan KLA.

Penilaian KLA tahun ini diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara online atau mengevaluasi diri sendiri berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel evaluasi sejak April hingga Mei 2019.

Setelah hasilnya diketahui, maka tahapan selanjutnya tim pusat melihat capaian passinggread masing-masing kabupaten yang memenuhi standar.

"Alhamdulillah, Brebes malam ini kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dan meningkat dari level Madya ke tingkat Nindya," terang Bupati usai menerima penghargaan.

Menurutnya, penghargaan ini diraih atas kerja keras seluruh warga masyarakat untuk bersama sama berbuat yang terbaik untuk anak-anak  Kabupaten Brebes, Anak Indonesia.

Dia melihat, anak merupakan investasi yang tak ternilai harganya, maka Idza beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait berupaya maksimal dalam pemenuhan hak hak anak.

Idza berjanji akan terus mendorong semua pihak agar kebutuhan akan hak hak anak terpenuhi secara maksimal. Sehingga tahun depan bisa naik kelas lagi sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat Utama.

Bupati berharap, anak anak Brebes menjadi anak yang berkualitas, berakhlak mulia, memiliki karakter yang bagus dan bercita cita yang baik.

Menteri PPPA Yohana Susana Yambesi dalam sambutannya, menekankan pentingnya memperhatikan dan memenuhi hak hak Ibu dan Anak. Dua pilar ini harus terus dikokohkan dan didayagunakan sebagaimana mestinya.

"Kami memberikan penghargaan agar kabupaten kota terus terpacu. Sekaligus agar kabupaten kota dapat mendorong keluarga, masyarakat, media di wilayahnya semakin paham upaya pemenuhan hak anak," kata Yohana Yembise.

Kepala Daerah, kata Menteri, tak perlu takut untuk mengalokasikan anggaran karena perlindungan anak menjadi urusan wajib dan dilindungi Undang undang no 23 tahun 2014 tentang Pemda.

Ketua Tim Evaluasi KLA  Leni Rosalina

menambahkan, sebanyak 247 Kab/Kota peraih KLA., ada peningkatan jumlah penerima bila dibandingkan 2018 yang hanya  177 dari 514 Kab/Kota se Indonesia.

"Sangat luar biasa semangat para Kepala Daerah sehingga ada peningkatan sebesar 40 persen," ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk  dan Keluarga Berencana (DP3KB) dr Sri Gunadi Parwoko menambahkan, penghargaan tersebut, diperoleh karena Brebes dipandang  telah menerapkan kebijakan pembangunan berbasis hak anak serta berkomitmen dalam pemenuhan hak-hak anak. Pemenuhan hak anak atas hak hidup di Brebes, tumbuh kembang secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi terhadap anak.

Gunadi menjelaskan, penilaian selain secara online  juga mengevaluasi diri dan di verifikasi kementerian berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel evaluasi.

"Tim Kementerian sudah memverifikasi lapangan, mereka melihat beberapa tempat yang layak untuk anak dan menilai indikator pendukung," kata Gunadi.

KLA tidak bersifat spesifik tetapi gabungan dari lintas sektor sehingga tidak bisa dimunculkan seketika, namun semua proses menjadi penilaian dan dokumentasi pendukung harus dilampirkan saat survei lapangan. "Penilaian tahun ini bisa dibilang lebih rumit dan kompleks dibanding tahun lalu," tambahnya.

Meski demikian, kata Gunadi, Kabupaten Brebes berhasil naik kelas dalam Anugerah tahun ini dari tingkat Madya ke tingkat Nindya.

Sebelumnya, Kabupaten Brebes telah mendapatkan penghargaan tingkat Madya sebanyak 4 Kali dari 7 pemberian penghargaan KLA sejak 2011. (Wasdiun)



Antisipasi Radikalisme, GP Ansor dan Darul Ifta Mesir Jajaki Kerja Sama
  • Antisipasi Radikalisme, GP Ansor dan Darul Ifta Mesir Jajaki Kerja Sama

    Rabu, | 08:12:54 | 185 Kali


  • Kiai Maruf Amin, Pemuda Harus Dibentengi Ideologi Pancasila yang Kokoh
  • Kiai Maruf Amin, Pemuda Harus Dibentengi Ideologi Pancasila yang Kokoh

    Selasa, | 13:55:26 | 240 Kali


  • Dubes Mesir Harapkan Peran Ansor dalam Pembinaan Masyarakat Indonesia
  • Dubes Mesir Harapkan Peran Ansor dalam Pembinaan Masyarakat Indonesia

    Minggu, | 13:43:23 | 819 Kali


  • Sesditjen Pendis Tutup Gelaran PIONIR IX 2019
  • Sesditjen Pendis Tutup Gelaran PIONIR IX 2019

    Minggu, | 13:29:26 | 189 Kali


  • Usai Sidang Kabinet, Menag Bertolak ke Malang Buka PIONIR PTKIN
  • Usai Sidang Kabinet, Menag Bertolak ke Malang Buka PIONIR PTKIN

    Rabu, | 10:52:51 | 186 Kali