Jamba Makanan Khas Minangkabau
Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Alumni Pesantren Miftahul Istiqomah Sungai Asam Padangpariaman)

Kamis, 06 Feb 2020 | 15:15:03 WIB, Dilihat 316 Kali

Oleh ari

Jamba Makanan Khas Minangkabau

Baca Juga : Bantu Rumah Tak Layak Huni, Wako Pariaman Konsultasi ke Kementerian PUPR


Jamba atau makanan bajamba merupakan tradisi di Minangkabau. Makanan di jamba terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian khusus untuk nasi, nasi yang matang diletakkan di atas baki dialas dan dilingkari dengan daun pisang. Kedua khusus lauk pauk seperti : ayam, ikan, telor, randang, terong dll. Kedua bagian tersebut ditutup dengan tuduang saji (penutup makanan dari kulit bambu ) dan di atas tuduang saji ditutup dengan dalamak (kain yang disulam).

 

Makanan bajamba ini biasanya dihidangkan pada acara adat dan agama. Seperti acara pengangkatan penghulu, acara maulid nabi, acara tahlilan kematian 3 hari sampai 100 hari, acara mendoa di setiap surau, dan lain-lain. Uniknya makanan ini yang menyediakan  bukan tuan rumah melainkan masyarakat lingkungan sekitar kepada tuan rumah  yang ada hajatan.

 

Makanan bajamba ini kaya dengan falsafah adat Minang. Jika jamba ini dihidangkan maka letak bagian nasi harus lebih tinggi dibanding letak bagian lauk pauk. Jika orang ingin menyantap hidangan ini maka mereka harus mengambil nasi terlebih dahulu, kemudian baru dibolehkan mengambil lauk pauk. Hal itu mengajarkan bahwa orang Minang harus sistematis dalam berfikir dan bekerja. Orang yang lebih tua didahulukan menyantapnya baru mengikut yang lebih muda dan seterusnya.

Sebelum menyantap makanan ini, biasanya didahului oleh pasambahan petatah petitih (dialog interaksi bahasa adat Minang) yang intisarinya mempersilahkan orang yang hadir untuk menyantap. Sebelum patatah petitih selesai orang belum boleh menyantap hidangan ini.

Duduk sendiri kita sempit, duduk bersama kita luas. Pepatah ini selintas memang janggal. Kenapa duduk sendirian malah sempit, dan duduk bersama malah luas. Sesungguhnya maksud pepatah itu adalah, jika ada masalah kita sendirian yang menyelesaikannya terasa sulit. Sedangkan jika masalah itu diselesaikan bersama-sama, maka dengan mudah dapat diselesaikan.



Bantu Rumah Tak Layak Huni, Wako Pariaman Konsultasi ke Kementerian PUPR
  • Bantu Rumah Tak Layak Huni, Wako Pariaman Konsultasi ke Kementerian PUPR

    Kamis, | 07:21:50 | 202 Kali


  • Menuju Smart Province, Gubernur Pimpin Teleconference Persiapan Pilkada Serentak 2020
  • Menuju Smart Province, Gubernur Pimpin Teleconference Persiapan Pilkada Serentak 2020

    Kamis, | 07:06:02 | 1085 Kali


  • Genjot Kunjungan Wisatawan, Dinas Parbud Kota Pariaman Siapkan 48 Event Tahun 2020
  • Genjot Kunjungan Wisatawan, Dinas Parbud Kota Pariaman Siapkan 48 Event Tahun 2020

    Kamis, | 07:01:05 | 215 Kali


  • Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Brebes Optmis Mencapai 7 Persen
  • Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Brebes Optmis Mencapai 7 Persen

    Rabu, | 19:32:14 | 261 Kali


  • Pemkab Padangpariaman Komitmen Percepat Proses Lelang
  • Pemkab Padangpariaman Komitmen Percepat Proses Lelang

    Rabu, | 19:29:59 | 217 Kali