DinsosP3A Padang Pariaman Miliki Ruang Khusus Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 Mei 2019 | 07:56:59 WIB, Dilihat 228 Kali

Oleh ari

DinsosP3A Padang Pariaman Miliki Ruang Khusus Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak Kepala Bidang Perlindungan Anak Arosi Febri Yenti bersama pengurus P2TP2A memberikan bantuan kepada korban kekerasan pada anak baru baru ini.

Baca Juga : Forum Anak Dukung Padang Pariaman Raih KLA 2019


Pariaman, Sitinjausumbar.com  - Upaya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam meraih target menjadi Kabupaten Layak Anak layak diapresiasi. Saat ini daerah yang dipimpin Bupati Ali Mukhni telah memiliki layanan dan ruang khusus Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak.

Layanan ini sebagai bentuk kepedulian daerah dalam menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak sekaligus pemberian solusi terkait kasus yang menimpa anak-anak.

"Benar sekali. Kita udah punya ruang khusus untuk konsultasi dan pengaduan terhadap kekerasan perempuan dan anak. Tempatnya di DinsosP3A Padang Pariaman," ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hendra Aswara usai pertemuan dengan Forum Anak di Pariaman baru-baru ini.

Hendra Aswara berharap tersedianya tempat pengaduan ini maka korban kekerasan dapat leluasa menceritakan permasalahan yang terjadi dan dicarikan solusinya. Layanan pengaduan langsung ditangani oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak Arosi Febri Yenti.

Sementara Kabid PA Arosi mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan kepala sekolah, ulama, kepolisian, LSM, bahkan psikolog dalam penanggulangan kekerasan perempuan dan anak.

"Kita bersama instansi terkait ke depan berupaya menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak. Adanya ruang pengaduan ini sudah menjadi kebutuhan untuk mewadaji para korban," ujar Arosi.

Disamping ruang pengaduan, kata Arosi, juga telah disediakan sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau disebut P2TP2A.

Lembaga ini merupakan pusat pelayanan yang terintegrasi dalam upaya pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan, serta perlindungan perempuan dan anak dari berbagai jenis diskriminasi dan tindak kekerasan, termasuk perdagangan orang, yang dibentuk oleh pemerintah atau berbasis masyarakat, dan dapat berupa: pusat rujukan, pusat konsultasi usaha, pusat konsultasi kesehatan reproduksi, pusat konsultasi hukum dan lainnya.

"Sekretariat P2TP2A juga sudah ada yang dipimpin Ibu Bupati. Artinya kita telah fokus untuk mewujudkan kabupaten layak anak dan perlindungan kekerasan perempuan dan anak," katanya mengakhiri. (ha/02)

 



Forum Anak Dukung Padang Pariaman Raih KLA 2019
  • Forum Anak Dukung Padang Pariaman Raih KLA 2019

    Selasa, | 06:08:16 | 398 Kali


  • Jalan Rusak, LSM Gempur Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek
  • Jalan Rusak, LSM Gempur Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek

    Selasa, | 05:55:30 | 240 Kali


  • Bupati Padang Pariaman Ajak Masyarakat Budayakan Baca Alquran
  • Bupati Padang Pariaman Ajak Masyarakat Budayakan Baca Alquran

    Selasa, | 05:44:33 | 156 Kali


  • Curhat ke TSR Padang Pariaman, Masyarakat Koto Bangko Inginkan SMA
  • Curhat ke TSR Padang Pariaman, Masyarakat Koto Bangko Inginkan SMA

    Sabtu, | 07:54:32 | 245 Kali


  • Damkar Padang Pariaman, Kebakaran Terjadi Karena Kelalaian Pemilik Rumah
  • Damkar Padang Pariaman, Kebakaran Terjadi Karena Kelalaian Pemilik Rumah

    Sabtu, | 07:24:27 | 227 Kali