Cacat Hukum BPK PMII Dalam Penetapan Calon Ketua Umum PB PMII Kongres XX
Oleh: Zulkifli (Team Media & Opini Publik PKC PMII Sumbar)

Jumat, 01 Jan 2021 | 11:51:14 WIB, Dilihat 2582 Kali

Oleh ari

Cacat Hukum BPK PMII Dalam Penetapan Calon Ketua Umum PB PMII Kongres XX

Baca Juga : Yayasan Fi Sabilillah Sumbar Bangun Mushalla Ar-Rasul di Kampunng Jambak Tandikek


“Kandidat Ketum PB PMII: Tinjau Ulang Keputusan BPK PMII Terkait Penetapan Calon Ketum.” Demikian judul berita yang dirilis sitinjausumbar.com, Kamis, 31 Desember 2020 | 12:30:06 WIB. Membaca berita tersebut saya kaget. ada apa dengan Badan Pekerja Kongres (BPK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaitan dengan Kongres ke-XX yang merupakan ajang suksesi kepemimpinan di tubuh PB PMII.

Kongres XX PMII yang semulanya dilaksanakan pada tanggal 13 sampai 17 April 2020 diundur pada Maret 2021 akibat pendemi Virus Corona. Menjelang Kongres XX BPK melakukan rapat pleno tertanggal 29 Desember 2020 dengan Surat keputusan Badan Pekerja Kongres XX (BPK) PB PMII No. 09.BPK-XX.01-01.C.1.12.2020 tentang nama-nama calon Ketua Umum PB PMII dan Ketua PB Korps PMII.

Dari keputusan itu yang sebelumnya 17 kandidat Ketua Umum PB PMII BPK hanya menetapkan 16 kandidat dan menggugurkan 1 kandidat dengan alasan melampui usia. Keputusan yang diambil BPK untuk penetapan calon Ketua Umum PB PMII mengherankan, sangat tidak bijak dan merugikan kader PMII Satria Efendi selaku kandidat Ketua Umum PB PMII nomor urut 17 pada Kongres XX PMII. Akibat keputusan itu  Satria Efendi digagalkan dan tidak bisa ikut kontestasi Kongres yang akan dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur nanti.

Keputusan itu sangat tidak memiliki dasar sebagaimana aturan main organisasi. Dengan alasan  Satria Efendi sudah melampaui usia untuk mengikuti Kongres, padahal pada saat pendaftaran dan kalau kongres tidak diundur calon Ketua Umum PB PMII  Satria Efendi masih cukup umur untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PB PMII masa khidmat 2020-2022. Akibat diundurnya Kongres selama setahun tanpa permintaan dan kemauan para calon Ketua Umum karena pandemi virus corona, usia  Satria Efendi melampaui batas usia sesuai dengan PO. Pengunduran Kongres pun tidak pernah dimintai pendapat cabang maupun PKC PMII se-Indonesia.

Keputusan itu sangat tidak adil dan menzholimi  Satria Efendi.  Tidak ada keringanan dan toleransi yang diberikan oleh BPK dalam penetapan calon Ketua Umum dan sangat memalukan tidak ada pemberitahuan melalui surat resmi yang diberikan kepada  Satria Efendi. Bahwasanya yang bersangkutan sudah tidak bisa mengikuti kontestasi Kongres XX karena usianya sudah lewat dari 30 tahun. Padahal Kongres diundur karena bencana non alam virus Corona dan menghambat semua aktivitas. Kongres diundur bukan atas kemauan para calon Ketua Umum. Semua calon Ketua Umum termasuk  Satria Efendi sudah melalui semua proses termasuk debat kandidat yang sudah ditetapkan oleh BPK.

Pada saat penetapan calon Ketua Umum itu sendiri, BPK seharusnya sudah tidak berhak untuk mengambil keputusan karena SK-nya sudah lewat. Karena penetapan SK-nya hanya sampai April 2020 sedangkan penetapan calon Ketua Umum yang baru tertanggal 29 Desember 2020. Ini sangat aneh dan BPK sudah tidak bisa dipercaya lagi dalam melaksanakan Kongres XX. Ini sangat buruk dalam sejarah PMII, menghambat kemajuan kader dengan cara yang sangat tidak bijak. Apa mungkin  Satria Efendi sengaja digugurkan karena  salah satu kandidat terkuat calon Ketua Umum yang maju pada Kongres XX PMII nanti?

Kebijakan yang dilakukan oleh BPK  menggugurkan  Satria Efendi dengan alasan faktor usia tanpa melihat dan mempertimbangkan pandemi virus corona, tidak adanya pemberitahuan surat resmi dan tidak jelasnya SK BPK pada saat penetapan nama-nama calon Ketua Umum, berarti cacat hukum yang sangat jelas dilakukan oleh BPK. Menetapkan aturan yang sangat tidak adil. Ini sangat memalukan dan sangat tidak layak untuk ditiru oleh kader-kader PMII se-Indonesia. Semoga menjadi perhatian semua kader PMII se-Indonesia. Salam.



Yayasan Fi Sabilillah Sumbar Bangun Mushalla Ar-Rasul di Kampunng Jambak Tandikek
  • Yayasan Fi Sabilillah Sumbar Bangun Mushalla Ar-Rasul di Kampunng Jambak Tandikek

    Jumat, | 11:54:39 | 1425 Kali


  • Ansor Sumbar Ajak Eks FPI Gabung Ormas Moderat Seperti NU atau Muhammadiyah
  • Ansor Sumbar Ajak Eks FPI Gabung Ormas Moderat Seperti NU atau Muhammadiyah

    Jumat, | 10:32:35 | 1434 Kali


  • Perayaan Tahun Baru Dalam Perspektif Islam (Sebuah Renungan di Pagi Hari)
  • Perayaan Tahun Baru Dalam Perspektif Islam (Sebuah Renungan di Pagi Hari)

    Kamis, | 17:56:52 | 1987 Kali


  • Terhitung 1 Januari 2021, Pesan Tiket KA Hanya Online
  • Terhitung 1 Januari 2021, Pesan Tiket KA Hanya Online

    Kamis, | 17:44:24 | 1360 Kali


  • Sambut Tahun Baru, Sejumlah Objek Wisata di Bukittinggi Ditutup
  • Sambut Tahun Baru, Sejumlah Objek Wisata di Bukittinggi Ditutup

    Kamis, | 17:35:44 | 1403 Kali