Bahaya Pergaulan Bebas
Oleh: Sidi  Tasrif

Rabu, 25 Sep 2019 | 13:21:43 WIB, Dilihat 101 Kali

Oleh ari

Bahaya Pergaulan Bebas

Baca Juga : Bupati Brebes, Percepat Pelayanan pada Masyarakat Secara Transparan


REMAJA  identik dengan  masa  pubertas,  masa  dimana  mereka  ingin  mencari  jadi  diri  sebagai  pondasi  dalam  pegangan hidup  yang  akan  dijalankan.  Salah  didikan  dari  orangtua  maka  akan berakibat  fatal terhadap  dirinya. Kadang  keluarga  yang  tidak  baik,  anak  tidak  betah  dan  tinggal  di rumahnya  sehingga  mencari  alternatif  sendiri  supaya  mereka  bisa  menenangkan  waktu  dan  tempatnya.

Pergaulan bebas,  hidup  menyimpang  dari  aturan  Islam telah  menodai  kesucian  remaja  Islami.

Perdebatan  tentang pornografi berada di persimpangan jalan. Antara  seni yang  harus  dikembangkan   da  keuntungan     ekonomi  yang  harus  di dapat.  Namun, disisi  lain  ada  moral  yang harus  dijaga.    Bangsa  Indonesia  sepatuhnya  beribrah  pada  flash back sejarah  kehancuran  bangsa  Romawi    dan  Persia  yang  disebabkan  oleh hancurnya  akhlak. Karena  itulah sebagian  kalangan  memprediksikan,  Barat  pun akan  hancur  karena  kehancuran  akhlaknya.   Di Barat,  pornografi atau pornoaksi   harus  menjadi sangat  liberal  sejak   ditemukannya  alat  pencegah  kehamilan  pada  akhir  tahun 60-an.  Sejak  itulah orang  bisa   memisahkan   antara  tanggung jawab  kehamilan   dengan kenikmatan seksual.  Sejak  itu  pula  “  bisnis” ini menjadi  fenomena  global  sehingga    kini  dampaknya  mulai  terasa.  Anak-anak, remaja,   dan  pemuda   yang  lahir di Barat   saat  ini  memiliki semangat  juang   atau  motivasi  yang rendah  daripada  orangtua   atau  moyang mereka.   Ada kecendrungan  mereka   menghindari   persoalan-persoalan yang lebih  rumit, semacam sains dan teknologi.  Dunia  mereka  kini adalah  3  F  ( football, fashion, fun – permainan, penampilan  dan bersenang-senang)

Apakah  akan terjadi  pada  generasi  kita  - generasi Islam  saat  ini  yang selalu  meniru budaya  Barat??

Aurat  wanita  di dalam  Islam  adalah    semua  bagian tubuhnya,  kecuali  muka  dan  telapak  tangan.

Allah  SWT  berfirman  dalam  surat    Al-Ahzab  ayat  59 yang  berbunyi:

 “  Hai  Nabi,  katakanlah  kepada  istri-istrimu, anak-anak  perempuanmu    dan istri  orang  mukmin,  Hendaklah   mereka    mengulurkan jilbabnya   keseluruh tubuh  mereka.”

 

Kalau  wanita    diperintahkan   menutup aurat, maka  laki-laki   diperintahkan    menundukkan pandangan.

Allah  SWT  berfirman:

“Katakanlah  kepada  laki-laki  yang  beriman, “hendaklah  mereka  menahan pandangannya,   dan  memelihara  kemaluannya,  yang  demikian  itu   adalah  lebih  suci  bagi  mereka, sesungguhnya   Allah  Maha  Mengetahui apa  yang  mereka  perbuat  (Q.s  An-Nur ayat  30)

Di  dalam  hadis  shahih  al-Isnad    dari Hudzhaifah  ra,  Nabi  bersabda:

Pandangan adalah    panah  beracun   diantara  banyak  panah  yang  dimiliki  iblis.   Barangsiapa   meninggalkannya    karena  takut  kepada  Allah.  Dia  akan  menggantikan    dengan  keimanan    yang manisnya  akan   dirasakan di dalam  hati  (HR.  Al-Hakim)

Dalam statemen   ulama  -ulama  madzhab  Syafi’i  terdapat  makna   yang  menguatkan kesimpulan ini. Diantaranya yang dipaparkan oleh  Ibnu Hajar  Al-Haitami pada  permulaan   Bab  Sholat  Jama’ah,    tentang  kewajiban melarang  wanita  untuk   melakukan  perbuatan  yang    menimbulkan fitnah  dengan memakai  kaidah  sad adz-dzaraa-i (tindakan preventif  atau pencegahan).  Beliau  menguraikan:

“Dengan  demikian dapat  diketahui, kewajiban bagi  imam  melarang  wanita  secara  mutlak  untuk keluar, jika  mereka   melakukan  perbuatan  yang  sangat      dapat    menyebabkan fitnah.  Hukum larangan  ini,   dikuatkan   oleh  penuturan   Aisyah  ra,   seandainya   Rasulullah  SAW   melihat  kelakuan   kaum wanita   setelah  beliau wafat, dia  pasti  akan melarang  mereka  untuk  pergi  ke  masjid,  seperti  dilarangnya   kaum wanita  Bani  Israil.

Ada  dua  kemungkinan dalam  menyikapi  pendapat  Aisyah  diatas,   Artinya  pelarangan  kaum  wanita   untuk keluar, bisa  berstatus  wajib, dan  bisa  pula    berstatus  hukum  jawaz (boleh).  Dan  kemungkinan  hukum  wajib  lebih  kuat

Sebuah  tatanan yang  menuntut  pemerintah   mau  bertindak  tegas  melarang  praktik  pornografi  dan pergaulan  bebas  yang  kian merajalela,   tumbuh subur  bak  jamur  di  musim hujan.  Suatu  kondisi   yang sama  sekali    tidak  dibenarkan    syariat,  dan  harus  diberantas   hingga  ke ujung akarnya, dengan sepenuh  hati.

Tasrif,   adalah pengajar  di MTsN 1  Pariaman



Bupati Brebes, Percepat Pelayanan  pada Masyarakat Secara Transparan
  • Bupati Brebes, Percepat Pelayanan pada Masyarakat Secara Transparan

    Rabu, | 13:18:00 | 28 Kali


  • Tiga Hari Garuda Bagikan Ribuan Masker Gratis pada Warga Padang
  • Tiga Hari Garuda Bagikan Ribuan Masker Gratis pada Warga Padang

    Rabu, | 13:09:10 | 47 Kali


  • Lomba LPM Ditabuh, Wako Sampaikan Pembangunan Hal Penting
  • Lomba LPM Ditabuh, Wako Sampaikan Pembangunan Hal Penting

    Rabu, | 13:02:10 | 36 Kali


  • Satpol PP Payakumbuh Tertibkan PKL Melanggar Perda
  • Satpol PP Payakumbuh Tertibkan PKL Melanggar Perda

    Rabu, | 12:55:50 | 49 Kali


  • Genjar Pembangunan, Pemko Payakumbuh Siapkan Perda LP2B
  • Genjar Pembangunan, Pemko Payakumbuh Siapkan Perda LP2B

    Rabu, | 12:50:12 | 51 Kali