Bagaimana Mengelola Pemerintahan di Era Milenial?
Oleh: Idarussalam Jotek

Sabtu, 24 Agu 2019 | 13:48:50 WIB, Dilihat 367 Kali

Oleh ari

Bagaimana Mengelola Pemerintahan di Era Milenial?

Baca Juga : Tetesan Darah Bukti Cinta Nabi dan Kemerdekaan


Era Milenial adalah era kebangkitannya anak muda (atau yang juga disebut dengan “Generasi Milenial”). Era ini ditandai dengan semakin banyaknya anak muda menguasai setiap lini kehidupan masyarakat. Anak Muda bukan lagi “setengah orang” seperti anggapan orang-orang tua selama ini. Hari ini, di zaman milenial ini, justru anak muda lah yang bisa dijadikan ujung tombak perjuangan, karena anak muda jua lah yang benar-benar akan berpengaruh besar pada bangsa ini. Suatu daerah akan maju jika bisa mengelola anak mudanya dengan baik. Dan juga harus disadari, bahwa anak muda adalah “anak zamannya”. Zaman milenial dengan generasi milenialnya ini mempunyai berjuta keunikan dan keistimewaan. Hal ini hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang mempunyai kebesaran hati dan pandangan yang jauh lebih maju kedepan.

Hari ini, Indonesia diisi oleh 80 juta generasi millenial yang siap berkontribusi untuk pembangunan bangsa ke depan. Angka ini cukup fantastis, menandakan bahwa generasi milenial bukan lagi minoritas di negeri yang kaya raya ini. Maka, sudah seharusnya setiap lini mempertimbangkan segala sesuatunya mengenai anak muda atau generasi milenial. Melalui tulisan singkat ini, saya ingin menawarkan sebuah gagasan tentang pengelolaan pemerintahan yang baik (good government) di zamannya generasi milenial ini.

Terinspirasi dari sebuah Hadis Nabi Muhammad SAW yang kurang lebih berbunyi;

???????????? ???????????? ??????? ??????????? ??????? ?????????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????????? ???????????? ???????????

“Aku wasiat-amanatkan kepadamu terhadap pemuda-pemuda (angkatan muda) supaya bersikap baik terhadap mereka. Sesungguhnya hati dan jiwa mereka sangat halus. Maka sesungguhnya Tuhan mengutus aku membawa berita gembira, dan membawa peringatan. Angkatan mudalah yang menyambut dan menyokongaku, sedangkan angkatan tua menentang dan memusuhi aku.”

Kita bisa melihat bahwa Nabi yang notabene adalah seorang pemerintah terbaik di dunia, mengakui bahwa peran generasi muda lah yang sangat menunjang perjuangan beliau. Sudah seharusnya juga sistim kepemerintahan kita mengadopsi pola Nabi yang sangat menghargai peran anak muda. Selain itu, Nabi juga mewasiatkan kepada kita semua, bahwa hati dan jiwa generasi muda itu sangat halus, kita tidak boleh melukai mereka dengan kekuasaan yang tidak memihak pada generasi muda ini. Memang, generasi milenial selalu dikesankan dengan orang-orang yang akalnya tidak bisa ditundukkan, atau mempunyai pola pikir ala anak muda yang terkadang cenderung tidak berkesesuaian dengan para orang tua. Lebih-lebih lagi jika berhadapan dengan orang-orang tua yang memegang pemerintahan. Namun, menyikapi hal ini, pemerintah dituntut untuk lebih memainkan akal sekaligus perasaan, dan rasa pengertian yang tinggi dengan setiap kemauan para generasi milenial. Jangan mentang-mentang sebagai pemegang kekuasaan, bisa leluasa memerintah anak muda semaunya tanpa mempertimbangkan kemauan mereka.

Melalui tulisan ini juga, saya menawarkan agar pola pengelolaan pemerintahan pada anak muda, tidak dengan cara otoriter yang menyebabkan mereka hanya akan sami’na wa atha’na (kami dengar, dan kami patuh). Sebuah pepatah minang mengatakan; Pandai indak manggurui, Kancang indak mandahului, Tajam indak malukoi. Ini berarti, jangan mentang-mentang punya kelebihan –apapun kelebihannya—, bisa sewenang-wenang dengan mereka yang sedang dihadapi. Sudah seharusnya menghadapi anak muda ini, tidak ada lagi perintah, tapi yang ada hanya ajakan. Tidak ada lagi paksaan, tapi yang ada hanya rangkulan.

Lalu, juga harus disadari bahwa generasi milenial adalah orang-orang luar biasa yang sangat lekat dengan teknologi, maka juga sudah seharusnya pengelolaan pemerintahan mengikuti arus teknologi ala anak muda ini. Karena dengan teknologi urusan termudahkan, dengan teknologi anak muda terberdayakan, dengan teknologi birokrasi terpangkaskan, dan dengan teknologi pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) terwujudkan.



Tetesan Darah Bukti Cinta Nabi dan Kemerdekaan
  • Tetesan Darah Bukti Cinta Nabi dan Kemerdekaan

    Sabtu, | 13:36:20 | 142 Kali


  • Berdayakan SDM, Karang Taruna Sungai Durian Ikuti Bimtek Lewat ADK
  • Berdayakan SDM, Karang Taruna Sungai Durian Ikuti Bimtek Lewat ADK

    Sabtu, | 08:29:46 | 98 Kali


  • Pacu Jawi Payakunbuh Bakal Masuk Kalender Even Pariwisata Sumbar
  • Pacu Jawi Payakunbuh Bakal Masuk Kalender Even Pariwisata Sumbar

    Sabtu, | 08:25:53 | 103 Kali


  • PMII Kota Pariaman Gelar Dialog Kepemudaan
  • PMII Kota Pariaman Gelar Dialog Kepemudaan

    Sabtu, | 08:23:27 | 417 Kali


  • Ketua GOW Pariaman, Cerdaslah Memilih Pangan dan Kosmetik Yang Aman
  • Ketua GOW Pariaman, Cerdaslah Memilih Pangan dan Kosmetik Yang Aman

    Jumat, | 19:15:19 | 97 Kali