Ansor Sumbar Ajak Eks FPI Gabung Ormas Moderat Seperti NU atau Muhammadiyah

Jumat, 01 Jan 2021 | 10:32:35 WIB, Dilihat 1790 Kali

Oleh ari

Ansor Sumbar Ajak Eks FPI Gabung Ormas Moderat Seperti NU atau Muhammadiyah

Baca Juga : Terhitung 1 Januari 2021, Pesan Tiket KA Hanya Online


Sitinjausumbar.com – Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat mengajak eks kader Front Pembela Islam (FPI) untuk bergabung dengan ormas Islam yang memiliki pandangan keislaman moderat (washatiyah). Misalnya ke ormas Islam Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah. Cara ini menjadi jembatan terbaik dan bisa menghindari aksi yang tidak dibenarkan hukum.

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman, Jumat (1/1/2012) menyikapi pembubaran FPI oleh Pemerintah RI, Rabu (30/12) lalu. FPI dibubar terhitung sejak pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama 6 Menteri yang resmi melarang aktivitas organisasi tersebut, Rabu (30/12/2020).

“GP Ansor meminta para anggota FPI untuk menghormati dan tunduk dengan keputusan pemerintah tersebut.  Ansor juga mengajak kepada eks kader-kader FPI untuk bergabung pada ormas Islam lain yang masih eksis. Saat ini ada banyak ormas Islam yang bisa menjadi wadah baru bagi para mantan anggota FPI, seperti NU atau Muhammadiyah,” kata Rahmat, doctor lulusan Universitas Bengkulu ini.

Rahmat  meyakini, dengan tangan terbuka ormas-ormas tersebut akan bersedia menerima niat para eks FPI untuk bergabung. Sejumlah ormas tersebut juga memiliki pandangan keislaman yang washatiyah, sehingga dakwah yang dilakukan mudah diterima masyarakat.

Rahmat juga menyebutkan,  GP Ansor sepenuhnya mendukung langkah pemerintah yang telah menerbitkan SKB 6 Menteri tersebut. FPI dalam perjalanannya nyata-nyata menunjukkan sebagai ormas yang telah berlawanan dengan ketentuan hukum di Indonesia. Selain itu, cara dakwah FPI juga kerap kali bertentangan dengan nilai-nilai, norma serta azas kehidupan bersama masyarakat Indonesia.

“Ansor juga  minta kepada seluruh aparatur negara untuk bertindak tegas karena FPI sudah berstatus sebagai organisasi yang terlarang di Indonesia. Jadi jika ada  pihak yang berupaya melanggar keputusan pemerintah ini, aparat harus berani bertindak tegas dan adil dalam kerangka menegakkan hukum dan aturan SKB 6 Menteri. Selain itu, seluruh elemen bangsa jangan mengambil tindakan main hakim sendiri pasca pembubaran FPI,” kata Rahmat menambahkan.

Rahmat juga  menginstruksikan kepada seluruh anggota Ansor, Banser, dan seluruh kader di Sumatera Barat tetap  satu komando dan  menjaga kondusivitas kedamaian hidup bermasyarakat. Jika menemukan aktifitas eks FPI yang masih menggunakan simbol-simbol FPI, segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, tutur Rahmat. (02)



Terhitung 1 Januari 2021, Pesan Tiket KA Hanya Online
  • Terhitung 1 Januari 2021, Pesan Tiket KA Hanya Online

    Kamis, | 17:44:24 | 2205 Kali


  • Bupati Padang Pariaman Keluarkan Edaran Liburan Natal dan Tahun Baru Masa Pandemi
  • Bupati Padang Pariaman Keluarkan Edaran Liburan Natal dan Tahun Baru Masa Pandemi

    Rabu, | 14:29:01 | 1222 Kali


  • Inspektorat Padang Pariaman Lakukan Pemeriksaan Tutup Anggaran 2020
  • Inspektorat Padang Pariaman Lakukan Pemeriksaan Tutup Anggaran 2020

    Rabu, | 14:13:56 | 1145 Kali


  • Sukseskan Pilkada, PPK dan PPS Sintoga Sumbangkan Al-Quran ke TPA Surau Diaur
  • Sukseskan Pilkada, PPK dan PPS Sintoga Sumbangkan Al-Quran ke TPA Surau Diaur

    Rabu, | 12:10:39 | 1302 Kali


  • Bupati Padang Pariaman: Pejabat Fungsional Harus Lahirkan Inovasi Demi Efektifkan Pekerjaan
  • Bupati Padang Pariaman: Pejabat Fungsional Harus Lahirkan Inovasi Demi Efektifkan Pekerjaan

    Rabu, | 09:31:16 | 1080 Kali