Amalan Akhir dan Taqdir Seorang Manusia, Senantiasa Istiqonah Dalam Kebenaran
Oleh: Prof.Dr.H.Asasriwarni (Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar)

Rabu, 03 Mar 2021 | 11:07:19 WIB, Dilihat 1397 Kali

Oleh ari

Amalan Akhir dan Taqdir Seorang Manusia, Senantiasa Istiqonah Dalam Kebenaran

Baca Juga : Prihatin Lihat Kondisi Pesantren Tapuz, Spontan Wako Pariaman bantu Rp 20 Juta


A. Dalil Rujukan :

Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

“Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud Radiallahu 'Anhu mengatakan, bahwa : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya : (1) sebagai setetes mani selama empat puluh hari, (2)  kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, (3)  kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari, (4) Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : (a) menetapkan rizkinya, (b) ajalnya, (c)  amalnya dan (d) kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya : (1) sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka; (2)  Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga.”  (HR.  Bukhori dan Muslim).

B. Pelajaran Yang Terdapat Di Dalam Hadits Tersebut Adalah :

1. Allah SWT mengetahui tentang keadaan  makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan keesengsaraan.

2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merekalah yang merupakan sebab memasuki ke alam keduanya.

3. Amal perbuatan manusia dinilai pada akhir perjalanan hidupnya.Maka dari itu, hendaklah manusia tidak  terpedaya pada kondisinya saat ini. Namun  harus selalu memohon kepada Allah SWT agar diberi keteguhan iman dan akhir kehidupan  baik (husnul khotimah).

4. Disunnahkan kepada kita untuk bersumpah mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.

5.  Harus tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil  sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan  hatinya karenanya.

6. Kehidupan ada di tangan Allah.Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan     umurnya.

7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur  adalah sebagai rasa belas kasih Allah SWT terhadap para ibu. Karena sesungguhnya Allah SWT mampu menciptakannya sekaligus.

C. Ayat Al Qur'an yang menjadi rujukan tema hadits tersebut di atas adalah :

1. Pengorbanan seorang ibu yang mengandung

Firman Allah SWT dalam ayat berikut ini :

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS.  Luqman Ayat : 14).

2. Teori reproduksi manusia

Firman Allah SWT dalam  ayat berikut ini :

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al Hajj Ayat : 5).

Semoga hidup kita semakin bermanfaat dan berkah, aamiin YRA



Prihatin Lihat Kondisi Pesantren Tapuz, Spontan Wako Pariaman bantu Rp 20 Juta
  • Prihatin Lihat Kondisi Pesantren Tapuz, Spontan Wako Pariaman bantu Rp 20 Juta

    , | 06:35:48 | 42641 Kali


  • Wawako Pariaman Orasi pada  Apel Nusantara Bersatu
  • Wawako Pariaman Orasi pada Apel Nusantara Bersatu

    , | 11:15:47 | 42641 Kali


  • 106 Medali  Berhasil Diraih Kontingen Kota Pariaman pada Porprov XIV Sumbar
  • 106 Medali Berhasil Diraih Kontingen Kota Pariaman pada Porprov XIV Sumbar

    , | 11:11:23 | 42641 Kali


  • ASN Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat
  • ASN Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat

    , | 11:05:31 | 42641 Kali


  • Cabor Sepatu Roda Kota Pariaman Juara Umum di Porprov XIV Sumbar 2016
  • Cabor Sepatu Roda Kota Pariaman Juara Umum di Porprov XIV Sumbar 2016

    , | 09:17:14 | 42641 Kali