Akibat Melalaikan Ibadah Sholat
Oleh:  Sidi  Tasrif

Rabu, 08 Jan 2020 | 11:13:36 WIB, Dilihat 206 Kali

Oleh ari

Akibat Melalaikan Ibadah Sholat

Baca Juga : Anggaran 2019 Berakhir, Proyek Bernilai Dua miliyar di Payakumbuh Masih Belum Rampung


Hai orang-orang  yang  beriman,  janganlah  hartamu  dan anak-anakmu  melalaikan  kamu dari  mengingat   Allah.  Barang siapa  yang  berbuat  demikian  maka  mereka  itulah orang-orang  yang  merugi  (Q.s  al-Munafiqun ayat  9)

Kita  diperintahkan  untuk  mencari  karunia   Allah  SWT  atau  rezeki  sebanyak-banyaknya  untuk  penghidupan  dalam   melangsungkan  kehidupan  yang  lebih  baik.   Dalam  hal  ini,  kita  disuruh  untuk  ikhtiar atau  berusaha  agar  dapat  keberkahan  hidup  di  dunia  dan  di  akhirat  kelak. Namun,  kita  juga  diingatkan  untuk  selalu  mengingat  Allah  dalam  kondisi  dan keadaan  apapun  agar  terhindar  dari  azab  dan  bencana  Allah  SWT.

Bagaimana  kita  saksikan  banyak  manusia  yang selalu  lupa  akan apa  yang  terjadi   pada  dirinya,  sehingga  lupa  akan apa  yang diperbuatnya. Hal  ini disebabkan  karena  lebih mementingkan  duniawi  semata-mata  tanpa  lagi  memikirkan akhirat.  Mereka, enggan  dan  tidak  mau  melakukan apa  yang  menjadi  tuntutan  dalam  hidup  dan  kehidupan.    Mereka  selalu  berlomba-lomba  mencari   kekayaan di  dunia  dengan  memperbanyak  harta  sebanyak-banyaknya  tanpa   lagi  memikirkan  akhirat  yang  dilakukan.

Mereka  selalu,  berupaya  melakukan  apa  saja  yang  dianggap  baik bagi  dirinya  dan  buruk  bagi  orang  lain.   Padahal,  apa  yang dilakukan  sangat  bertentangan dengan  naluri  jiwa  yang  dimilikinya,  apalagi  keimanan  atau  keyakinan  yang  dilakukannya.  Akibatnya,  lupa  untuk  mengingat  Allah  SWT, lupa  melaksanakan sholat  atau  lalai mendirikan sholat.

Jenis  orang yang  melalaikan sholat,   kita  perhatikan   firman  Allah, 

yang artinya , “  Maka   kecelakaanlah    bagi  orang-orang yang  lalai  dalam  sholatnya, “ (QS.  Al-Maa’uun:  4-5)

Al- Hafidz Ibnu  Katsir  berkata,  yang dimaksud  orang-orang  yang  lalai   dalam  sholatnya   adalah:

Pertama, Orang tersebut  menunda  sholat  dari awal  waktunya  sehingga  ia  selalu  mengakhirkan  sampai  waktu  yang terakhir.

Kedua,  orang  tersebut  tidak  melaksanakan  rukun   dan syarat   sholat    sebagaimana  yang    diperintahkan   oleh Allah SWT   dan dicontohkan  oleh  Rasulullah  Muhammad  SAW.

Ketiga,  orang   tersebut  tidak  khusyu’ dalam  sholat  dan tidak  merenungi  makna  bacaan  sholat.

Diriwayatkan  dalam shahih  Al-Bukhari  dari  sahabat  Samurah  bin Junab ra,  sebagaimana  disebutkan dalam   hadits  yang  panjang  tentang sabda  Rasulullah SAW (  dalam  kisah tentang  mimpi beliau):

“Kami  mendatangi   seorang  laki-laki  yang terbaring   dan ada juga  yang lain yang berdiri sambil membawa  batu  besar,  tiba-tiba  orang tersebut  menjatuhkan batu besar tadi ke kepala  laki-laki yang sedang   berbaring  dan  memecahkan kepalanya  sehingga   berhamburanlah  pepecahan  batu   itu  disana  sini,  kemudian ia  mengambil  batu  itu  dan  melakukannya  lagi.  Dan  tidaklah ia  kembali mengulangi  lagi  hal  tersebut sampai kepalanya  utuh kembali seperti  semula  dan dia  terus  menerus   mengulanginya  seperti  semula  dan  ia  terus  menerus  mengulanginya  seperti  pertama kali.”

Disebutkan   dalam  penjelasan  hadits  tersebut, “Sesungguhnya   laki-laki tersebut  adalah  orang yang  mengambil Al-Qur’an dan  ia  menolaknya, dan orang  yang tidur untuk  meninggalkan sholat   wajib.”

Orang  yang   meninggalkan sholat     secara   keseluruhan hukumnya  kafir  keluar  dalam Islam, hal  ini   berdasarkan   dalam sabda  Nabi SAW, “  Perbedaan   antara  kita    dengan mereka  ( orang-orang  kafir)  adalah sholat.  Barangsiapa  yang  meninggalkan sholat  maka  ia  telah kafir. “ (HR. At-Tirmidzi)

Bahkan di  dalam  Al-Qur’an ditegaskan   orang  yang meninggalkan sholat    dimasukkan  oleh  Allah  SWT  ke  dalam  neraka  Saqar,  sebagaimana  firmannya:

“Apakah   yang memasukkan  kamu    ke  dala Saqar (  neraka)? Mereka  menjawab, “Kami  dahulu  tidak termasuk   orang-orang  yang  mengerjakan sholat (QS. Al-Mudatsir: 42-43)

Betapa  pentingnya  bagi  kita,  dalam melaksanakan  ibadah  wajib  sholat lima  waktu sehari  semalam.  Bagi  orang  yang beriman merupakan sebuah  kewajiban  yang  harus  dilaksanakan  dan  tidak  boleh  kita  tinggalkan, sebab  apabila  kita  tinggalkan  maka  kita  akan  mendosa  dosa  dari  Allah  SWT  dan azab  yang sangat  pedih.

Sholat  adalah tiangnya  agama, siapa  yang  meninggalkan sholat  berarti  meruntuhkan  agama. Ibadah sholat  merupakan  habbul  minallah (  hubungan  kita  dengan Allah  )  dalam   meminta  dan  memohon  apa  yang  kita  bicarakan  dan  kita minta  kepada  sang Khaliq  yang  menciptakan  alam semesta  ini.

Sholat lima  waktu menjauhkan  diri  kita  dari  perbuatan  keji dan  mungkar   bahkan  menghapuskan  dosa  yang  kita  lakukan.  Sebagaimana  dalam  sabda  Nabi  SAW,

“Sholat  lima  waktu  dan sholat  Jum’at satu ke sholat  Jum’at  berikutnya     dapat  menghapus  dosa  diantara  keduanya, selagi  tidak  dilakukan dosa  besar.”  (HR..  Muslim)

Bahkan,  sholat  memberikan   cahaya,  penerang  dalam kehidupan  sehingga  nampak wajah yang bersemi  dan wajah  yang  baik  karena  selalu  taat  kepada  Allah SWT.

Rasulullah  SAW  bersabda,

Attahuru shatrul iimaani  walhamdulillahi tam lal miizaana wa subhaanallahi wal hamdulillahi tam laani  au tamlu maa bainasshamaa’i  wal ‘ardi wassalaa tu nuura

“(Kesuciaan (kebersihan)  itu  sebagian  dari iman, kalimat Alhamdulillah   memenuhi timbangan, subhanallah  dan  alhamdulillah   memenuhi  antara   langit  dan  bumi   dan  sholat  adalah  cahaya.”   (HR. Muslim).

Untuk  itu, bagi  hamba  Allah  yang senantiasi  hidup  di  muka  bumi,  di alam  fana  yang singkat  ini  hanyalah  tempat  persinggahan  hidup.  Ladang  bagi  kita untuk  bercocok  tanam da  menyemai  tanaman yang  baik  agar  nantinya  setelah  kita  tiada  kita  dipanggil mendapatkan  balasan  yang baik.

Kita  hidup,  semata-mata  untuk  beribadah  kepadaNya,  segala  sesuatu  yang  kita  lakukan  di niatkan  untuk  ibadah  hanya  karena  Allah  SWT.  Segala  sesuatu  yang  kita  perbuat,  untuk  mengharap  dan ridha  dan  keikhlasan  yang tulus.

Harta  yang  kita  dapatkan  digunakan  untuk  membantu  dan  beramal  sholat  sehingga  menjadi  bekal  hidup  kita  di akhirat, bekal  yang baik  agar  kita  terhindar dari azab  Allah.

Betapa  kita  saksikan, banyak  orang  yang  mendapkan azab  di dunia  dikarenakan lalai bahkan  meninggalkan  perintah  Allah  SWT  dan melaksanakan  larangan  Allah.  Musibah  yang  beruntun terjadi  karena  kita  jauh  dari  Allah  SWT,  sehingga  Allah murka  kepada  hambanya  yang selalu  berbuat  maksiat  dan selalu melakukan  perbuatan  yang terlarang.

Seharusnya, kita  harus  taat  kepada  perintah   Allah  SWT  dan  menjauhi  laranganNya  agar  kita    terhindar dari  musibah  yang  terjadi dan  beruntun.

 

Banjir, longsor,  dan  kematian  serta  lainnya  sebagai  peringatan  bagi  kita  harus  sadar  dan insaf    terhadap  apa  yang  kita lakukan.  Janganlah, kita  menyia-nyiakan  diri  kita  untuk  berkubang  dalam  lumpuran dosa  dan  maksiat,  karena  pada  nantinya  akan kembali  kepadaNya. Kita  harus  pertanggung jawabkan apa  yang  kita  lakukan.

Untuk  itu,  jangan  kita  menyalahkan  orang lain,  salahkan diri sendiri.  Apakah   usia  yang  bertambah  dan waktu  terus  berjalan  dapat   merubah  diri  kita  ke jalan  yang  lebih  baik?  Kita  punya  planing  atau  perencanaan  hidup,  dan  kita  laksanakan akan apa  yang  kita  rencanakan.  Lalu  kita  punya  target  dan harapan  yang  lebih  baik, ketika  ada  kekurangan dan kelebihan  kita  evaluasi  dan  intropeksi  diri  untuk  melakukan  perbaikan diri  kita  agar  apa  yang  diperbuat  dapat  memberikan  berkah dan  kebaikan  kepada  diri  kita  dan  orang  lain.

Sebuah  motivasi dan semangat  dalam hidup  harus  kita  jalankan,  agar  jangan sampai  terbawa  kepada  arus  yang  tidak  baik.  Tentu, dimulai  dari  diri  kita sendiri  sebagai  pondasi  dan pengangan hidup,  ibadah  sholat  jangan kita  lalaikan apalagi  kita  tinggalkan.

Dengan  hubungan kita  kepada  Allah  SWT, terjalin  dengan baik  melalui  ibadah sholat.  Dapat  pula  meningkatkan  hubungan kita sesama manusia, agar  terjalin hubungan silaturrahmi  dengan sesama yang lain sehingga  membantu sesama  dan selalu  peduli  terhadap  penderitaan  yang ada  di sekitar  kita.  Jiwa  sosial  sangat dikedepankan, karena   kondisi  saat  ini sudah mulai menipis bahkan hilang karena  kepentingan diri sendiri dan ego masing-masing.

Wallahu a’lam bisshowwab. Pariaman,  8 Januari  2020

 



Anggaran 2019 Berakhir, Proyek Bernilai Dua miliyar di Payakumbuh Masih Belum Rampung
  • Anggaran 2019 Berakhir, Proyek Bernilai Dua miliyar di Payakumbuh Masih Belum Rampung

    Rabu, | 11:07:33 | 53 Kali


  • Mutasi Besar Besaran Awal 2020 di Pemko Bukittingi 173 Pejabat Dilantik
  • Mutasi Besar Besaran Awal 2020 di Pemko Bukittingi 173 Pejabat Dilantik

    Rabu, | 11:02:36 | 108 Kali


  • Bupati Limapuluh Kota Serahkan Bantuan Pangan Pasca Bencana Banjir dan Longsor
  • Bupati Limapuluh Kota Serahkan Bantuan Pangan Pasca Bencana Banjir dan Longsor

    Selasa, | 19:32:48 | 190 Kali


  • Peringati HJK ke-16, Wujudkan Solok Selatan yang Sejahtera dan Religius
  • Peringati HJK ke-16, Wujudkan Solok Selatan yang Sejahtera dan Religius

    Selasa, | 19:28:26 | 194 Kali


  • Wabup Limapuluh Kota Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2021
  • Wabup Limapuluh Kota Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2021

    Selasa, | 09:29:46 | 1083 Kali