Pendidikan Sepanjang  Hayat, Dari Ayunan Ibu Hingga ke Liang Lahat
Oleh  Sidi Tasrif

By ari 31 Agu 2018, 09:46:20 WIBOpini

Pendidikan Sepanjang  Hayat, Dari Ayunan Ibu Hingga ke Liang Lahat

Keterangan Gambar :


Pendidi kan  pada  dasarnya    merubah  kehidupan     dari    yang  bodoh  menjadi    orang  cerdas,  dari  yang   tidak  tahu   menjadi tahu,  dari   orang  tidak  berakhlak      menjadi  berakhlak, sehingga  dapat    membawa   perubahan  ke  arah  yang   lebih  baik.

Pendidikan  bukan  hanya   berlangsung  di  sekolah,  pendidikan akan mulai  setelah anak  lahir   dan  akan berlangsung sampai  manusia  meninggal dunia,   sepanjang  ia  mampu  menerima  pengaruh.

Pendidikan  sepanjang  hayat  merupakan   asas  pendidikan  yang  cocok  bagi  orang-orang yang  hidup  dalam  dunia transformasi  dan  di dalam    masyarakat   yang  saling  mempengaruhi   seperti  zaman  globalisasi   sekarang   ini. Setiap  manusia  dituntut  untuk menyesuaikan   dirinya  secara  terus  menerus  dengan situasi  baru  (Akhmad Sudrajat,  dalam  konsep  pendidikan  sepanjang  hayat, https.//ahmadsudrajat.wordpress.com)

Menurut   Sudjana (2001:217-218)  pendidikan sepanjang  hayat harus didasarkan atas  prinsip-prinsip   pendidikan dibawah  ini: pertama, pendidikan  hanya  akan  berakhir apabila manusia  telah  meninggal  dunia, kedua: pendidikan   sepanjang  hayat   merupakan  motivasi  yang   kuat bagi  peserta  didik  untuk  merencanakan  dan  melakukan  kegiatan   belajar   secara  terorganisasi   dan sistematis.  Ketiga,  kegiatan  belajar  bertujuan  untuk  memperoleh,  memperbaharui,  dan  meningkatkan pengetahuan ,  sikap  dan  ketrampilan  yang  telah   dimiliki.

Keempat,  Pendidikan  yang   memiliki  tujuan-tujuan   berangkai  dalam  memenuhi  kebutuhan  belajar  dan  dalam mengembangkan  kepuasan  diri  setiap  manusia  yang  melakukan  kegiatan  belajar.

Kelima,  perolehan  pendidikan merupakan prasyarat  bagi  perkembangan  kehidupan manusia, baik untuk  meningkatkan kemampuannya, agar  manusia  selalu melakukan kegiatan  belajar   guna  memenuhi  kebutuhan  hidupnya.

Namun  bagi  kita  sebagai  sebagai  orangtua  atau  pendidik,  merasakan  betapa  anak  didik  menganggap  remeh  pendidikan  yang dijalankannya,  kadang  merasa  sedih  melihat  anak  sibuk dengan  HP  adroid,  tanpa  batas  sehingga  ketika  masuk  waktu  sholat  acuh  tak  acuh  bahkan  tidak mengerjakan sebagai  kewajiban  dan  kebutuhan  hidupnya akan dalam  berbuat  dan  bertingkah.

Dalam  dunia  pendidikan,  kita  meluruskan  apa yang  bengkok,  laksana  bengkel  untuk  memperbaiki  mesin  honda/  mobil   yang  rusak  untuk  dimodifikasi  dan  dirubah  supaya  bisa  berjalan  sedia  kalanya.

Pendidikan,  tidak  sekedar  menyampaikan  ilmu  namun  lebih jauh  merubah  pola  pikir  manusia   ke arah  yang  lebih  baik. Pola  pikir  yang  positif  dengan  berprasangka  yang  baik,   terhadap  apa  yang  dilakukan  dan  diperbuatnya.  Tentu ,  pendidikan sepanjang  hayat   dimulai  dari  ayunan   ibu  sampai  keliang  lahat.  Bermula  dari  keluarga,  sekolah/ madrasah  dan  lingkungan  atau  masyarakat  antara  satu  dengan  lainnya, saling  berkaitan  yang  tidak dapat  dipisahkan  satu dengan  yang  lainnya.

Keluarga  Unit Pertama  Bagi Sebuah Masyarakat

Keluarga  merupakan unit  pertama bagi sebuah masyarakat. Jika masing-masing  keluarga  mau saling membantu  dan saling menolong   merupakan suatu dasar  yang  kuat  terciptanya  kerukunan dan keharmonisan  dalam sebuah masyarakat.  Islam  berpesan  kepada  setiap  muslim supaya  memperhatikan  keluarganya, memberinya  nafkah, mengarahkan   dengan  yang baik  dan  menjaganya  agar  jangan sampai  menyimpang.

Allah  SWT  berfirman:

“Hendaklah  orang  yang  mampu  memberi  nafkah  menurut  kemampuannya, dan  orang  yang disempitkan  rezekinya   hendaklah  memberi  nafkah  dari  harta  yang diberikan  Allah  kepadanya. Allah  tidak memikulkan beban kepada  seseorang   melainkan sekedar  apa  yang  Allah  berikan kepadanya. Allah  kelak  akan memberikan   kelapangan  sesudah  kesempitan.”  (Q.S. Ath-Thalaq: 7 )

Pagi-pagi  sekali  Rasulullah  SAW  melihat  seorang  pemuda  yang kekar   sedang berjalan untuk  mencari  rezeki. Para  sahabat  berkata, “Seandainya  pemuda  itu mau  menggunakan  kekuatannya    berperang pada  jalan Allah. Beliau bersabda: “Biarkan saja  dia. Jika  iaa tadi berangkat untuk  berusaha   mencari  rezeki   yang dapat  menjaga  dirinya  agar  jangan sampai  meminta –minta  kepada  orang  lain,  maka  ia berada pada  jalan Allah. Jika ia  tadi  berangkat  untuk  berusaha mencari rezeki  buat anak-anaknya yang masih kecil, ia  berada  pada  jalan Allah. Jika  ia  tadi  berangkat untuk  berusaha  mencari  rezeki buat  berbakti  kepada  kedua orangtuanya  yang telah lanjut usia,  ia  berada pada  jalan Allah. Dan  jika ia  tadi berangkat  untuk berusaha mencari  rezeki  buat  menumpuk harta agar  bisa  dibangga-banggakan, ia  berada  pada  jalan setan.”

Keteguhan  iman dan keyakinan  kepada  Allah,   dalam  mencari  rezeki  yang halal  untuk keluarga  sangat  mulia  sekali.   Hal  ini  dalam upaya  pendidikan keluarga   yang  ditanamkan kepada  anak  agar  tumbuh menjadi  manusia  yang  memiliki  akhlak yang  mulia.

Tanggung jawab suami  begitu  besar  sekali, diantara  kewajiban suami  ialah  mengurus  keluarga, menafkahinya, memikul tanggungjawabnya, mengarahkannya  yang baik,   dan memberikan perhatian  penuh terhadap   anak-anaknya   yang masih  kecil, menanggung  mereka  dan menjaga  mereka   dari sumber-sumber  kejahatan  serta  tempat-tempat  yang  buruk.

Diantara  kewajiban  sang suami  ialah  membimbing  anak-anaknya kepada  dasar-dasar agama,   mengajarkan kepadaa  mereka   rukun-rukun Islam  serta   adab-adab agama  dan  mengajurkan mereka   atas  akhlak-akhlak  mulia  diantaranya:  jujur, amanah, menjaga  kesucian, menjauhi berbohong,   menjauhi  dari  perbuatan mungkar dan hal-hal  yang nista  lainnya.

Mendidik  anak   merupakan tugas  berat  yang  harus  dilaksanakan  oleh  kaum  ayah. Semuanya   anggota  keluarga bersatu padu dalam membentuk   generasi  yang beriman kepada  Allah, Malaikat-malaikatnya, Kitab-Kitabnya, Rasul-rasulnya, dan  hari  akhir.

Peran  keluarga, terutama  ibu sangat  penting sekali  dalam  menjadikan anak  yang  berbakti  kepada  kedua  orangtuanya. Ibu,  begitu  mulianya   jasanya dari  untain kata  yang lemah lembut  dan penuh kasih sayang  kepada  anaknya berupaya  tanpa kenal  lelah menjadikan anak  yang tetap  menjadi  orang  yang senantiasa  berbakti  kepada  kedua  orangtua.  Darinya  timbul  generasi  yang  kuat  yang selalu  taat  kepada  Allah  dan Rasulnya.

Generasi  yang  kuat  adalah    generasi  yang  mampu  menunaikan  kewajibannya    dalam menjaga dirinya  dari  prilaku  yang menyimpang ,  menjadi  insan  yang  tetap berpegang  teguh pada  rukun-rukun Islam  serta  etika-etika   al-Qur’an   demi  mengembalikan kejayaanya  masa  lalu, supaya  mereka  menjadi  umat  yang terbaik    yang dilahirkan   untuk manusia.

Jangan sampai  kita  meninggalkan generasi  yang lemah,  lemah iman  dan segala  yang lainnya  sehingga  mudah  dijadikan  sebagai  objek sasaran  hanya  untuk  menuruti    kemauan  yang sesaat.

Berbagai  upaya  yang dilakukan untuk menjatuhkan dirinya,  dengan menjauhkan mereka  dari  Al-Qur’an  dan menjauhkan diri  dari  beribadah  kepada  TuhanNya.   Merusak  mental  dan spritualnya dengan pengaruh  yang  tidak baik  sehingga  dapat  dengan mudah  bisa  menguasai  pribadi  yang  malas  dalam segala  hal.

Untuk itu bagaimana pendidikan  seorang   mukmin  terhadap anaknya   adalah sebuah  sedekah jariyah. Pendidikan yang  berlangsung terus  menerus    dan pahala  yang diterima  itu  lebih baik  dari  pada  pahala sedekah yang ia  berikan  berupa  satu sha’  gandum  atau  lainnya. 

Peringatan keras   bagi  orang-orang  yang  mengabaikan anak-anaknya. Sholat,puasa  dan sedekah itu  terkadang balasan pahalanya  terbatas,  sementara  mendidik anak-anak    dan mengarahkan  kepada amal  yang bermanfaat    serta  menunjukkan  kejalan yang lurus  adalah suatu amal  yang diberkahi, balasan pahalanya  yang besar  dan manfaatnya  banyak sekali.

Allah  SWT  berfirman:

“Dan perintahkanlah kepada  keluargamu  mendirikan sholat, dan bersabarlah  kamu  dalam  mengerjakannya. Kami tidak meminta  rezeki   kepadamu, Kami lah  yang memberi  rezeki  kepadamu. Dan  akibat  ( yang baik)  itu  adalah    bagi  orang yang bertaqwa.” (Q.S Thaaha: 132)

Bermula  dari keluarga  yang sholeh  dan sholehah    akan timbul  lingkungan yang  taat    dan dapat  mempengaruhi  lingkungan sekitarnya  ke jalan yang diridhoinya. Tentu  kita  mengharapkan  dengan pendidikan yang  baik diterimanya  dapat  memberikan pengaruh  yang positif  untuk  merubah  kehidupan  yang  lebih baik.

Wallahu a’lam bisshowwab. 29 Agustus 2018



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota Pariaman 2018-2023 Favorit Anda?
  Dewi Fitri Deswati - Pabrisal
  Mahyuddin - Muhammad Ridwan
  Genius Umar - Mardison Mahyuddin

Komentar Terakhir

  • JamesDex

    http://www.dickandjanerocks.com/info.php?a[ - ...

    View Article
  • Aaronpeemy

    [url=http://valtrexbest.us.com/]Valtrex[/url] [url=http://effexorxr.us.org/]view website[/url] ...

    View Article
  • Jackplemn

    [url=https://lasix40.com/]lasix without a prescription[/url] ...

    View Article
  • Charlesmum

    what is the cheapest auto insurance state auto insurance company ...

    View Article