Manusia  yang  Ingkar
Oleh:  Sidi  Tasrif

By ari 12 Okt 2018, 14:17:01 WIBOpini

Manusia  yang  Ingkar

Keterangan Gambar :


Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami Telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin." (QS. As-Sajdah: 12)

Kadang  kita  merasa  sedih  dan  iba  melihat  suasana  kejadian  yang  senantiasa  beruntun  antara  satu  dengan  yang  lain,  belum  pupus  harapan  gempa  Lombok,  sekarang  gempa  dan tsunami  Palu  dan Donggala  yang   ribuan  mayat  bergelimpangan  mati  dengan sekejab. Ujian  itu  terjadi  disebabkan  manusia  sudah  mulai  ingkar kepada  perintah  Allah  dan  sudah  mulai  jauh  kepada ayat-ayatNya  yang  memberikan  petunjuk  dan  penerang  dalam  kehidupannya.

Sesungguhnya   orang-orang   yang  mendustakan  ayat-ayat  Kami  dan  menyombongkan  diri  terhadapnya,  sekali-kali tidak akan dibukakan  bagi   mereka   pintu-pintu  langit  dan  tidak  pula   mereka  masuk sorga,  hingga  onta  masuk ke  lubang  jarum.  Demikianlah Kami  memberi   pembalasan kepada  orang-orang   yang  berbuat   kejahatan.  Mereka   mempunyai  tikar  tidur   dari  api  neraka   dan  diatas   mereka  ada  selimut ( api neraka). Demikianlah  Kami  memberi balasan   kepada  orang-orang  yang  zholim. Dan orang-orang  yang  beriman   dan  mengerjakan  amal-amal  yang  shalih,  Kami  tidak  memikulkan   kewajiban kepada    diri  seseorang  melainkan  itulah  penghuni-penghuni  surga,  mereka  kekal     di dalamnya. (QS. Al-Araf : 40-42).

Manusia  yang  ingkar merupakan  manusia  yang  selalu ingkar  terhadap  perintah  Allah,  tidak  mau mengerjakan  apa  yang  diperintahkan  Allah  SWT   dan  selalu  melaksanakan   larangan  TuhanNya.  Mereka  hidup  dalam  kemaksiatan,  kejurang   kehinaan  dan  selalu  berbuat  kerusakan  dimana-mana.

Jika suatu  negeri yang  senantiasa  taat  kepada  TuhanNya,  maka  Allah  berikan keberkahan  dan  hidayah  yang  banyak  kepada  masyarakatnya  yang  senantiasa  meramaikan  rumah  Allah  /  masjid/  surau  dalam  mendirikan  sholat  dan    berbagai  kegiatan  keagamaan  yang  selalu  di jalankan  dengan baik.

Kebaikan  yang  kita  lakukan  dapat  memberikan ketenangan  dan dapat  mendapatkan  keberkahan  yang  ada.

Allah  SWT  berfirman:

Jika  kamu  berbuat  baik,  kebaikan  itu  bagi  dirimu sendiri  dan  jika  kamu  berbuat  jahat, maka  kejahatan  itu  bagi dirimu sendiri.  (QS. Al-Isra:  7).

Kebaikan  yang  kita  lakukan  memberikan  berkah  kehidupan  yang  kita  perbuat,  tentu  disesuaikan  dengan kemampuan  yang  kita  miliki. Orang  yang  dalam  hidupnya  berjalan  di jalan  yang  benar  dapat merasakan  ketenangan  hidup  di dunia  dan  di akhirat  kelak.

Untuk  menghindari  dari berbagai  bencana  yang  menimpa  kita,  sewajarnya  kita  kembali  ke jalan  yang benar.  Kita  jauhkan  diri  dari  prilaku  yang menyimpang,  perbuatan  yang  tidak  baik  apalagi  merusak sendi-sendi  kehidupan.

Hidup  yang  dilakukan  hendaknya  memberikan  manfaat   bagi  orang  lain,  dapat  merasakan  kehidupan  yang  lebih  bermanfaat.

Dalam hadist  Qutsi, Allah  Taala    berfirman  yang artinya:   Sungguh Aku  bermaksud  menurunkan azab   kepada  penduduk  bumi. Namun ketika   Aku melihat  orang-orang  yang  memakmurkan  rumah-rumahku ( masjid),  dan orang-orang  yang   minta  ampun  kepadaKu  di waktu  sahur, maka  Aku belokkan  azab itu  dari  penduduk bumi  (  HR. Imam Baihaqi   dari sahabat  Anas RA)

Dari   hadis  ini   dapat  kita  pahami bahwa  ada  dua    hal  yang menyebabkan   Allah  SWT    mengurungkan  bencana    yang akan  Dia  turunkan   ke  bumi. Yaitu  pertama,   memakmurkan masjid,  yaitu  dengan melaksanakan   sholat  berjamaah   di masjid.  Hal  yang  kelihatan  mudah, tapi  pelaksanaannya   yang tidak mudah. Padahal,  sholat  jamaah   yang  memiliki keistimewaan   lain,  pahalanya   mesti dilipatkan 27  derajat, disamping  keutamaan yang lain.

Kedua,   istighfar (  memohon ampun  kepada  Allah)  di  waktu  sahur. Mengapa  harus  istiiqfar     karena  tidak  ada  yang  lebih  pantas  untuk  yang     diminta   oleh  orang-orang seperti  kita. Memohon ampun kepada  sang  Khaliq  agar  terhindar  dari  berbagai  musibah  dan  bahaya  yang  menimpa  kita.  Kenapa  waktu  sahur? Karena  waktu  sahur  adalah waktu  yang  paling  nikmat  untuk tidur.  Waktu  sahur   adalah  waktu  yang  paling sepi,   hening  dan sunyi. Waktu  sahur  adalah  waktu  terbukanya  pintu-pintu  langit,  Allah   turun  ke  bumi, sehingga  hanya  orang  yang berniat  kuat  sajalah yang  mampu   bangkit  dari ranjangnya   dan  tidak  tidur  di saat  itu.

Mereka  bangun  untun  mendirikan  sholat  tahajjud  dan  bermunajab  kepada  Allah  SWT  di  waktu  1/3  malam  tersebut  untuk  selalu  memohon  ampun  dan  meminta  petunjuk  agar  dalam  dirinya  terhindar    dari  bala  dan  bencana.

Orang  yang selalu  menghidupkan  malamnya  dengan  ibadah  kepada  Allah  SWT , Allah  muliakan mereka  dan  menempatkan  ke tempat  yang  terpuji  atau  ketempat  yang  lebih baik.

Banyak   peristiwa   dan kejadian  orang  terlelap tidurnya, kadang  musibah  terjadi  di  waktu Sahur,  kita  saksikan  gempa  Yogyakarta,  banyak  yang meninggal  dunia  karena  terlelap tidurnya  dan tidak  bangun untuk  sholat  pada  waktu Subuh.    Juga  pada  waktu  Dhuha,  gempa  memporakporandakan Aceh dan  tsunami  pada  waktu  Dhuha, 26 Desember  2004.  Juga  waktu  Ashar  terjadi  gempa  di  Palu  dan Danggalo  menjelang  Magrib  banyak  yang meninggal  dunia.

Peristiwa  atau  kejadian yang terjadi  merupakan  ujian,   yang  Allah  berikan  kepada  kita.  Bagaimana  kita   bisa  menjalani  dengan  penuh kebaikan,  menjalankan  dengan  penuh  tanggung  jawab  agar  dapat  terhindar  dari  bahaya  yang  setiap  saat  menimpa  kita  bersama.

Tentu, kita  setiap  waktu  harus  waspada  dan  hati-hati  dalam  bertindak  dan  berbuat.

Untuk  itu kita  harus  senantiasa  bersyukur  dan berbuat  baik,

Rasulullah  SAW  bersabda:

Dari  Abu Bakrah,  sesungguhnya  Rasulullah SAW, apabila  mendapat   sesuatu  yang  menyenangkan   atau   diberi   khabar  gembira  segeralah  tunduk,  sujud   sebagai  rasa  syukur  kepada  Allah  SWT. ( HR. Abu Dawud, Ibnnu Majjah dan At-Turmudzi)

Orang  yang  selalu  setiap  waktu  kita menjaga  diri  dari  hal-hal  yang tidak  baik,  menjaga  dirinya  dari  prilaku  yang menyimpang. Ketika  kehidupan  membawa  keberkahan dari   Allah,  kita  menjaga  dan  meningkatkan  dengan sebaik  mungkin  sehingga  dalam  diri  dapat  menjadi  orang  yang  membawa  manfaat   bagi  orang  lain. Senantiasa  selalu bersyukur  atas  nikmat  yang  Allah  berikan kepadaNya.

Dalam  hidup  dan  kehidupan,   banyak  cobaan  dan  tantangan  hidup  bagi  kita  sehingga  kita  bisa  menghadapi  dari  berbagai  ketidakbaikan, berbagai  ketimpangan  yang  ada  dalam  diri  manusia  itu  sendiri.

Kita  dalam hidup  selalu  berupaya  semaksimal  mungkin  dapat  terhindar dari berbagai  bencana,  sehingga  dalam  hidupnya  dapat  membawa  penerang bagi   orang  lain  terutama  bagi diri sendiri.

Wallahu alam  bisshowwab

Pariaman, 10-10-2018

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota Pariaman 2018-2023 Favorit Anda?
  Dewi Fitri Deswati - Pabrisal
  Mahyuddin - Muhammad Ridwan
  Genius Umar - Mardison Mahyuddin

Komentar Terakhir

  • Payday Express

    easy money payday loans <a href="https://easypayday.us.com/">easy payday ...

    View Article
  • Online Loans

    cash in one hour <a href="https://loans2019.us.com/">loans online ...

    View Article
  • Fastest Payday Loan

    easy payday <a href="https://easypayday.us.com/">easy payday</a> easy ...

    View Article
  • Speedy Cash

    loans <a href="https://loans2019.us.com/">loans</a& gt; personal loans ...

    View Article