Lentera  Hidup
Oleh  Sidi  Tasrif (Pengajar  di  MTsN  1  Pariaman)

By ari 03 Jun 2018, 12:58:23 WIBOpini

Lentera  Hidup

Keterangan Gambar :


"Apakah  sama  orang  yang  mengetahui  dengan  orang yang  tidak  mengetahui”. (Q.S Az-Zumar ayat  9 )

Orang  yang  berilmu,  laksana  buah  padi yang  boneh (  berisi),  semakin  berisi maka   semakin  merunduk.  Orang  yang  memilik ilmu akan diangkat  derajatnya  oleh  Allah  SWT.  Untuk  mencapai tingkat  keilmuan  seseorang,  dengan  menggunakan akal.  Bertambah  tinggi perjalanan akal,  bertambah  banyak  alat  pengetahuan  yang  dipakai, pada  akhirnya  bertambah  tinggi  pulalah martabat  iman  dan  Islam seseorang.

Nabi  Muhammad  SAW pernah  mengatakan;

“Addinu huwal ‘aqlu laa diina liman laa  a’la lahu.” (Agama  ialah  akal. Dan  tidak  ada  agama   pada  orang yang tidak  berakal).

**

Dalam  kehidupan  yang  kita  jalani  setiap  waktu,  senantiasa  dijalani  dengan sungguh-sungguh dan sabar. Sebab,  apapun  yang  terjadi kita  pasrahkan  kepada  Allah  SWT  yang  menguasai  alam  semesta  ini. Untuk mencapai  kehidupan  yang  lebih  baik, maka   diperlukan  ilmu, dengan  ilmu akan  mengangkat  derajat  seseorang  ke  arah  yang   lebih  baik. Namun,  mencapai  kedudukan  yang  baik  tersebut,  tentu  dengan  belajar.  Belajar  sepanjang  hayat bermula  dari  diri sendiri.

Menurut  penyelidikan ahli  ilmu  jiwa,  jiwa  kita  saat  ini mempunyai  tiga  sudut yang  penting dalam  menghubungkan diri  dengan alam. Pertama,  perasaan, kedua: pikiran dan  ketiga: kemauan.

Apabila perasaan  yang  lebih  terkemuka  dari  antara  ketiga sudut  itu,  kita  akan menjadi  seorang seniman. Apabila  pikiran  yang  lebih  utama,  niscaya  kita   akan   menjadi  seorang filsuf.  Jika  kemauan  (iradat) yang  lebih  unggul,  inilah  alat  bahwa  orangnya  akan  menjadi pahlawan  atau  seorang  pemimpin yang  terkemuka  dalam  bangsanya, atau  ahli  agama  yang  membawa  paham  pembaharuan  ( Hamka,  Falsafah  Ketuhanan, 2017: 20).

Apabila  kita  cenderung  ke dalam seni  dan  keindahan (estetika), cobalah  rasakan adanya  Allah  di dalam alam. Pikirkanlah,  siapakah dan kekuatan  apakah  yang  menyebarkan keindahan ini  sehingga  tampak segala  sesuatu  tersusun   dan  teratur?

Pandanglah  Dia  dalam   kebesaran  laut, bukit,  dan  gunung. Keindahan saat  matahari   terbit  dan terbenam,  keindahan  bentuk,  juga  keindahan warna.  Angin sepoi yang  melambaikan  serumpun  bambu   di  pinggir  hutan  yang  menimbulkan  kicut pergeseran   diantara  suatu   batang  dengan  batang  yang  lain pun  mengandung  ajaibnya  keindahan. Alam  yang luas  kelihatan  hening, tetapi  Dia   senantiasa  bekerja.  Saat  dipandang   selalu   tampak suatu  keganjilan.

Rasa  seni  akan  bangkit saat  melihat  fajar  menyingsing,  tidak  lama  kemudian  matahari  pun terbit dan  binatang-binatang    berbunyi  bersahutan.  Engkau  lihat  embun pagi menyentak  naik,   dan  semangat  baru   meliputi   alam  disekitarmu. Engkau  seakan- akan  puas   meskipun  tidak   minum. Engkau  seakan-akan  kenyang  meskipun tidak  makan.

Bahkan empasan  ombak  ke tepi  pantai  diiringkan  oleh   angin lautan  yang  nyaman, seakan-akan  memandikan  jiwa  kita    sendiri.  Jika  hari  telah  malam,  kita  lihat  pula  bintang-bintang   berserak  di halaman  langit. Bintang- bintang berkela-kelip, seakan-akan  orang  tersenyum  dan  yang  disenyumi   adalah  kita.

Melihat  itu  semua, banyak  kesannnya kepada  jiwa kita  sendiri.  Seakan –akan  kita  telah  menjadi   ahli  waris  dari  alam. Kita  pun jatuh  cinta  kepadanya, karena  dari  dialah  timbul  keindahan  yang  telah  rekam jiwa   kita.   Karena  dari  Dialah   timbul rasa  kagum  dan takjut.  Sangat  terharu,  lantaran  terpesona oleh  keindahan  alam,  terlompatlah   dari mulut   kita  ucapan yang  betul-betul  keluar   dari  hati,  yaitu Allah.

Suatu  keindahan  alam  yang  tidak  ada  habisnya,  kita   bersyukur  dapat   mengenal  dan merasakan  keindahan  itu. Terasa bahwa   diri  kita  sendiri adalah  sebagian  dari  alam. Bertambah   terang  pelita  hati  kita ,  bertambah  terang  mata  kita  melihat  alam. Tidak ada  ucapan  lain   yang sekaligus dapat  mencetuskan   apa  yang  terasa   dalam  hati  kita,   selain satu   kalimat  saja,  yakni  Allah  (  Hamka, Falsafah  Ketuhanan,2017: 21-22)

Orang  yang  senantiasa  merenung  akan dirinya,  maka  terpanggil  dalam jiwanya  untuk  selalu  merubah  dirinya  dengan  banyak  membaca  dan  belajar. Alam  takambang  manjadi  guru,  fenomena  alam  yang  terjadi  dapat  menjadi  pemikiran  dan  renungan  diri  seseorang  untuk  selalu berbuat  kepada  kebaikan.

Dengan  adanya  kebaikan  yang  ada  pada  seseorang  dapat   memberikan  manfaat  sehingga  membawa  perubahan  yang  ada,  perubahan  yang  dapat  memberikan  manfaat  kepada  orang  lain sesuai  dengan  kemampuan  yang  kita  miliki.

Makna  Hidup  Manusia

Ketika kita  diberikan kesempatan  hidup,  maka  kita  pergunakan  dengan sebaik  mungkin. Jangan  kita    sia-siakan  hidup  yang  kita  alami.  Kita  hendaknya    dapat    memberikan  manfaat  kepada  orang  lain.  Kita  hendaknya  dapat  berguna  bagi  orang   lain.  Selagi  hayat  dikandung  badan,  selagi  kita  diberikan  umur  yang  panjang  dapat  meningkatkan  harkat  dan  martabat  hidup  seseorang sehingga  dengan  demikian  dapat  memberikan  manfaat  yang  berguna  bagi  orang  lain.

Mereka   menemukan  hidup   segala  sesuatu,   tetapi    mereka  ragu   memberikan  pengakuan  hidup  pada  asal  segala    sesuatu    atau  yang  menjadi segala  sesuatu. Padahal,  kita  tidak  selamanya  hidup, pasti  kita  akan kembali  kepadaNya.

Allah  SWT   berfirman :

“Sesungguhnya semua  milik  Allah dan  akan kembali  kepada-Nya.” (Q.S al-Baqarah  ayat  156)

Banyak  orang diberikan  umur  yang  panjang,  tidak  memberikan  manfaat  pada  orang  lain.  Kehidupannya  yang  disalahgunakan yang  hanya  menyengsarakan orang  lain.  Kehidupan  yang  diperoleh  hanya  sesaat  tidak  membawa  belas,  hilang  dimakan zaman.  Hilang tak  membekas  sehingga  menjadi  manusia  yang  tidak  membawa  keberkahan.

Untuk  itu,  jangan  sia-siakan waktu  yang diberikan  Allah  kepada  kita,  jangan sia-siakan  waktu. Pergunakan  masa  muda  sebelum tiba  masa  tua,  pergunakan masa  sehat  sebelum  jatuh sakit,  pergunakan masa  luang sebelum tiba  waktu sempit, pergunakan masa  kaya  sebelum  jatuh  miskin dan  pergunakan  masa  hidup  sebelum ajal  dijemput.

Banyak  orang  yang  merugi, karena  menyia-nyiakan  waktu. Waktu  laksana  pedang,  senantiasa  dijalankan dengan  sebaik  mungkin.

Allah  SWT  berfiman:

“Demi  masa.  Sungguh, manusia   berada   dalam kerugian, kecuali orang-orang  yang  beriman  dan  mengerjakan kebaikan serta  saling menasehati untuk  kebenaran dan saling  menasehati untuk kesabaran. ( Q.S  Al-‘Asr ayat 1-3)

Sebagai  renungan  hidup,  apalagi  di bulan  suci  yang  penuh  rahmah,  penuh  magfirah (ampunan  Allah),  dan  dijauhkan  dari  api neraka. Tentu  kita  pergunakan  waktu  dibulan  Ramadhan 1439 H ini dengan  bersungguh-sungguh.

Sepatutnya ,  puasa  yang  kita  laksanakan  dapat  menghapus  dosa  yang telah  berlalu  dengan  penuh  penuh  keimanan  dan mengharap  ridho  Allah. Apalagi  amal  perbuatan  yang   kita  laksanakan dilipatgandakan    di  bulan  Ramadhan  ini.

Waktu  yang    berlalu,  jadikan pelajaran  bagi  kita  untuk  menggapai  hari esok.  Hari  ini hendaknya  lebih  baik  dari    yang  lain,  dan  yang   akan datang  kita  songsong  dengan  penuh  harap.  Sebab,  belum  tentu  kita  akan    bertemu  pada  ramadhan yang akan datang.  Mungkin,  Allah   berjemput  jiwa  kita  karena  umur  manusia  tidak   bisa  kita  tentukan, hanya  Allah  SWT  yang  Maha  Mengetahui.

Bersyukurlah  kita   diberikan  nikmat  hidup  supaya  dipergunakan  untuk  menebar  kebaikan  dan  memberikan manfaat  bagi  orang lain.

Wallahu  a’lam  bisshowwab.

Pariaman,  2  Juni  2018

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota Pariaman 2018-2023 Favorit Anda?
  Dewi Fitri Deswati - Pabrisal
  Mahyuddin - Muhammad Ridwan
  Genius Umar - Mardison Mahyuddin

Komentar Terakhir

  • Guppyvedy

    gsn casino <a href="http://onlinecasinoleo.com/">casino play</a> casino ...

    View Article
  • Arronnory

    betfair online casino <a href="https://casinorealmoneyigames.com/">onl ine ...

    View Article
  • detetle

    casino blackjack <a href="https://onlinecasinoplayusa.us.org/">be tfair online ...

    View Article
  • arourdele

    tropicana online casino <a href="https://onlinecasinoassist.com/">play online ...

    View Article