Hijrah, Momentum Memperbaiki Diri
Oleh: Sidi  Tasrif

By ari 09 Sep 2018, 15:00:25 WIBOpini

Hijrah, Momentum Memperbaiki Diri

Keterangan Gambar :


“Dan orang-orang  yang  beriman  dan  berhijrah  serta  berjihad  di  jalan  Allah, dan  orang-orang   yang  memberi  tempat  kediaman  dan  memberi  Pertolongan (  kepada  orang Muhajirin)  mereka itulah  orang-orang  yang benar-benar  beriman. Mereka  memperoleh  ampunan    dan rezeki (  nikmat)  yang  mulia.”  (QS.Al-Anfal :  74 )

Kata  hijrah  berasal  dari bahasa  Arab  yang  berarti   meninggalkan, menjauhkan   dari   dan  berpindah tempat. Dalam   konteks  sejarah hijrah, hijrah adalah  kegiatan  perpindahan  yang dilakukan   oleh Nabi  Muhammad  SAW   bersama  para  sahabat  beliau   dari  Mekkah ke  Madinah, dengan  tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah  Allah, berupa  akidah dan syari’at  Islam.

Dengan merujuk kepada  hijrah yang dilakukan Rasulullah  SAW   tersebut sebagian ulama   ada  yang mengartikan     hijrah  adalah   keluar dari  darul kufur  menuju darul Islam. Keluar  dari kekufuran  menuju keimanan.

Perintah  berhijrah   terdapat dalam   beberapa   ayat  Al-Qur’an, antara  lain:
“Sesungguhnya  orang-orang  yang beriman, orang-orang  yang berhijrah  dan  berhijrah  di jalan Allah,  mereka  itu  mengharapkan  rahmat  Allah  dan Allah  Maha  Pengampun  lagi  Maha  Penyayang.” (QS. Al-Baqarah,2 : 218)

Dan orang-orang  yang beriman  dan  berhijrah  serta  berjihat  pada jalan Allah,  dan  orang-orang  yang memberi tempat  kediaman  dan memberi  pertolongan  (  kepada  orang-orang  Muhajirin), mereka  itulah  orang-orang  yang  benar-benar  beriman. Mereka  memperoleh  ampunan dan  rezki (nikmat)  yang  mulia.” (QS. Al-Anfal,8 : 74)

Orang-orang  yang  beriman   dan berhijrah  serta  berjihad  di jalan  Allah   dengan harta  benda  dan diri  mereka   alah   lebih  tinggi  derajatnya  di sisi  Allah, dan  itulah  orang-orang  yang  mendapat  kemenangan.” (QS. At-Taubah, 9 : 20 )

Pada  ayat  -ayat  diatas, terdapat esensi  kandungan:

  1. Bahwa  hijrah harus  dilakukan atas  dasar  niat  karena  Allah  dan  tujuan mengarah rahmat  dan keridhaan  Allah.
  2. Bahwa  orang-orang  yang  beriman  yang berhijrah  dan berjihad  dengan motivasi  karena  Allah dan  tujuan  untuk meraih  rahmat dan  keridhaan  Allah, mereka  itulah   adalah  mukmin  sejati  yang  memperoleh   pengampunan Allah, memperoleh  keberkahan  rezki ( nikmat)  yang mulia  dan kemenangan disisi  tuhannya.
  3. Bahwa  hijrah   dan jihad  dapat  dilakukan    dengan mengorbankan  apa yang  dimiliki  termasuk  harta, benda  bahkan jiwa.
  4. Ketiga  ayat  itu   menyebut tiga  prinsip  hidup yaitu iman,  hijrah dan jihad. Iman bermakna  keyakinan,  hijrah  bermakna  perubahan,   dan jihad   bermakna  perjuangan    dalam menegakkan   risalah Allah.

Makna  hijrah

Hijrah   sebagai  salah satu prinsip  hidup, harus  kita  maknai    dengan benar.  Secara  bahasa  hijrah  berarti   meninggalkan.  Seseorang  dikatakan hijrah   jika  telah  memenuhi   dua  syarat, yaitu:  pertama,   ada  sesuatu   yang  ditinggalkan  dan   kedua    ada sesuatu  yang dituju. Meninggal  segala hal  yang  buruk, negatif,  maksiat, kondisi  yang tidak  kondisif menuju  keadaaan   yang  lebih baik, positif,  dan kondisi   yang  kondisif  untuk menegakkan  ajaran Islam.

Tahun hijriyah,  ditetapkan  pertama kali  oleh  Khalifah Umar  bin Khattab  ra,   sebagai  jawaban  atau  surat  Wali  Abu Musa Al- Asyari .   Khalifah   Umar   menetapkan   tahun Hijriyah  Kalender   Tahun Gajah, kalender Persia  untuk  menggantikan   penangggalan  yang digunakan  bangsa  Arab sebelumnya,  seperti   yang  berasal  dari tahun  Gajah, Kalender  Persia, kalender  Romawi, dan   kalender-kalender  lain   yang berasal  dari   tahun    peristiwa-peristiwa   besar  Jahiliyah.  Khalifar Umar   memilih  peristiwa  hijrah  sebagai  taqwim Islam,   karena  hijrah  Rasulullah  SAW    dan  para  Sahabat  dari Mekkah ke Madinah  merupakan peristiwa   paling  monumental   dalam  perkembangan  dakwah.

***

Namun, melihat  kondisi  kekinian  banyak   diantara  kita   tidak mau  bahkan acuh tak  acuh akan dirinya,  lingkungan  dan masyarakat  disekitarnya. Mereka  merasa  apatis  dan pesimis  akan apa yang  terjadi  pada  dirinya. Kadang-kadang  tidak  mau  memperkuat  imannya  untuk  selalu  ta’at  dan  patuh  terhadap  apa  yang diperintahkan Allah SWT  dan    meninggalkan apa  yang  dilarang Nya.

Hidupnya  merasa  tidak  berarti,  hidupnya  tidak  berubah  sama  sekali  dikarenakan   kondisi  dan keadaan  yang  tidak  berpihak  kepadanya. Di saat  dalam dirinya  tidak  mau  untuk  berpikir  kepada masa  depan  yang  lebih baik.

Padahal,  kita  tentu  menyadari  hari  ini lebih baik  daripada  hari  yang lalu.  Yang  lalu  jadikan sebagai ibrar  untuk  menyongsong  untuk  masa  depan  ke  arah  yang lebih  baik.

Di  tahun  baru  Islam 1440  H,  sebagai  kalender Islam   sebagai  1  Muharram  tentu  kita  perbaiki diri  kita  untuk memasuki  tahun Islam untuk  lebih baik  lagi. Satu  tahun yang lalu  sebagai   muhasabah   bagi  kita  agar  kita  tingkatkan keimanan dan  ketaqwaan  kepada  Allah  SWT.  Sebab,  yang  akan merubah diri  kita  kepada  arah  yang  lebih  baik tentu  kita sendiri.  Tidak  ada   orang lain  yang  akan merubahnya  kita  yang akan merubah  dalam rangkan untuk senantiasa   mendekatkan diri  kepada  Allah  SWT.

Seseorang  yang selalu  berhijrah  di  jalan  Allah,  selalu  berharap  apa yang dilakukan semata-mata  mengharap  rahmat dan hidayah  serta  pahala   yang  besar  disisinya. Untuk  itu  selagi  kita  masih diberikan kesempatan  hidup,  nikmat  hidup  tentu  kita  syukuri dengan selalu  mempertebal  keimanan kita  kepada  Allah,  diantaranya  memantapkan  dan  menyempurnakan ibadah  sholat  lima  waktu  sehari semalam yang    kita  laksanakan.

Jangan  kita  lalaikan,  apalagi  ditinggalkan sama sekali.  Yang  pada akhirnya  tidak  mendapatkan  apa-apa  yang diharapkan  untuk  bekal dikemudian  harinya.

Kemudian,  apappun  yang  kita  miliki  untuk  dipergunakan di  jalan kebaikan.  Berkorban  dengan apa  yang  kita  miliki. Apabila  diberikan rezeki  yang berlimpah, dipergunakan di jalan  Allah.  Membantu  orang  yang  membutuhkan akan uluran tangan  kita, agar   dirinya  dapat  hidup  lebih baik. Jangan  kita  merasa  kikir  dan  tidak  memperhatikan   apa  yang  terjadi  di lingkungan  kita.  Padahal,  apabila  dibiarkan  dan  tidak  di lakukan dengan  penuh kebersamaan  akan timbul  prilaku  yang  tidak baik.

Terjadinya, gejolak sosial  dan  kriminalitas  disebabkan kita  tidak memperhatikan  kondisi  yang  terjadi.  Tidak  kita antisipasi  sedini  mungkin, apa  yang  terjadi  sebenarnya,  sehingga ketika  masalah itu  sudah  menjadi  bola  salju baru  sadar  akan apa  yang  terjadi.  Kepedulian sosial ,  kepekaan  terhadap  sikon  yang ada  dapat merasakan  penderitaan dan  apa  yang menjadi  penderitaan  bagi  orang lain tentu  terasa  pula  bagi  kita  sendiri.

Untuk  itu  kita selalu   banyak  berkorban    sesuai  apa  yang  kita  miliki,  mampu  dengan harta  kita  berikan sebagian harta yang  dimiliki  di jalan  Allah.  Mampu dengan ilmu disampaikan kepada  orang yang  haus  akan ilmunya  sehingga  hidupnya  tidak  gersang  dan  tidak  keropos.  Mampu  dengan  tenaga,  dipergunakan  tenaga  kita untuk  melakukan kebaikan dan  beramal  sholeh  supaya  dalam  diri  kita  mendapatkan keberkahan hidup  di  dunia  dan di akhirat  kelak.

Untuk  itu,  kita  banyak merenungkan diri dan intropeksi  diri,  sudahkah  kita  banyak  melakukan kebaikan?  Atau sebaliknya  masih sedikit amal  perbuatan  yang  dilakukan selama  ini.

Apabil  masih  sedikit  kita  tingkatkan  ke  arah  yang lebih baik.

Sebagai renungan  bagi kita,  Allah  SWT  berfirman: “Betapa  banyak   negeri  yang telah  Kami  binasakan, siksaan Kami  datang  ( menimpa penduduknya ) pada  malam  hari,  atau  pada  saat  mereka   beristirahat  pada  siang hari.  Maka, ketika  siksaan  Kami   datang  menimpa   mereka , keluhan mereka  tidak lain, hanya  mengucap, sesungguhnya  kami  adalah   orang-orang   zalim.(QS. Al-A’raf  ayat   4-5 ).

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota Pariaman 2018-2023 Favorit Anda?
  Dewi Fitri Deswati - Pabrisal
  Mahyuddin - Muhammad Ridwan
  Genius Umar - Mardison Mahyuddin

Komentar Terakhir

  • GuestSwisk

    <a href=" https://viagrasuperactive.icu/ ">viagra super active 100mg ...

    View Article
  • Regechtak

    cheap drugs online [url=http://canadianpharmaciescubarx.com/]canadianphar macy[/url] ...

    View Article
  • canadian viagra

    buy prescription drugs online ...

    View Article
  • beekmomtak

    canadian pharcharmy online [url=http://canadianpharmaciesnnm.com/]trust pharmacy ...

    View Article