Hasil Penelitian P3M: 56 Persen Masjid BUMN Terindikasi Radikal

By ari 09 Jul 2018, 06:07:09 WIBDunia Islam

Hasil Penelitian P3M: 56 Persen Masjid BUMN Terindikasi Radikal

Keterangan Gambar :


Jakarta, Sitinjausumbar.com - Sebanyak 21 (56 persen) dari dari 37 masjid BUMN terindikasi radikal. Sementara dari 28 masjid lembaga, delapan masjid (30 persen) terindikasi radikal. Adapun masjid-masjid kementerian, dari 35 masjid, 12 masjid (34 persen) terindikasi radikal.

Demikian pemaparan Agus Muhammad pada konferensi pers hasil penelitian Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta dan Rumah Kebangsaan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Ahad (8/7) siang.

Penelitian dilakukan terhadap khutbah yang disampaikan khatib pada setiap pelaksanaan shalat Jumat. selama empat minggu, dari tanggal 29 September hingga 21 Oktober 2017. “Terdapat 100 masjid yang terdiri dari 35 masjid kementerian, 28 masjid lembaga, dan 37 masjid BUMN yang diteliti,” kata Agus. 

(Baca: PBNU Sayangkan Khutbah Radikal di Masjid Pemerintah)
Setiap masjid didatangi oleh satu orang relawan untuk merekam khutbah dan mengambil gambar brosur, buletin dan bahan bacaan lain yang terdapat di masjid. Bahan-bahan tersebut dijadikan acuan untuk menilai apakah masjid tersebut terindikasi radikal atau tidak.

Radikalisme yang dimaksudkan adalah pandangan, sikap dan perilaku yang cenderung menganggap kelompoknya yang paling benar dan kelompok lain salah; mudah mengkafirkan kelompok lain; tidak bisa menerima perbedaan, baik perbedaan yang berbasis etnis, agama maupun budaya.

Selain itu radikal juga cenderung memaksakan keyakinannya pada orang lain; menganggap demokrasi termasuk demokrasi Pancasila sebagai produk kafir; dan  membolehkan cara-cara kekerasan atas nama agama.

(Baca: 41 Masjid Pemerintah Terindikasi Sebarkan Paham Radikal)


Agus merinci indikasi radikal dari tersebut dibagi dalam tiga kategori, yakni rendah, sedang dan tinggi. Rendah artinya secara umum cukup moderat tetapi berpotensi radikal. “Misalnya, dalam konteks intoleransi, khatib tidak setuju tindakan intoleran, tetapi memaklumi jika terjadi intoleransi,” ujarnya.

Kategori sedang artinya tingkat radikalismenya cenderung sedang, misalnya dalam konteks intoleransi, khatib setuju tapi tidak sampai memprovokasi jamaah untuk bertindak intoleran. Sedangkan kategori tinggi adalah level tertinggi di mana khatib bukan sekadar setuju, tetapi juga memprovokasi umat agar melakukan tindakan intoleran. (Kendi Setiawan/nuo/02)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. nightrush 10 Jul 2018, 18:38:13 WIB

    By and large, there are 2 classes of rewards: STICKY and CASHABLE rewards. 

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota Pariaman 2018-2023 Favorit Anda?
  Dewi Fitri Deswati - Pabrisal
  Mahyuddin - Muhammad Ridwan
  Genius Umar - Mardison Mahyuddin

Komentar Terakhir

  • http://cialisle.com/

    where to buy cialis over the counter in malaysia http://www.cialisle.com/ - cialis ...

    View Article
  • Charlesplemn

    wh0cd42819 <a href=http://valtrexprice18.us.com/>valtrex medication</a> <a ...

    View Article
  • HowardPlupt

    [url=http://informe.16mb.com/user/pingnemtada1974/]paydayl oanscompanies.us.com[/url] ...

    View Article
  • potiank

    online credit loans <a href=http://badinstallmentonline.com/#>online installment ...

    View Article